Segaris.co
Sabtu, 31 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

Raker MAA 2025 rumuskan enam rekomendasi strategis penguatan adat Aceh

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
18 November 2025 | 16:55 WIB
in News

BANDA ACEH — SEGARIS.CO —  RAPAT Kerja Majelis Adat Aceh (MAA) Tahun 2025 yang digelar di Hotel Ayani, Banda Aceh, Selasa (18/11), menghasilkan sejumlah rekomendasi kunci untuk memperkuat kembali peran dan fungsi adat Aceh dalam kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan DR. Iskandar Hasibuan di sela-sela pelaksanaan rapat kerja kepada para wartawan.

Kegiatan yang diikuti MAA Provinsi Aceh, tujuh perwakilan MAA wilayah, serta seluruh ketua MAA kabupaten/kota itu menjadi momentum konsolidasi untuk mempertegas posisi adat Aceh di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Menurut Iskandar, raker ini penting guna memastikan pelestarian adat tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Rapat kerja dibuka dengan penyampaian Wali Nanggroe Aceh, Gubernur Aceh, Komisi VII DPRA, serta Ketua MAA Provinsi.

Seluruh narasumber menekankan bahwa adat Aceh bukan sekadar identitas budaya, melainkan fondasi pembinaan masyarakat yang selama ratusan tahun terpelihara harmonis dengan nilai-nilai Syariat Islam.

Setelah melalui pembahasan intensif, peserta raker menyepakati enam rekomendasi besar sebagai arah penguatan adat Aceh ke depan.

Adat sebagai rujukan kebijakan pemerintah

Rekomendasi pertama meminta agar setiap kebijakan Pemerintah Aceh, termasuk pemerintah kabupaten/kota, mengakomodasi nilai-nilai adat.

MAA menilai pendekatan ini penting untuk mencegah konflik sosial, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam, sekaligus memastikan pembangunan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat gampong.

Pendidikan adat masuk kurikulum

Rekomendasi berikutnya menegaskan perlunya memasukkan pendidikan adat Aceh dalam kurikulum seluruh satuan pendidikan.

Selain bernilai historis, pendidikan adat dinilai menjadi instrumen penting pembentukan karakter generasi muda agar tetap selaras dengan Syariat Islam di era globalisasi.

MAA juga mendorong penerapan pendidikan adat hingga ke tingkat perguruan tinggi.

Sembilan program penguatan adat

Untuk memperkuat implementasi adat di seluruh Aceh, MAA merumuskan sembilan program prioritas, antara lain:

Pembentukan gampong percontohan adat di setiap kabupaten/kota,

Kewajiban penyusunan Reusam sebagai aturan adat di tingkat gampong,

Revitalisasi pendidikan adab berbasis adat setempat,

Kewajiban penggunaan pakaian adat Aceh setiap pekan bagi pelajar dan aparatur pemerintah,

Pembinaan keluarga Meuadab,

Pelatihan peradilan adat di seluruh kabupaten/kota,

Pembentukan Tim Pendampingan Qanun Adat,

Digitalisasi dan kodifikasi adat Aceh.

Digitalisasi adat disebut sebagai langkah strategis untuk memastikan kekayaan adat Aceh terdokumentasi dengan baik dan mudah diakses generasi mendatang.

Advokasi dana Otsus dan revisi qanun MAA

Raker juga menyoroti perlunya alokasi tetap Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk pembinaan adat.

Menurut MAA, kebutuhan penguatan adat masih belum diimbangi dukungan anggaran yang memadai.

Selain itu, peserta raker merekomendasikan revisi Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2019 tentang Majelis Adat Aceh.

Pembaruan regulasi dinilai penting agar kelembagaan MAA lebih adaptif dan mampu menjawab tantangan sosial budaya masa kini.

Pertimbangan adat dalam penetapan pejabat publik

Rekomendasi terakhir menekankan pentingnya mempertimbangkan pandangan adat dalam proses penunjukan pejabat publik di Aceh.

Langkah ini dianggap perlu untuk memastikan pejabat yang dipilih memahami keistimewaan Aceh dan mampu menjaga nilai-nilai adat dalam tata kelola pemerintahan.

Raker MAA 2025 menjadi penegasan bahwa lembaga adat Aceh berkomitmen memperkokoh identitas dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

Masyarakat Aceh berharap rekomendasi tersebut dapat diimplementasikan oleh pemerintah Aceh, Wali Nanggroe, serta seluruh struktur adat, sehingga warisan budaya Aceh tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang. [T DJAMALUDDIN/***]

Tags: Banda Acehpenguatan adat AcehsegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
News

SMAS St Maria Tarutung berbenah, perkuat mutu pendidikan dan cetak generasi berprestasi

by Ingot Simangunsong
30 Oktober 2026 | 12:02 WIB
0

TARUTUNG, SEGARIS.CO – SMAS St Maria Tarutung terus melakukan pembenahan dan pengembangan untuk meningkatkan mutu pendidikan, baik di bidang akademik...

Read more
News

Wakil Bupati Taput buka Festival Ulos dan Fashion 2026

by Ingot Simangunsong
30 Oktober 2026 | 11:13 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO -- WAKIL BUPATI Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, membuka Festival Ulos dan Fashion Kabupaten Tapanuli Utara Tahun...

Read more
Oplus_131072
News

Pemkab Tapanuli Utara apresiasi pelatihan kerajinan bambu dan rotan Kemenperin RI

by Ingot Simangunsong
29 Oktober 2026 | 20:05 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO -- PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli Utara menyambut baik dan mengapresiasi Pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru IKM Kerajinan...

Read more
News

Pemkab Taput dukung pengembangan wirausaha baru

by Ingot Simangunsong
29 Oktober 2026 | 19:55 WIB
0

  TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO -- WAKIL BUPATI Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, menghadiri pembukaan kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru...

Read more
News

LANDEN MARBUN: Dari Jalan Metal, Parlemen Medan, hingga menatap tata kelola Amerika Serikat

by Ingot Simangunsong
29 Oktober 2026 | 07:37 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong POLITIK sering kali dibaca melalui angka: berapa suara yang diperoleh, berapa kali seseorang terpilih, atau berapa...

Read more
News

Di Tanah Jawa, Kejari Simalungun temukan pekerjaan revitalisasi sekolah yang perlu diperbaiki

by Ingot Simangunsong
28 Oktober 2026 | 20:45 WIB
0

SIMALUNGUN, SEGARIS.CO – KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Simalungun melalui Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) memantau pelaksanaan revitalisasi sarana pendidikan di SMP...

Read more

Berita Terbaru

News

SMAS St Maria Tarutung berbenah, perkuat mutu pendidikan dan cetak generasi berprestasi

30 Oktober 2026 | 12:02 WIB
News

Wakil Bupati Taput buka Festival Ulos dan Fashion 2026

30 Oktober 2026 | 11:13 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara apresiasi pelatihan kerajinan bambu dan rotan Kemenperin RI

29 Oktober 2026 | 20:05 WIB
News

Pemkab Taput dukung pengembangan wirausaha baru

29 Oktober 2026 | 19:55 WIB
Buah Pikir

Wakil Bupati Taput: “Manfaatkan teknologi digital mencari informasi agar menjadi guru yang adaptif”

29 Oktober 2026 | 11:51 WIB
News

LANDEN MARBUN: Dari Jalan Metal, Parlemen Medan, hingga menatap tata kelola Amerika Serikat

29 Oktober 2026 | 07:37 WIB
News

Di Tanah Jawa, Kejari Simalungun temukan pekerjaan revitalisasi sekolah yang perlu diperbaiki

28 Oktober 2026 | 20:45 WIB
News

Landen Marbun: “Jika penangkapan dan pengungkapan dilakukan setelah ada korban, maka kita terlambat satu langkah”

28 Oktober 2026 | 20:33 WIB
Tak Berkategori

Kapolres Pematangsiantar hadiri kirab kebangsaan dan doa lintas agama sambut Sumpah Pemuda

28 Oktober 2026 | 10:24 WIB
News

Bupati Taput tekankan peran strategis guru dalam meningkatkan kualitas SDM

28 Oktober 2026 | 10:11 WIB
News

Jhonson M Silaban pimpin SMSI Tapanuli Utara

28 Oktober 2026 | 10:01 WIB
News

Berawal dari arisan ibu-ibu, CU Maju Tarutung kini bermodal Rp126 miliar

27 Oktober 2026 | 13:52 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus