TAPANULI UTARA — SEGARIS.CO — WAKIL BUPATI Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, bersama Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatra Utara, Mujianto melakukan serah terima kunci rumah sekaligus paket perabotan lengkap kepada warga penghuni Hunian Tetap (Huntap) di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Senin (8/6/2026).
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatra Utara, Mujianto melaporkan untuk tahap awal ini, 70 Kepala Keluarga (KK) menerima kunci rumah beserta kelengkapan fasilitas dalam hunian.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan fisik Huntap 103 unit itu dibiayai sumbangan keluarga besar Maruarar Sirait, sedangkan Yayasan Buddha Tzu Chi bertindak sebagai pelaksana teknis pembina dan pengawas di lapangan dari awal hingga selesai.
Sementara itu, Wakil Bupati menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya hunian yang layak bagi masyarakat terdampak bencana dan menegaskan keseriusan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam menyuplai pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) di lokasi Huntap Dolok Nauli.
Berbagai fasilitas penunjang dipastikan terus dikejar dan dibangun menggunakan APBD kabupaten, antara lain akses jalan lingkungan, keamanan kontur lahan, jaringan listrik dan sistem air bersih.
Selain kesiapan fisik bangunan, warga penerima manfaat juga mendapatkan bantuan isi rumah berupa satu set sofa ruang tamu dan satu set meja makan dari Yayasan Buddha Tzu Chi.
Atas bantuan perabotan ini, Wakil Bupati atas nama Pemkab Taput menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kepedulian para donatur.
Wakil Bupati meminta kepada masyarakat penghuni agar mampu membangun tatanan sosial yang harmonis dan kompak.
”Kami meminta seluruh warga di sini untuk saling mengasihi sebagai satu keluarga baru. Jaga keamanan, rawat kebersihan lingkungan secara bergotong royong, dan hindari konflik sosial. Saya minta Camat dan Kepala Desa untuk segera mengoordinasikan pembentukan struktur Kepala Lingkungan (Kepling) atau ketua blok di kompleks perumahan ini agar mempermudah koordinasi kebersihan dan ketertiban tata ruang kompleks agar ke depan layak menjadi desa percontohan (role model),” katanya. [Martua Situmorang/***]






