Segaris.co
Senin, 22 Juni 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir
Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), dan Presidium Koalisi Bersama Rakyat (Koalisi Besar)

Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), dan Presidium Koalisi Bersama Rakyat (Koalisi Besar)

JIKA PILPRES digelar hari ini, Ganjar KALAH di Sumut

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
11 Juni 2023 | 22:05 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Sutrisno Pangaribuan

BELUM LAMA berselang Lembaga Survei LSI Denny JA merilis hasil survey elektabilitas capres di  Sumatera Utara (Sumut).

Survei tersebut digelar pada 3 hingga 14 Mei 2023 dengan melibatkan 1.200 responden. Sample survei diambil dengan metode multi-stage random sampling.

Metode survei dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Adapun margin of error survei +/- 2,9%. Hasil Elektabilitas Capres di Sumut versi LSI Denny JA: Prabowo Subianto 50%, disusul Anies Baswedan 32,6%, kemudian Ganjar Pranowo 16,2%, dan yang Tidak tahu 1,2%.

Kongres Rakyat Nasional (Kornas) adalah rekan juang politik Jokowi sejak 2014, dan memutuskan berjuang bersama Ganjar Pranowo sejak 2022. Kornas menilai hasil survei tersebut alarm bagi pendukung Ganjar.

Jika Pilpres digelar saat ini di Sumut, maka Ganjar pasti kalah.

Satu tahun “MUSANG KING” Simalungun, APA KABAR?

Dalam keadaan tersebut, Kornas memberi catatan sebagai berikut:

PERTAMA, bahwa hasil survei LSI Denny JA sebagai produk ilmu pengetahuan tentu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Hasil survei tersebut sebagai bukti permulaan bahwa ada “perubahan dan pergeseran” aspirasi rakyat dari Ganjar ke Prabowo.

Adanya sikap Parpol dan pendukung Ganjar yang “mengakui dan menerima” hasil survei jika tinggi, dan “meragukan dan menolak” hasil survei jika rendah adalah sikap kekanak- kanakan.

KEDUA, bahwa masyarakat Sumut “mudah kasihan”. Politisi yang kalah bertarung di Pilkada “dikasihani” masyarakat Sumut.

Mayjend (Purn.) TNI Tritamtomo, kalah di Pilgubsu 2008, terpilih jadi Anggota DPR RI 2009. Sofyan Tan kalah di Pilkada Kota Medan 2010, terpilih jadi Anggota DPR RI 2014. Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus kalah di Pilgubsu 2018, terpilih jadi Anggota DPR RI 2019. Saat ini Prabowo Subianto “dikasihani” masyarakat Sumut pasca kekalahan dari Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019.

Durian “Warisan” dan “Musang King” yang dipandang sebelah mata

KETIGA, bahwa kesediaan Prabowo merendahkan hati, “turun” dari capres dua kali menjadi pembantu Presiden Jokowi di kabinet, dihargai masyarakat.

Prabowo dianggap negarawan dan kesatria, rela “berkorban” untuk kepentingan bangsa dan negara. Prabowo dianggap sebagai sosok yang rendah hati, tidak angkuh, dan tidak sombong.

KEEMPAT, bahwa Sumut adalah provinsi “para ketua” , dan provinsi “anak raja”. Maka hubungan masyarakat “egaliter”, sehingga semua  orang disebut “ketua”.

Penggunaan istilah “petugas partai” bagi pemimpin atau calon pemimpin dinilai merendahkan, melecehkan.

Masyarakat tidak menerima relasi kuasa antara “bos dan anak buah”, antara “pemilik dan penyewa”  ditampilkan dalam ruang publik.

Gamot Huta I, Sudarno: “Mohon Pak Bupati Simalungun prioritaskan bangun jalan 12 kilometer”

KELIMA, bahwa kemenangan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 di Sumut diperoleh dari kawasan pantai barat dan dataran tinggi Sumut.

Sejumlah daerah menyumbang persentasi kemenangan di atas 90% suara pemilih sah. Kawasan tersebut “solider” terhadap Israel, sedang di pantai timur, dimana Jokowi kalah, “solider” terhadap Palestina.

Penolakan Ganjar terhadap keikutsertaan Israel di Piala Dunia FIFA U20 dinilai sebagai tindakan mencampuradukkan olahraga dengan politik, serta “mencampuri urusan luar negeri.

Akibatnya pendukung Jokowi mengalihkan dukungan kepada Prabowo, meski Prabowo tidak memberi pernyataan apapun.

KEENAM, bahwa pasca Ganjar diumumkan sebagai bacapres, Jumat (21/4/2023) belum ada gerakan yang terstruktur, sistematis, dan massif dari Parpol pendukung Ganjar.

Semua Parpol masih “menunggu petunjuk dan arahan pusat”. Masih “sibuk” dengan urusan penyusunan daftar caleg.

Kemungkinan perubahan sistem Pemilu dari terbuka menjadi tertutup juga memengaruhi konsolidasi Parpol.

Sudarno: “Tahun 2016 jalan utama dibeton, kemudian ditetapkan jadi jalan kabupaten”

Pemilu 2024 direncanakan digelar pada Rabu (14/2/2024). Kornas meyakini akan terjadi perubahan peta suara dan kebangkitan pendukung Ganjar dengan tindakan sebagai berikut:

PERTAMA, bahwa masyarakat di kawasan pantai barat dan kawasan pegunungan di Sumut butuh penjelasan dari Ganjar dan pendukungnya.

Ganjar harus segera menyampaikan pernyataan klarifikasi secara jujur, tulus, dan terbuka. Menjelaskan alasan detail sikapnya yang menolak kehadiran dan keikutsertaan Israel di Piala Dunia FIFA U20.

KEDUA, bahwa penggunaan istilah “petugas partai” yang disampaikan berulang di ruang terbuka hendaknya dihentikan.

Istilah itu bermanfaat secara internal, tetapi menjadi mudarat bagi masyarakat. Ganjar tidak mendapat tambahan suara jika selalu disebut sebagai petugas partai.

KETIGA, bahwa harus dilakukan pemisahan tugas antara pemenangan Pileg dan Pilpres. Pengurus dan anggota Parpol yang maju dalam Pileg akan konsentrasi memenangkan dirinya.

Urusan Pilpres lebih baik diserahkan kepada pengurus dan anggota yang tidak maju di Pileg.

KEEMPAT, bahwa sebagai provinsi para ketua dan anak raja, masyarakat Sumut “egaliter”, suka kesetaraan.

Maka seluruh bentuk keangkuhan, kesombongan, eksklusivitas, dan perasaan “mentang- mentang” tim pendukung Ganjar harus dihentikan.

KELIMA, bahwa masyarakat Sumut memiliki harga diri yang tinggi. Maka masyarakat Sumut tidak dapat dirayu dan dibujuk dengan hadiah atau janji berupa uang dan sembako.

Seluruh tindakan Caleg yang mendompleng nama Ganjar memberi hadiah atau janji berupa uang dan sembako harus dihentikan karena dinilai merendahkan para “ketua dan anak raja”.

Kornas meyakini provinsi para ketua dan anak raja, Sumut dapat direbut kembali dan dimenangkan oleh Ganjar dengan cara membujuk dan memeluk kembali rakyat. Menghilangkan sifat-sifat angkuh, sombong dan tinggi hati.

Hasil survei yang sangat kecil dapat berubah jika dan hanya jika pendukung Ganjar mampu meyakinkan rakyat bahwa “Ganjar Milik Kita” seperti “Jokowi Adalah Kita”.

Penulis, Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), dan Presidium Koalisi Bersama Rakyat (Koalisi Besar)

 

Tags: GanjarGanjar PronowoPranowosegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

“Membaca pesan suci di balik nama Josepha Alexandra”

by Ingot Simangunsong
17 Mei 2026 | 06:27 WIB
0

Catatan| Mauliate Simorangkir DI dalam labirin birokrasi yang kerap terjebak dalam pola konvensional status quo, otoritas sering kali bermutasi menjadi...

Read more
Buah Pikir

Lelang jabatan di Taput, Dinas Pekerjaan Umum dulu “diburu” kini tidak diminati

by Ingot Simangunsong
14 April 2026 | 08:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang DULU jabatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat( PUPR) adalah jabatan yang sangat seksi dan "diburu"...

Read more
Buah Pikir

Sistem meritokrasi untuk calon Kadis Pendidikan Tapanuli Utara

by Ingot Simangunsong
2 Maret 2026 | 12:13 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang KENAPA jabatan Kepala Dinas Pendidikan sangat penting di Tapanuli Utara? Karena ada filosofi orang Batak "Anakhon...

Read more
Buah Pikir

SMAN 3 PlusTarutung berprestasi dengan biaya sangat murah

by Ingot Simangunsong
26 Februari 2026 | 07:40 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang MANTAN Bupati Tapanuli Utara 2 periode Torang Lumbantobing (Toluto), seorang lulusan STMN Pansurnapitu ( SMKN2 Siatas...

Read more
Buah Pikir

Gaya dan Pola Solo vs Gaya dan Pola Batak

by Ingot Simangunsong
12 Februari 2026 | 06:53 WIB
0

Oleh | Dr Mauliate Simorangkir, M.Si SETELAH istilah 'omon-omon' populer, kini muncul istilah baru yaitu 'garong' yang dipopulerkan oleh Bapak...

Read more
Sutrisno Pangaribuan
Buah Pikir

Risiko dipimpin Gubernur yang tidak kompeten

by Ingot Simangunsong
11 Februari 2026 | 20:34 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan PENGUNDURAN diri ASN dari jabatan tinggi pratama (eselon 2) di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tidak...

Read more

Berita Terbaru

News

Wali Kota buka FASI XIII Sumut 2026 di Pematangsiantar

20 Juni 2026 | 15:33 WIB
News

PD Pasar Horas Jaya verifikasi pedagang korban kebakaran Pasar Dwikora untuk penyaluran bantuan

19 Juni 2026 | 22:07 WIB
News

Siapa berhak menentukan posisi politik PDI Perjuangan?

19 Juni 2026 | 10:38 WIB
News

Wakil Bupati Taput canangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026

18 Juni 2026 | 14:25 WIB
News

Bane Raja Manalu salurkan beasiswa PIP Aspirasi

18 Juni 2026 | 13:48 WIB
News

Wali Kota tinjau lokasi kebakaran Pasar Dwikora, 311 kios dilaporkan terbakar

18 Juni 2026 | 12:57 WIB
Kolom

Dharma Pongrekun vs UU Kesehatan: Melindungi Rakyat atau Melemahkan Penanganan Wabah?

17 Juni 2026 | 06:40 WIB
News

‎Bupati Taput tekankan pendidikan karakter di tengah era AI

16 Juni 2026 | 08:31 WIB
News

17 pejabat administrator di Pemkab Taput dilantik

16 Juni 2026 | 07:52 WIB
News

“Budiman, mahasiswa, dan harga sebuah konsistensi”

16 Juni 2026 | 01:52 WIB
Kolom

Dari Pengkritik menjadi Pemuji: Perjalanan sunyi seorang aktivis

16 Juni 2026 | 00:45 WIB
News

Hadiri Ibadah HKI Minggu II Dung Trinitatis, Wabup: “Menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab”

15 Juni 2026 | 09:39 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita