Segaris.co
Minggu, 19 Juli 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

Pengkhianatan dari anak bangsa sendiri (refleksi Hari Pahlawan)

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
10 November 2025 | 13:29 WIB
in Buah Pikir

Oleh: DR. Nursanjaya Abdullah

SETIAP kali kita membuka lembaran sejarah negeri ini, selalu ada luka yang menganga di antara barisan perjuangan dan pengorbanan.

Bukan semata karena peluru penjajah yang menembus dada para pahlawan, tetapi karena tikaman dari belakang — dari anak bangsa sendiri yang menjual kehormatan dan tanah airnya demi tahta, harta, atau rasa takut kehilangan kekuasaan.

Sejarah Indonesia penuh dengan kisah semacam itu. Pangeran Diponegoro dikhianati oleh bangsanya sendiri hingga ditangkap di Magelang.

Sultan Hasanuddin, yang dijuluki “Ayam Jantan dari Timur”, tumbang karena pengkhianatan bangsawan lokal yang lebih memilih berdamai dengan VOC.

Di tanah Minangkabau, Perang Padri yang sejatinya hendak menegakkan nilai-nilai agama dan menentang kolonialisme justru retak karena perpecahan antar sesama pribumi.

Di Aceh, kisah kepahlawanan Teungku Chik di Tiro dan Cut Nyak Dhien juga menyimpan luka karena pengkhianatan.

Kedua tokoh ini menjadi simbol perlawanan gigih terhadap kolonialisme Belanda.

Namun perjuangan mereka tidak hanya diuji oleh kekuatan asing, melainkan juga oleh dinamika internal: ada tokoh-tokoh lokal dan kepentingan elite yang, karena alasan politik, ekonomi, atau pragmatisme, memilih bernegosiasi atau berkompromi dengan penjajah.

Pilihan-pilihan internal semacam itu melemahkan jaringan perlawanan, memecah solidaritas, dan memberi kesempatan bagi kekuatan luar untuk mengeksploitasi celah-celah itu.

Akibatnya, perjuangan heroik tetap berjalan, tetapi terbagi, dan kemenangan sulit diraih bila dukungan satu bangsa itu sendiri goyah.

Bahkan setelah proklamasi kemerdekaan, aroma pengkhianatan tak hilang. Ketika sebagian anak bangsa berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan darah dan air mata, sebagian lain memilih berkompromi dengan penjajah atau kemudian menukarkan amanah publik dengan keuntungan pribadi.

Dalam bab-bab kelam pasca-kemerdekaan, pengkhianatan juga menjelma dalam bentuk baru: korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan pengkhianatan terhadap nilai-nilai moral yang menjadi dasar berdirinya republik ini.

Refleksi semacam ini bukanlah untuk menebar kebencian, melainkan untuk mengingatkan: ancaman terbesar kerap berasal dari dalam — dari mereka yang lupa amanah dan mudah tergoda oleh keuntungan sesaat.

Sekali loyalitas itu terkikis, perjuangan yang paling suci pun bisa runtuh bukan karena keunggulan musuh, melainkan karena retak di dalam barisan sendiri.

Kita yang hidup sekarang memikul tanggung jawab untuk menjaga sejarah agar tak berulang dalam bentuk baru. Mengenang Teungku Chik di Tiro, Cut Nyak Dhien, Diponegoro, dan para pahlawan lain bukan sekadar upacara simbolis; itu adalah panggilan agar kita menegakkan integritas, menolak korupsi, menumbuhkan keberanian moral, dan membangun solidaritas yang melampaui kepentingan sempit.

Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang sedikit pengkhianatnya — dan yang paling berat bagi kita adalah mencegah menjadi bagian dari mereka yang suatu hari akan menuliskan nama kita dalam lembaran pengkhianatan.

 

Penulis, DR. Nursanjaya Abdullah, adalah Dosen UNIMAL Lho’ Seumawe.

Tags: Hari PahlawanPengkhianatan dari anak bangsa sendiriRefleksisegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

“Membaca pesan suci di balik nama Josepha Alexandra”

by Ingot Simangunsong
17 Mei 2026 | 06:27 WIB
0

Catatan| Mauliate Simorangkir DI dalam labirin birokrasi yang kerap terjebak dalam pola konvensional status quo, otoritas sering kali bermutasi menjadi...

Read more
Buah Pikir

Lelang jabatan di Taput, Dinas Pekerjaan Umum dulu “diburu” kini tidak diminati

by Ingot Simangunsong
14 April 2026 | 08:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang DULU jabatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat( PUPR) adalah jabatan yang sangat seksi dan "diburu"...

Read more
Buah Pikir

Sistem meritokrasi untuk calon Kadis Pendidikan Tapanuli Utara

by Ingot Simangunsong
2 Maret 2026 | 12:13 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang KENAPA jabatan Kepala Dinas Pendidikan sangat penting di Tapanuli Utara? Karena ada filosofi orang Batak "Anakhon...

Read more
Buah Pikir

SMAN 3 PlusTarutung berprestasi dengan biaya sangat murah

by Ingot Simangunsong
26 Februari 2026 | 07:40 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang MANTAN Bupati Tapanuli Utara 2 periode Torang Lumbantobing (Toluto), seorang lulusan STMN Pansurnapitu ( SMKN2 Siatas...

Read more
Buah Pikir

Gaya dan Pola Solo vs Gaya dan Pola Batak

by Ingot Simangunsong
12 Februari 2026 | 06:53 WIB
0

Oleh | Dr Mauliate Simorangkir, M.Si SETELAH istilah 'omon-omon' populer, kini muncul istilah baru yaitu 'garong' yang dipopulerkan oleh Bapak...

Read more
Sutrisno Pangaribuan
Buah Pikir

Risiko dipimpin Gubernur yang tidak kompeten

by Ingot Simangunsong
11 Februari 2026 | 20:34 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan PENGUNDURAN diri ASN dari jabatan tinggi pratama (eselon 2) di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tidak...

Read more

Berita Terbaru

News

‎Pemkab Taput lakukan penyegaran birokrasi, tekankan kompetensi dan integritas

19 Juli 2026 | 18:34 WIB
News

‎Bupati Taput dorong penguatan karakter ‘SAITAPAIAS’ dan literasi ‘TAPAMAJUMA’ di SMPN 1 Tarutung

19 Juli 2026 | 16:15 WIB
News

19 Juli 2026 | 14:25 WIB
News

Residivis Narkoba ditangkap di depan Gereja HKBP Sukadame, sabu dan ganja disita

19 Juli 2026 | 13:57 WIB
News

Timsus Dayok Mirah patroli malam, amankan dua motor berknalpot brong

19 Juli 2026 | 11:42 WIB
News

Wesly Silalahi hadiri Reuni Akbar SMP Cinta Rakyat 1, kenang masa sekolah

19 Juli 2026 | 05:12 WIB
News

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan mediasi perselisihan Aantarwarga

18 Juli 2026 | 15:15 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar pimpin latihan menembak tingkatkan kesiapsiagaan personel

18 Juli 2026 | 15:03 WIB
News

Polres Pematangsiantar gelar Baksos di Panti Jompo

18 Juli 2026 | 14:14 WIB
Kolom

Dari kemiskinan menuju kebangkitan: Perjalanan Etiopia menjadi Negara yang terus bertumbuh

18 Juli 2026 | 07:53 WIB
News

UPDATE: Korban meninggal kecelakaan beruntun di Sibolangit bertambah menjadi 4 orang

17 Juli 2026 | 18:24 WIB
News

Kecelakaan beruntun libatkan tujuh kendaraan di Sibolangit, satu orang dilaporkan meninggal

17 Juli 2026 | 18:00 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita