Segaris.co
Minggu, 1 November 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

NARKOLEMA: Narkoba lewat mata

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
8 September 2025 | 14:31 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Ir Saut Situmorang, ST, MT

DI era digital saat ini, masyarakat hidup dalam pusaran teknologi. Gadget, terutama telepon pintar, menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari; bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga hiburan.

Namun, di balik manfaatnya, hadir fenomena baru yang kian mengkhawatirkan, NARKOLEMA, singkatan dari Narkoba Lewat Mata. Istilah ini menggambarkan kondisi kecanduan layar gawai yang dampaknya bisa menyamai bahaya narkoba, meskipun bentuknya berbeda.

Narkolema bukan zat yang disuntikkan ke tubuh atau dihirup lewat hidung. Ia masuk lewat mata, melalui layar yang memancarkan cahaya biru, notifikasi yang terus berdenting, dan konten yang tiada habisnya.

Ketergantungan inilah yang membuat seseorang sulit melepaskan diri, hingga terganggu secara fisik, mental, dan sosial.

1. Kesamaan Narkoba dan Narkolema

Mengapa gadget bisa disamakan dengan narkoba? Secara neurologis, keduanya sama-sama memicu pelepasan hormon dopamin di otak, zat kimia yang menimbulkan rasa senang dan ketagihan.

Narkoba merangsang otak dengan zat adiktif buatan.

2. Dampak Fisik: Mata, otak, dan tubuh

Gadget merangsang otak dengan infinite scroll, notifikasi, likes, dan video singkat yang membuat orang ingin terus melihat.

Akibatnya, pengguna mengalami gejala mirip kecanduan narkoba. Sulit berhenti, cemas saat tidak mengakses, bahkan kehilangan kendali atas waktu.

Dampak Fisik: Mata, otak, dan tubuh

Narkolema berdampak langsung pada kesehatan fisik. Mata lelah dan rusak. Paparan cahaya biru dari layar mempercepat kerusakan retina, menyebabkan mata kering, dan berpotensi mengganggu penglihatan jangka panjang.

Gangguan tidur
Cahaya layar menekan produksi melatonin, membuat seseorang sulit tidur meski tubuh sudah lelah. Postur tubuh memburuk, terlalu lama menunduk ke layar menyebabkan text neck, nyeri punggung, dan kerusakan tulang belakang.

Gangguan otak
Riset menunjukkan penggunaan berlebihan dapat menurunkan daya konsentrasi, memori jangka pendek, bahkan memicu depresi.

Jika narkoba merusak tubuh lewat zat kimia, maka narkolema merusak tubuh lewat paparan visual yang berlebihan dan berulang-ulang.

3. Dampak Psikis dan Sosial
Kecanduan gadget tak hanya menyerang fisik, tetapi juga psikis. Remaja yang terlalu lama menghabiskan waktu di dunia maya sering kehilangan kemampuan berinteraksi di dunia nyata.

Gejala yang muncul antara lain:
Mood swing: cepat marah bila dilarang main gadget.

Kesepian paradoksal: meski terus online, mereka merasa kosong secara emosional.

Hilangnya fokus belajar: prestasi akademik menurun karena otak lebih terlatih menonton konten singkat daripada memahami bacaan panjang.

Disintegrasi keluarga: anggota keluarga lebih sibuk menatap layar masing-masing daripada bercengkerama.

Fenomena ini mirip dengan pecandu narkoba yang lebih memilih “dunia maya” halusinasi ketimbang realitas sosial.

4. Generasi Narkolema

Indonesia dikenal memiliki tingkat penggunaan internet dan media sosial yang sangat tinggi.

Berdasarkan laporan Datareportal 2024, rata-rata orang Indonesia menghabiskan lebih dari 7 jam per hari di depan layar.

Angka ini jauh di atas ambang batas sehat menurut WHO, yang merekomendasikan maksimal dua jam waktu layar rekreasi per hari untuk remaja.

Kondisi ini melahirkan generasi yang rentan, generasi narkolema. Anak-anak yang sejak dini terpapar gawai lebih sering memilih game dan YouTube daripada belajar, berolahraga, atau berinteraksi dengan teman sebaya.

Mereka bisa tertawa seharian dengan layar, tapi gagap saat harus bicara di depan kelas.

5. Upaya Pencegahan dan Rehabilitasi
Jika narkoba butuh rehabilitasi medis, narkolema pun memerlukan langkah serius.

Beberapa solusi yang bisa diterapkan:
– Digital Parenting: orang tua harus aktif mengawasi, membatasi, dan memberi teladan penggunaan gawai.
– Zona Bebas Gadget: buat aturan di rumah, misalnya meja makan tanpa HP atau jam malam tanpa layar.
– Aktivitas Alternatif: dorong anak untuk berolahraga, membaca buku fisik, atau bermain di luar ruangan.
– Detoks Digital: tentukan satu hari dalam seminggu tanpa media sosial.
– Pendidikan Literasi Digital: sekolah harus mengajarkan bukan hanya cara menggunakan teknologi, tapi juga cara mengendalikan diri dari adiksi digital.

6. Refleksi: Narkolema Lebih Berbahaya?
Jika ditanya, manakah yang lebih berbahaya: narkoba atau narkolema? Jawabannya relatif.

Narkoba jelas merusak tubuh secara cepat dan sering mematikan. Tapi narkolema lebih licik. Ia merusak perlahan, diam-diam, hingga kita tidak sadar sedang menjadi korban.

Pecandu narkoba mudah dikenali. Tubuhnya kurus, hidupnya berantakan.

Tetapi pecandu gadget? Mereka bisa tampak normal, bahkan produktif. Padahal mentalnya rapuh dan hubungan sosialnya runtuh. Bahayanya justru karena tersembunyi.

Penutup
Narkolema adalah ancaman nyata bagi generasi kita. Ia mungkin tidak dilarang undang-undang, tapi dampaknya bisa menghancurkan masa depan bangsa.

Mata yang seharusnya jendela ilmu, kini menjadi pintu masuk candu. kKita tidak boleh membiarkan generasi muda menjadi budak layar. Mereka harus belajar menggunakan teknologi sebagai alat, bukan tuan.

Jika narkoba menghancurkan masa depan lewat jarum dan serbuk, maka narkolema menghancurkannya lewat layar dan cahaya.

Maka, mari kita katakan bersama: katakan tidak pada narkoba, dan kendalikan diri dari narkolema!

 

Penulis: Ir. Saut Situmorang, ST, MT, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Institut Saint dan Tehnologi TD Pardede

Tags: NarkobaNarkolemasegarisSegaris.coUDA
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Wakil Bupati Taput: “Manfaatkan teknologi digital mencari informasi agar menjadi guru yang adaptif”

by Ingot Simangunsong
29 Oktober 2026 | 11:51 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang WAKIL Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan berhasil membuka mata dan pikiran guru guru di Tapanuli...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more

Berita Terbaru

News

SMAS St Maria Tarutung berbenah, perkuat mutu pendidikan dan cetak generasi berprestasi

30 Oktober 2026 | 12:02 WIB
News

Wakil Bupati Taput buka Festival Ulos dan Fashion 2026

30 Oktober 2026 | 11:13 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara apresiasi pelatihan kerajinan bambu dan rotan Kemenperin RI

29 Oktober 2026 | 20:05 WIB
News

Pemkab Taput dukung pengembangan wirausaha baru

29 Oktober 2026 | 19:55 WIB
Buah Pikir

Wakil Bupati Taput: “Manfaatkan teknologi digital mencari informasi agar menjadi guru yang adaptif”

29 Oktober 2026 | 11:51 WIB
News

LANDEN MARBUN: Dari Jalan Metal, Parlemen Medan, hingga menatap tata kelola Amerika Serikat

29 Oktober 2026 | 07:37 WIB
News

Di Tanah Jawa, Kejari Simalungun temukan pekerjaan revitalisasi sekolah yang perlu diperbaiki

28 Oktober 2026 | 20:45 WIB
News

Landen Marbun: “Jika penangkapan dan pengungkapan dilakukan setelah ada korban, maka kita terlambat satu langkah”

28 Oktober 2026 | 20:33 WIB
Tak Berkategori

Kapolres Pematangsiantar hadiri kirab kebangsaan dan doa lintas agama sambut Sumpah Pemuda

28 Oktober 2026 | 10:24 WIB
News

Bupati Taput tekankan peran strategis guru dalam meningkatkan kualitas SDM

28 Oktober 2026 | 10:11 WIB
News

Jhonson M Silaban pimpin SMSI Tapanuli Utara

28 Oktober 2026 | 10:01 WIB
News

Berawal dari arisan ibu-ibu, CU Maju Tarutung kini bermodal Rp126 miliar

27 Oktober 2026 | 13:52 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus