
Tokoh agama/narasumber kebudayaan Simalungun, Sulaiman Sinaga, mengapresiasi kehadiran Dasa Sinaga terkait SosPer Ranperda Pemajuan Kebudayaan di Provinsi Sumatera Utara.
“Tanah Jawa merupakan wilayah salah satu dari 4 raja di Kabupaten Simalungun. Raja Tanah Jawa, bermarga Sinaga,” kata Sulaiman Sinaga yang juga menyampaikan agar sejarah Raja Tanah Jawa diakomodir dalam Ranperda yang nantinya ditetapkan sebagai Perda.
Sulaiman Sinaga — yang mantan anggota DPRD Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun itu menyebutkan — besaran anggaran sangat menentukan dalam merealisasikan pemajuan kebudayaan di Sumatera Utara.
“Kita berharap situs Raja Tanah Jawa agar dilestarikan, termasuk adat istiadat di Simalungun,” kata Sulaiman Sinaga yang mengemukakan bahwa ke depan Punguan Pomparan Toga Sinaga Boru/bere (PPTSB) akan mempersiapkan kader/generasi penerus untuk menduduki posisi di eksekutif, legislatif maupun yudikatif.
Sulaiman Sinaga mengingatkan masyarakat yang punya hak memilih, agar benar-benar selektif dalam memilih figur yang akan didukung ke DPR, DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota maupun kepala daerah.
“Ke depan, kita butuh figur yang punya komitmen dalam membangun RI, Sumut dan Simalungun yang lebih maju,” katanya.
Camat Tanah Jawa, Andi Supandri menginformasikan bahwa belum lama ini, bersama Bupati sudah melakukan ziarah ke makam Raja Tanah Jawa.
“Mari untuk tetap solid dalam kebersamaan kita untuk melestarikan sejarah, adat budaya dan memajukan pembangunan Simalungun, secara khusus Kecamatan Tanah Jawa,” kata Andi Supandri.
Sementara itu, Dasa Sinaga menyampaikan apresiasi terhadap aspirasi yang disampaikan Sulaiman Sinaga dalam kegiatan SosPer yang digelar di hadapan ratusan konstituen.
“Sosialisasi ini digelar untuk menampung masukan dari tokoh-tokoh yang peduli terhadap pelestarian kebudayaan, yang akan dibawa dalam rapat paripurna di DPRD Provinsi,” kata Dasa Sinaga yang mengingatkan bahwa apa yang sudah disampaikan pada SosPer tersebut, dapat diperjuangkan dengan membangun komunikasi serta rasa kebersamaan yang harmonis antara rakyat, eksekutif dan legislatif. [Ingot Simangunsong/***]






