Segaris.co
Sabtu, 18 Juli 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

Sejarah Tambak Paromasan dan fenomena penggarap yang tidak beretika

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
7 Desember 2025 | 19:03 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Hatoguan Sitanggang

TAMBAK Paromasan merupakan salah satu situs sejarah dan cagar budaya yang terletak di antara Desa Lumban Pinggol, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Kawasan ini memiliki nilai sakral yang sangat tinggi bagi tiga marga besar Sitanggang, Naibaho, dan Simbolon, yang sejak dahulu kala membentuk pranata sosial adat Dalihan Na Tolu dan menetap di wilayah Pangururan.

Asal usul Paromasan

Pada masa para leluhur ketiga marga besar itu, Paromasan dibangun sebagai tempat penyimpanan tulang belulang (patakkok saring-saring) nenek moyang Sitanggang, Naibaho, dan Simbolon.

Tempat ini berfungsi sebagai lokasi pemakaman adat istimewa, yang diperlakukan dengan penuh penghormatan dalam tradisi horja bius.

Sebelum pelaksanaan horja bius, ketiga marga besar memiliki struktur sohe atau pembagian marga sebagai berikut: Tanjabau, Pangadatan, Pangulu Oloan, Malau Pase, Naibaho (Naibaho Sitakkaren, Naibaho Siahaan, Naibaho Hutaparik, Naibaho Sidauruk dan Panturi, serta Naibaho Siagian), Simbolon (Simbolon Pande, Simbolon Tuan, Tamba, Nadeak Simarmata, Saeng, dan Silalahi).

Dari keseluruhan pembagian tersebut, terdapat 13 tupuk atau perangkat adat yang mewakili marga-marga dalam setiap pelaksanaan horja bius.

Tradisi Horja Bius yang telah berjalan ratusan tahun

Menurut rekam jejak Belanda sekitar tahun 1904, wilayah Samosir pernah memiliki 146 bius, dan Pangururan dikenal sebagai Inang ni Bius, pusat bius terbesar di kawasan tersebut.

Tradisi horja bius di Pangururan dipercaya telah berlangsung sejak sekitar 800 tahun yang lalu, jauh sebelum pemerintah kolonial Belanda membuat registrasi tersebut.

Dalam upacara adat besar itu, sering dilakukan pemotongan kerbau sitikko tanduk sebagai persembahan (borotan) ketika mengadakan upacara patakkok saring-saring untuk menghormati tulang belulang para leluhur.

Adapun lokasi Paromasan berada di Digolat Sitanggang, tanah yang dahulu telah diserahkan secara resmi kepada komunitas Sitolu Hae Horbo oleh Raja Sitempang.

Fenomena penggarap yang merusak situs

Saat ini, kondisi Paromasan sangat memprihatinkan. Banyak masyarakat lokal yang menganggap lahan tersebut “tidak bertuan,” sehingga mulai menggarapnya menjadi ladang.

Ironisnya, aktivitas penggarapan ini sering kali mencangkul tulang belulang nenek moyang, suatu tindakan yang dalam adat Batak merupakan pelanggaran berat.

Dahulu, masyarakat yang memanfaatkan lahan Paromasan untuk bercocok tanam wajib mematuhi aturan adat:

Jika tanpa sengaja mencangkul tulang belulang, mereka harus membayar seekor babi kecil untuk disembelih dan dimakan bersama penduduk kampung.

Saat ini, norma tersebut tidak lagi dihormati.

Diperkirakan, sekitar 90% area seluas kurang lebih 15 hektar yang berada di bawah atau di samping perkampungan Dusun Siantar-antar (Huta Siantar-antar) kini telah dikuasai oleh para penggarap.

Tindakan ini mengakibatkan kerusakan serius terhadap situs budaya yang seharusnya dijaga sebagai warisan leluhur Sitolu Hae Horbo.

Seruan untuk melindungi cagar budaya

Paromasan telah terdaftar sebagai cagar budaya resmi Kabupaten Samosir, sehingga kerusakan dan penguasaan sepihak terhadap kawasan ini tidak boleh dibiarkan.

Penggarap-penggarap yang tidak bertanggung jawab telah: merusak situs peninggalan leluhur, mencederai nilai adat dan sejarah, mengabaikan norma adat Dalihan Na Tolu, serta berpotensi menghilangkan jejak budaya ratusan tahun.

Oleh karena itu, penulis menyerukan kepada seluruh keturunan Sitanggang, Naibaho, dan Simbolon—komunitas Sitolu Hae Horbo—untuk merapatkan barisan, bersatu menjaga, melindungi, dan menyelamatkan situs Paromasan dari kerusakan lebih lanjut.

Penulis, Hatoguan Sitanggang, adalah Raja Jolo Keturunan Raja Sitempang [Raja Jolo Anak tertua dari Garis keturunannya]

Tags: SamosirsegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

“Membaca pesan suci di balik nama Josepha Alexandra”

by Ingot Simangunsong
17 Mei 2026 | 06:27 WIB
0

Catatan| Mauliate Simorangkir DI dalam labirin birokrasi yang kerap terjebak dalam pola konvensional status quo, otoritas sering kali bermutasi menjadi...

Read more
Buah Pikir

Lelang jabatan di Taput, Dinas Pekerjaan Umum dulu “diburu” kini tidak diminati

by Ingot Simangunsong
14 April 2026 | 08:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang DULU jabatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat( PUPR) adalah jabatan yang sangat seksi dan "diburu"...

Read more
Buah Pikir

Sistem meritokrasi untuk calon Kadis Pendidikan Tapanuli Utara

by Ingot Simangunsong
2 Maret 2026 | 12:13 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang KENAPA jabatan Kepala Dinas Pendidikan sangat penting di Tapanuli Utara? Karena ada filosofi orang Batak "Anakhon...

Read more
Buah Pikir

SMAN 3 PlusTarutung berprestasi dengan biaya sangat murah

by Ingot Simangunsong
26 Februari 2026 | 07:40 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang MANTAN Bupati Tapanuli Utara 2 periode Torang Lumbantobing (Toluto), seorang lulusan STMN Pansurnapitu ( SMKN2 Siatas...

Read more
Buah Pikir

Gaya dan Pola Solo vs Gaya dan Pola Batak

by Ingot Simangunsong
12 Februari 2026 | 06:53 WIB
0

Oleh | Dr Mauliate Simorangkir, M.Si SETELAH istilah 'omon-omon' populer, kini muncul istilah baru yaitu 'garong' yang dipopulerkan oleh Bapak...

Read more
Sutrisno Pangaribuan
Buah Pikir

Risiko dipimpin Gubernur yang tidak kompeten

by Ingot Simangunsong
11 Februari 2026 | 20:34 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan PENGUNDURAN diri ASN dari jabatan tinggi pratama (eselon 2) di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tidak...

Read more

Berita Terbaru

News

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan mediasi perselisihan Aantarwarga

18 Juli 2026 | 15:15 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar pimpin latihan menembak tingkatkan kesiapsiagaan personel

18 Juli 2026 | 15:03 WIB
News

Polres Pematangsiantar gelar Baksos di Panti Jompo

18 Juli 2026 | 14:14 WIB
Kolom

Dari kemiskinan menuju kebangkitan: Perjalanan Etiopia menjadi Negara yang terus bertumbuh

18 Juli 2026 | 07:53 WIB
News

UPDATE: Korban meninggal kecelakaan beruntun di Sibolangit bertambah menjadi 4 orang

17 Juli 2026 | 18:24 WIB
News

Kecelakaan beruntun libatkan tujuh kendaraan di Sibolangit, satu orang dilaporkan meninggal

17 Juli 2026 | 18:00 WIB
News

Pemko Pematangsiantar gelar Job Fair 2026, sediakan lebih dari 1.000 lowongan kerja

17 Juli 2026 | 13:36 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar terima bantuan alat Tes Urine dari Wali Kota, perkuat sinergi pemberantasan Narkoba

17 Juli 2026 | 10:06 WIB
News

Profil 9 Anggota Tim Kejagung yang menangani perkara Jampidsus Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 | 08:35 WIB
News

Polsek Siantar Martoba bantu warga sakit berobat ke Puskesmas

16 Juli 2026 | 17:48 WIB
News

Polsek Siantar Marihat respons cepat laporan keributan melalui Call Center 110

16 Juli 2026 | 17:35 WIB
Kolom

Tipping Point terberantasnya korupsi di Indonesia: Mungkinkah terjadi?

16 Juli 2026 | 08:52 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita