Segaris.co
Minggu, 19 Juli 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

NARKOLEMA: Narkoba lewat mata

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
8 September 2025 | 14:31 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Ir Saut Situmorang, ST, MT

DI era digital saat ini, masyarakat hidup dalam pusaran teknologi. Gadget, terutama telepon pintar, menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari; bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga hiburan.

Namun, di balik manfaatnya, hadir fenomena baru yang kian mengkhawatirkan, NARKOLEMA, singkatan dari Narkoba Lewat Mata. Istilah ini menggambarkan kondisi kecanduan layar gawai yang dampaknya bisa menyamai bahaya narkoba, meskipun bentuknya berbeda.

Narkolema bukan zat yang disuntikkan ke tubuh atau dihirup lewat hidung. Ia masuk lewat mata, melalui layar yang memancarkan cahaya biru, notifikasi yang terus berdenting, dan konten yang tiada habisnya.

Ketergantungan inilah yang membuat seseorang sulit melepaskan diri, hingga terganggu secara fisik, mental, dan sosial.

1. Kesamaan Narkoba dan Narkolema

Mengapa gadget bisa disamakan dengan narkoba? Secara neurologis, keduanya sama-sama memicu pelepasan hormon dopamin di otak, zat kimia yang menimbulkan rasa senang dan ketagihan.

Narkoba merangsang otak dengan zat adiktif buatan.

2. Dampak Fisik: Mata, otak, dan tubuh

Gadget merangsang otak dengan infinite scroll, notifikasi, likes, dan video singkat yang membuat orang ingin terus melihat.

Akibatnya, pengguna mengalami gejala mirip kecanduan narkoba. Sulit berhenti, cemas saat tidak mengakses, bahkan kehilangan kendali atas waktu.

Dampak Fisik: Mata, otak, dan tubuh

Narkolema berdampak langsung pada kesehatan fisik. Mata lelah dan rusak. Paparan cahaya biru dari layar mempercepat kerusakan retina, menyebabkan mata kering, dan berpotensi mengganggu penglihatan jangka panjang.

Gangguan tidur
Cahaya layar menekan produksi melatonin, membuat seseorang sulit tidur meski tubuh sudah lelah. Postur tubuh memburuk, terlalu lama menunduk ke layar menyebabkan text neck, nyeri punggung, dan kerusakan tulang belakang.

Gangguan otak
Riset menunjukkan penggunaan berlebihan dapat menurunkan daya konsentrasi, memori jangka pendek, bahkan memicu depresi.

Jika narkoba merusak tubuh lewat zat kimia, maka narkolema merusak tubuh lewat paparan visual yang berlebihan dan berulang-ulang.

3. Dampak Psikis dan Sosial
Kecanduan gadget tak hanya menyerang fisik, tetapi juga psikis. Remaja yang terlalu lama menghabiskan waktu di dunia maya sering kehilangan kemampuan berinteraksi di dunia nyata.

Gejala yang muncul antara lain:
Mood swing: cepat marah bila dilarang main gadget.

Kesepian paradoksal: meski terus online, mereka merasa kosong secara emosional.

Hilangnya fokus belajar: prestasi akademik menurun karena otak lebih terlatih menonton konten singkat daripada memahami bacaan panjang.

Disintegrasi keluarga: anggota keluarga lebih sibuk menatap layar masing-masing daripada bercengkerama.

Fenomena ini mirip dengan pecandu narkoba yang lebih memilih “dunia maya” halusinasi ketimbang realitas sosial.

4. Generasi Narkolema

Indonesia dikenal memiliki tingkat penggunaan internet dan media sosial yang sangat tinggi.

Berdasarkan laporan Datareportal 2024, rata-rata orang Indonesia menghabiskan lebih dari 7 jam per hari di depan layar.

Angka ini jauh di atas ambang batas sehat menurut WHO, yang merekomendasikan maksimal dua jam waktu layar rekreasi per hari untuk remaja.

Kondisi ini melahirkan generasi yang rentan, generasi narkolema. Anak-anak yang sejak dini terpapar gawai lebih sering memilih game dan YouTube daripada belajar, berolahraga, atau berinteraksi dengan teman sebaya.

Mereka bisa tertawa seharian dengan layar, tapi gagap saat harus bicara di depan kelas.

5. Upaya Pencegahan dan Rehabilitasi
Jika narkoba butuh rehabilitasi medis, narkolema pun memerlukan langkah serius.

Beberapa solusi yang bisa diterapkan:
– Digital Parenting: orang tua harus aktif mengawasi, membatasi, dan memberi teladan penggunaan gawai.
– Zona Bebas Gadget: buat aturan di rumah, misalnya meja makan tanpa HP atau jam malam tanpa layar.
– Aktivitas Alternatif: dorong anak untuk berolahraga, membaca buku fisik, atau bermain di luar ruangan.
– Detoks Digital: tentukan satu hari dalam seminggu tanpa media sosial.
– Pendidikan Literasi Digital: sekolah harus mengajarkan bukan hanya cara menggunakan teknologi, tapi juga cara mengendalikan diri dari adiksi digital.

6. Refleksi: Narkolema Lebih Berbahaya?
Jika ditanya, manakah yang lebih berbahaya: narkoba atau narkolema? Jawabannya relatif.

Narkoba jelas merusak tubuh secara cepat dan sering mematikan. Tapi narkolema lebih licik. Ia merusak perlahan, diam-diam, hingga kita tidak sadar sedang menjadi korban.

Pecandu narkoba mudah dikenali. Tubuhnya kurus, hidupnya berantakan.

Tetapi pecandu gadget? Mereka bisa tampak normal, bahkan produktif. Padahal mentalnya rapuh dan hubungan sosialnya runtuh. Bahayanya justru karena tersembunyi.

Penutup
Narkolema adalah ancaman nyata bagi generasi kita. Ia mungkin tidak dilarang undang-undang, tapi dampaknya bisa menghancurkan masa depan bangsa.

Mata yang seharusnya jendela ilmu, kini menjadi pintu masuk candu. kKita tidak boleh membiarkan generasi muda menjadi budak layar. Mereka harus belajar menggunakan teknologi sebagai alat, bukan tuan.

Jika narkoba menghancurkan masa depan lewat jarum dan serbuk, maka narkolema menghancurkannya lewat layar dan cahaya.

Maka, mari kita katakan bersama: katakan tidak pada narkoba, dan kendalikan diri dari narkolema!

 

Penulis: Ir. Saut Situmorang, ST, MT, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Institut Saint dan Tehnologi TD Pardede

Tags: NarkobaNarkolemasegarisSegaris.coUDA
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

“Membaca pesan suci di balik nama Josepha Alexandra”

by Ingot Simangunsong
17 Mei 2026 | 06:27 WIB
0

Catatan| Mauliate Simorangkir DI dalam labirin birokrasi yang kerap terjebak dalam pola konvensional status quo, otoritas sering kali bermutasi menjadi...

Read more
Buah Pikir

Lelang jabatan di Taput, Dinas Pekerjaan Umum dulu “diburu” kini tidak diminati

by Ingot Simangunsong
14 April 2026 | 08:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang DULU jabatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat( PUPR) adalah jabatan yang sangat seksi dan "diburu"...

Read more
Buah Pikir

Sistem meritokrasi untuk calon Kadis Pendidikan Tapanuli Utara

by Ingot Simangunsong
2 Maret 2026 | 12:13 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang KENAPA jabatan Kepala Dinas Pendidikan sangat penting di Tapanuli Utara? Karena ada filosofi orang Batak "Anakhon...

Read more
Buah Pikir

SMAN 3 PlusTarutung berprestasi dengan biaya sangat murah

by Ingot Simangunsong
26 Februari 2026 | 07:40 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang MANTAN Bupati Tapanuli Utara 2 periode Torang Lumbantobing (Toluto), seorang lulusan STMN Pansurnapitu ( SMKN2 Siatas...

Read more
Buah Pikir

Gaya dan Pola Solo vs Gaya dan Pola Batak

by Ingot Simangunsong
12 Februari 2026 | 06:53 WIB
0

Oleh | Dr Mauliate Simorangkir, M.Si SETELAH istilah 'omon-omon' populer, kini muncul istilah baru yaitu 'garong' yang dipopulerkan oleh Bapak...

Read more
Sutrisno Pangaribuan
Buah Pikir

Risiko dipimpin Gubernur yang tidak kompeten

by Ingot Simangunsong
11 Februari 2026 | 20:34 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan PENGUNDURAN diri ASN dari jabatan tinggi pratama (eselon 2) di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tidak...

Read more

Berita Terbaru

News

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan mediasi perselisihan Aantarwarga

18 Juli 2026 | 15:15 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar pimpin latihan menembak tingkatkan kesiapsiagaan personel

18 Juli 2026 | 15:03 WIB
News

Polres Pematangsiantar gelar Baksos di Panti Jompo

18 Juli 2026 | 14:14 WIB
Kolom

Dari kemiskinan menuju kebangkitan: Perjalanan Etiopia menjadi Negara yang terus bertumbuh

18 Juli 2026 | 07:53 WIB
News

UPDATE: Korban meninggal kecelakaan beruntun di Sibolangit bertambah menjadi 4 orang

17 Juli 2026 | 18:24 WIB
News

Kecelakaan beruntun libatkan tujuh kendaraan di Sibolangit, satu orang dilaporkan meninggal

17 Juli 2026 | 18:00 WIB
News

Pemko Pematangsiantar gelar Job Fair 2026, sediakan lebih dari 1.000 lowongan kerja

17 Juli 2026 | 13:36 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar terima bantuan alat Tes Urine dari Wali Kota, perkuat sinergi pemberantasan Narkoba

17 Juli 2026 | 10:06 WIB
News

Profil 9 Anggota Tim Kejagung yang menangani perkara Jampidsus Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 | 08:35 WIB
News

Polsek Siantar Martoba bantu warga sakit berobat ke Puskesmas

16 Juli 2026 | 17:48 WIB
News

Polsek Siantar Marihat respons cepat laporan keributan melalui Call Center 110

16 Juli 2026 | 17:35 WIB
Kolom

Tipping Point terberantasnya korupsi di Indonesia: Mungkinkah terjadi?

16 Juli 2026 | 08:52 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita