Segaris.co
Minggu, 18 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

Pengkhianatan dari anak bangsa sendiri (refleksi Hari Pahlawan)

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
10 November 2025 | 13:29 WIB
in Buah Pikir

Oleh: DR. Nursanjaya Abdullah

SETIAP kali kita membuka lembaran sejarah negeri ini, selalu ada luka yang menganga di antara barisan perjuangan dan pengorbanan.

Bukan semata karena peluru penjajah yang menembus dada para pahlawan, tetapi karena tikaman dari belakang — dari anak bangsa sendiri yang menjual kehormatan dan tanah airnya demi tahta, harta, atau rasa takut kehilangan kekuasaan.

Sejarah Indonesia penuh dengan kisah semacam itu. Pangeran Diponegoro dikhianati oleh bangsanya sendiri hingga ditangkap di Magelang.

Sultan Hasanuddin, yang dijuluki “Ayam Jantan dari Timur”, tumbang karena pengkhianatan bangsawan lokal yang lebih memilih berdamai dengan VOC.

Di tanah Minangkabau, Perang Padri yang sejatinya hendak menegakkan nilai-nilai agama dan menentang kolonialisme justru retak karena perpecahan antar sesama pribumi.

Di Aceh, kisah kepahlawanan Teungku Chik di Tiro dan Cut Nyak Dhien juga menyimpan luka karena pengkhianatan.

Kedua tokoh ini menjadi simbol perlawanan gigih terhadap kolonialisme Belanda.

Namun perjuangan mereka tidak hanya diuji oleh kekuatan asing, melainkan juga oleh dinamika internal: ada tokoh-tokoh lokal dan kepentingan elite yang, karena alasan politik, ekonomi, atau pragmatisme, memilih bernegosiasi atau berkompromi dengan penjajah.

Pilihan-pilihan internal semacam itu melemahkan jaringan perlawanan, memecah solidaritas, dan memberi kesempatan bagi kekuatan luar untuk mengeksploitasi celah-celah itu.

Akibatnya, perjuangan heroik tetap berjalan, tetapi terbagi, dan kemenangan sulit diraih bila dukungan satu bangsa itu sendiri goyah.

Bahkan setelah proklamasi kemerdekaan, aroma pengkhianatan tak hilang. Ketika sebagian anak bangsa berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan darah dan air mata, sebagian lain memilih berkompromi dengan penjajah atau kemudian menukarkan amanah publik dengan keuntungan pribadi.

Dalam bab-bab kelam pasca-kemerdekaan, pengkhianatan juga menjelma dalam bentuk baru: korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan pengkhianatan terhadap nilai-nilai moral yang menjadi dasar berdirinya republik ini.

Refleksi semacam ini bukanlah untuk menebar kebencian, melainkan untuk mengingatkan: ancaman terbesar kerap berasal dari dalam — dari mereka yang lupa amanah dan mudah tergoda oleh keuntungan sesaat.

Sekali loyalitas itu terkikis, perjuangan yang paling suci pun bisa runtuh bukan karena keunggulan musuh, melainkan karena retak di dalam barisan sendiri.

Kita yang hidup sekarang memikul tanggung jawab untuk menjaga sejarah agar tak berulang dalam bentuk baru. Mengenang Teungku Chik di Tiro, Cut Nyak Dhien, Diponegoro, dan para pahlawan lain bukan sekadar upacara simbolis; itu adalah panggilan agar kita menegakkan integritas, menolak korupsi, menumbuhkan keberanian moral, dan membangun solidaritas yang melampaui kepentingan sempit.

Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang sedikit pengkhianatnya — dan yang paling berat bagi kita adalah mencegah menjadi bagian dari mereka yang suatu hari akan menuliskan nama kita dalam lembaran pengkhianatan.

 

Penulis, DR. Nursanjaya Abdullah, adalah Dosen UNIMAL Lho’ Seumawe.

Tags: Hari PahlawanPengkhianatan dari anak bangsa sendiriRefleksisegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more

Berita Terbaru

News

Tiga warga apresiasi Daud Simanjuntak, keluhan infrastruktur cepat ditindaklanjuti

18 Oktober 2026 | 08:46 WIB
News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus