Oleh | Sutrisno Pangaribuan
KONFERENSI Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja- gereja di Indonesia (PGI) akan menggeelar perayaan Natal nasional 2025 di Stadion Tenis Indoor Senayan pada Senin (5/12/2025).
Agenda tersebut sekaligus akan menjadi persembahan untuk rakyat Palestina. Ketua Panitia Natal Nasional Maruarar Sirait (Ara) mengatakan, bahwa rencana tersebut telah diketahui langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Ara menyebut hal tersebut termasuk dalam arahan presiden.
Rencana Ara sebagai Ketua Panitia Natal Nasional 2025 untuk rakyat Palestina sebagai bukti bahwa Ara lahir, tumbuh, dan berkembang sebagai politisi nasional di PDI Perjuangan sebagai satu-satunya partai politik di Indonesia yang secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.
Pelajaran cinta kasih sebagai solidaritas lintas batas untuk Palestina diperoleh Ara dari PDI Perjuangan.
Seperti yang ditunjukkan Ganjar Pranowo dan I Wayan Koster sebagai gubernur yang berani menolak tim Israel menyanyikan lagu kebangsaan dan mengibarkan bendera Israel dalam pertandingan Piala Dunia U-20 di Indonesia.
Meski dibully, Ganjar dan Koster tetap menolak Tim U-20 Israel menyanyikan lagu kebangsaan dan kibarkan bendera Israel dalam pertandingan Piala Dunia U-20 di Indonesia, hingga akhirnya FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah.
Tidak lama berselang, Ara memilih mundur dari PDI Perjuangan partai tempatnya lahir, tumbuh, dan berkembang, hingga dewasa dalam politik.
Tetapi saat Ara diberi jabatan Menteri oleh Presiden Prabowo, kemudian ditunjuk sebagai Ketua Panitia Natal Nasional 2025, Ara menunjukkan, menyatakan solidaritas kepada Palestina.
Ternyata Ara sebagai eks kader PDI Perjuangan masih terus menjaga dan merawat nilai dan ajaran PDI Perjuangan.
Ara belajare dari Ganjar Pranowo dan I Wayan Koster. Komitmen Presiden Prabowo dan Menteri Ara bersama KWI dan PGI terhadap Palestina melalui panitia Natal nasional tentu harus dihargai.
Cinta sebagai solidaritas lintas batas diwujudkan melalui perayaan Natal. Maka gotong royong serupa antara pemerintah dengan gereja, bahkan dengan semua agama harus terus dirawat dan dijaga demi kemanusiaan.
Ara harus didukung atas rencana panitia Natal nasional 2025 membantu warga Palestina.
Namun Ara harus bekerja keras agar Panitia Natal Nasional 2025 juga dapat menyalurkan cinta kasih yang sama kepada korban bencana alam di Sumatera Utara (Sumut).
Ribuan orang akan merayakan Natal 2025 di Sumut dalam duka dan air mata, kehilangan saudara, rumah, dan harta benda.
Maka Ara harus segera bergerak, mengumpulkan bantuan Natal bagi warga Sumut. Agar tidak ada kesan, Ara lebih peduli bangsa lain dari bangsa sendiri.
Sekali lagi Ara harus belajar dari PDI Perjuangan tentang cinta kepada warga Sumut. DPD PDI Perjuangan Sumut telah membuka dapur umum di Medan.
Kantor PDI Perjuangan menjadi tempat penampungan (pengungsian) di Tapteng. Bantuan pangan dari Anggota DPR RI/D dan Dewan Pimpinan PDI Perjuangan telah dikirim ke lokasi bencana.
Kekuasaan dan akses yang dimiliki Ara saat ini membuatnya mudah melakukan aksi bagi saudara- saudarnya di Sumut.
Panitia Natal nasional 2025 dihimbau segera melakukan hal yang sama dengan yang akan dilakukan kepada warga Palestina.
Segera kumpulkan dan salurkan bantuan, donasi kepada warga terdampak bencana alam di Sumut.
Panitia Natal nasional 2025 dapat bekerja sama dengan gereja- gereja di daerah bencana alam di Sumut, sehingga perayaan natal sebagai wujud cinta kasih sebagai solidaritas lintas batas mengalir ke Sumut hingga Palestina.
Medan, 29 November 2025
Penulis, Sutrisno Pangaribuan, Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumut.





