MEDAN, SEGARIS.CO — KETUA DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDI Perjuangan Kota Medan di Tiara Convention Center, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (25/8/2026).
Musancab tersebut diikuti ratusan kader dari tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC), Ranting hingga Anak Ranting.
Dalam arahannya, Rapidin meminta seluruh jajaran partai, khususnya anggota legislatif Fraksi PDI Perjuangan, memperkuat kerja politik hingga ke tingkat akar rumput.
Libatkan PAC dan Ranting dalam kerja legislatif
Rapidin meminta kader PDI Perjuangan yang duduk di lembaga legislatif melibatkan PAC dan Ranting dalam setiap program kerja, termasuk kegiatan reses dan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper).
“Saya meminta kader-kader PDI Perjuangan yang menduduki jabatan legislatif untuk melibatkan PAC dan Ranting dalam setiap program kerja, baik reses maupun Sosper. Dikombinasikan dan disinergikan,” ujar Rapidin.
Menurutnya, kehadiran kader di tengah masyarakat harus membawa manfaat nyata dan tidak sekadar menunjukkan keberadaan politik.
“Kita turun ke bawah bukan untuk pamer, tetapi membawa program, membawa arah, dan memperjuangkan nasib wong cilik,” tegasnya.
Rapidin juga menekankan pentingnya sinergi antara anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD dengan struktur partai di tingkat PAC dan Ranting.
Ia menegaskan, kader yang telah mendapat mandat sebagai anggota legislatif tidak boleh berjalan sendiri tanpa melibatkan mesin partai di tingkat bawah.
“Saya minta kader PDI Perjuangan di legislatif melibatkan PAC dan Ranting dalam setiap program kerja, seperti reses maupun Sosper. Target kita di Medan harus naik dari 9 menjadi 15 kursi. Kuncinya hanya satu: solid, kompak, dan bersatu,” katanya.

Serukan perlawanan terhadap ketidakadilan
Dalam kesempatan tersebut, Rapidin juga membakar semangat kader dengan membacakan teks lagu Indonesia Raya 3 Stanza.
Ia mengingatkan bahwa perjuangan PDI Perjuangan harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan keadilan sosial serta tidak diarahkan untuk kepentingan individu maupun segelintir kelompok.
“Jangan pernah takut dan jangan diam seribu bahasa melihat ketidakadilan di sekitar kita. Bersuaralah untuk Indonesia Raya,” serunya.
Penataan struktur hingga Anak Ranting
Musancab PDI Perjuangan se-Kota Medan tersebut diselenggarakan berdasarkan surat resmi DPC PDI Perjuangan Kota Medan dan arahan DPD Partai.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penataan struktur kepengurusan partai hingga tingkat Anak Ranting.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah fungsionaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, antara lain Wakil Ketua DPD Dameria Pangaribuan, Meryl Saragih, Sorta Siahaan, R. Mawarni Tampubolon, Sarma Hutajulu, Muhammad Afan, Mangapul Purba, Samulya Surya Indra, Landen Marbun, Taviv Ginting, dan Wong Chun Sen.
Hadir pula Wakil Sekretaris DPD Darsen Song dan Syarifah Alatas serta Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Soetarto.
Dari DPC PDI Perjuangan Kota Medan hadir Ketua DPC Hasyim, Sekretaris Boydo HK Panjaitan, dan Bendahara Ustadz Fuad Akbar.
Sementara anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan yang hadir di antaranya Wong Chun Sen, Paul MA Simanjuntak, Jusuf Ginting, Johannes Hutagalung, Agus Setiawan, Lily Tan, dan Margareth MS. Sedangkan Robi Barus dan David RG Sinaga tidak hadir.
Evaluasi 21 PAC
Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumut, Sutrisno Pangaribuan, mengatakan Musancab PDI Perjuangan se-Kota Medan menjadi momentum evaluasi terhadap kinerja 21 Pengurus Anak Cabang (PAC).
Selain evaluasi, kegiatan tersebut juga membahas penyusunan program kerja serta pengumuman Ketua PAC bersama dua orang pendamping berdasarkan hasil pleno DPD.
“Rangkaian akhirnya adalah penyusunan struktur personalia pengurus PAC dan pelantikan pengurus 21 PAC se-Kota Medan,” kata Sutrisno.
Dengan selesainya seluruh rangkaian Musancab, kepengurusan PAC PDI Perjuangan di 21 kecamatan se-Kota Medan dinyatakan telah terbentuk 100 persen.
Musancab ini sekaligus menjadi bagian dari konsolidasi organisasi PDI Perjuangan di Kota Medan untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat paling bawah serta menghadapi agenda politik ke depan. (Rel/Ingot Simangunsong/***]







