Segaris.co
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Mengenal Sindrom Stevens-Johnson: Penyakit langka yang bisa mengancam jiwa

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
5 Juni 2025 | 04:15 WIB
in Kolom
[Penyakit ini menjadi trending, karena dikaitkan adanya dugaan diderita mantan Presiden RI, Joko Widodo. Walau konfirmasinya belum akurat, namun menjadi menarik untuk menyampaikan tentang penyakit langka tersebut]

catatan | andreas bresman ms


SINDROM Stevens-Johnson (SJS) adalah kondisi medis langka namun sangat serius yang menyerang kulit dan selaput lendir, seperti mulut, mata, dan alat kelamin. Meski jarang terjadi, SJS bisa berdampak fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Apa itu SJS?

SJS pertama kali dikenal pada tahun 1922 oleh dua dokter anak asal Amerika Serikat, Dr. Albert Stevens dan Dr. Frank Johnson, saat mereka menangani dua anak dengan gejala ruam parah disertai luka di mulut dan mata. Sejak itulah, kondisi ini dikenal sebagai Stevens-Johnson Syndrome.

SJS terjadi karena reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh, biasanya terhadap obat-obatan tertentu atau infeksi, sehingga menyebabkan kerusakan serius pada lapisan kulit dan jaringan tubuh.

Penyebab utama

Beberapa obat-obatan umum yang dapat memicu SJS antara lain: Antibiotik (seperti sulfonamida), Obat epilepsi (karbamazepin, lamotrigin), Obat asam urat (alopurinol), dan Obat nyeri (NSAID seperti ibuprofen).

Pada anak-anak, penyebab lainnya bisa berasal dari infeksi virus atau bakteri, seperti Mycoplasma pneumoniae.

Gejala yang harus diwaspadai

Gejala awal mirip flu, namun memburuk dengan cepat: Demam tinggi, Nyeri tenggorokan dan mulut, Mata merah dan terasa perih, Ruam merah yang menyebar lalu melepuh, Luka menyakitkan di bibir, mulut, alat kelamin, bahkan mata.

Jika ruam menyebar dan kulit mulai terkelupas seperti luka bakar, segera cari perawatan medis darurat.

Penanganan dan pengobatan

Pasien dengan SJS biasanya dirawat di unit luka bakar atau ICU karena kondisi ini memerlukan penanganan intensif, antara lain: Menghentikan obat penyebab, Terapi cairan dan nutrisi, Perawatan luka kulit, Obat pereda nyeri dan anti-inflamasi,.Perawatan mata khusus jika mata terkena.

Fakta dan angka

SJS hanya terjadi sekitar 1 hingga 6 kasus per 1 juta orang setiap tahun.

Risiko kematian bisa mencapai 10% untuk SJS dan hingga 50% untuk bentuk lebih parah (TEN).

Beberapa orang Asia Tenggara memiliki genetik tertentu (HLA-B*1502) yang meningkatkan risiko terkena SJS akibat obat epilepsi.

Pencegahan

Hindari penggunaan obat sembarangan.

Beritahu dokter jika punya riwayat alergi obat, terutama antibiotik atau obat kejang.

Pemeriksaan genetik kini tersedia untuk orang-orang dengan risiko tinggi sebelum memakai obat-obat tertentu.

Kesimpulan

Meskipun langka, Sindrom Stevens-Johnson adalah kondisi gawat darurat medis. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah kerusakan permanen, seperti kebutaan atau komplikasi organ lainnya.

Jika Anda atau keluarga mengalami gejala yang mencurigakan setelah mengonsumsi obat, jangan tunda pergi ke rumah sakit. Dalam kasus SJS, kecepatan menyelamatkan kehidupan.

Penulis, anggota redaksi mediaonline Segaris.co, berdomisili di Kota Pematangsiantar

 

 

Tags: Joko WidodoJokowiLangkaPenyakitsegarisSegaris.coSindrom Steven Johnson
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

Bukan yang pertama, Jika MA setuju apa yang membuat pemakzulan Bupati Gowa bersejarah?

by Ingot Simangunsong
14 Agustus 2026 | 12:07 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong NAMA Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kini berada dalam pusaran proses politik dan hukum...

Read more
Kolom

Adab yang (Sengaja) Dilupakan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 23:15 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong ENTAH disengaja, memang disengaja, atau pura-pura disengaja, kenyataannya memang demikian: adab semakin sering dilupakan....

Read more
Kolom

Kematian Winda Lorenza Gowasa: Polisi Sebut Bunuh Diri, Keluarga Curiga, Komisi III DPR Turun Tangan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 07:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong KEMATIAN Winda Lorenza Gowasa (WL), mantan istri seorang anggota Polri di Medan, kini menjadi...

Read more
Kolom

Dari startup kebanggaan Indonesia menuju Skandal Internasional: Runtuhnya Imperium eFishery dan pelajaran bagi dunia investasi

by Ingot Simangunsong
1 Agustus 2026 | 19:08 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong TIDAK banyak yang menyangka bahwa eFishery, startup yang pernah dielu-elukan sebagai kebanggaan Indonesia di...

Read more
Kolom

Saat penjaga integritas tergoda: Membaca deretan kasus oknum KPK yang memeras dan mengkhianati amanah

by Ingot Simangunsong
1 Agustus 2026 | 13:49 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) lahir dengan satu mandat besar: menjadi benteng terakhir melawan korupsi....

Read more
Kolom

Pergantian Nanik S. Deyang: Murni alasan kesehatan atau momentum pembenahan Badan Gizi Nasional?

by Ingot Simangunsong
23 Juli 2026 | 06:17 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong PERGANTIAN kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto...

Read more

Berita Terbaru

News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

1 September 2026 | 22:42 WIB
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
SEREMONI

Tangkas Kroni Silitonga gelar reses, serap aspirasi warga Nagori Lestari Indah

31 Agustus 2026 | 16:02 WIB
News

‎Bupati Tapanuli Utara temui Kepala BBWSS II, usulkan pemulihan irigasi dan tanggul

31 Agustus 2026 | 13:13 WIB
News

Bayu Wicaksono alias Ncek pulang dari Myanmar, buronan dua tahun berakhir di Bareskrim

31 Agustus 2026 | 11:16 WIB
SEREMONI

Wali Kota ajak DMI makmurkan masjid dan masyarakat Siantar

31 Agustus 2026 | 08:48 WIB
News

“RUU Perampasan Aset: senjata baru Negara mengejar harta kejahatan, tapi siapa yang mengawasi?”

30 Agustus 2026 | 13:38 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus