Segaris.co
Minggu, 1 November 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

Harun Masiku dicari, Muryanto Amin dinanti

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
6 September 2025 | 15:46 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Sutrisno Pangaribuan

BELUM lama berselang, Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan OTT terhadap Wamenaker Immanuel Ebenezer (Noel) yang melakukan  pemerasan terhadap perusahaan yang mengurus sertifikasi K3, bukan pengalihan isu dari dugaan keterlibatan Bobby Nasution, menantu Jokowi dalam perkara suap proyek jalan di Sumatera Utara (Sumut).

Setyo menyatakan hal tersebut menjawab pertanyaan wartawan dalam jumpa pers penetapan status tersangka Noel, Ketum Jokowi Mania tersebut, Jumat (22/8/2025) di gedung Merah Putih KPK, kawasan Kuningan, Jakarta.

Setyo mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa KPK tidak menargetkan siapapun untuk ditangkap atau diperiksa.

KPK tidak dapat ditekan pihak manapun untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Demikian halnya dengan perkembangan kasus yang melibatkan Topan Obaja Putra Ginting (TOP), anak buah menantu Jokowi. TOP terjaring OTT KPK pada Kamis (26/6/2025) terkait kasus korupsi jalan di Sumut.

Meski sudah memeriksa 42 orang saksi yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut, namun tidak berkembang sama sekali.

KPK tidak memiliki keberanian mengeluarkan jadwal pemanggilan dan pemeriksaan ulang terhadap Rektor USU, Muryanto Amin dan Dedy Rangkuti, sepupu kandung Bobby yang mangkir dalam pemanggilan dan pemeriksaan pertama.

Akhirnya KPK berhasil mengalihkan perhatian publik dari kasus besar korupsi jalan di Sumut ke kasus pemerasan yang dilakukan Noel, dan kasus korupsi kuota haji. Kasus korupsi Bupati Kolaka Timur dan kasus korupsi Dirut PT. Inhutani V pun kini redup.

Sebelumnya KPK memantik topik baru dengan mengeluarkan pernyataan terkait Muryanto yang disebut bagian dari circle TOP dan Bobby.

KPK yang selalu percaya diri setiap membahas Harun Masiku, namun taring tumpul ketika berhadapan dengan “Geng Medan”.

KPK yang mampu memaksa Nazaruddin mantan bendum Partai Demokrat pulang dari luar negeri, namun tidak mampu menghadirkan Muryanto Amin dan Dedy Rangkuti ke gedung merah putih KPK.

Aksi massa yang terjadi belakangan ini salah satu akibat buruknya kinerja KPK. Berbagai kasus besar dibuat kecil oleh KPK, sementara kasus usang mau dibuka.

Ocehan Setya Novanto, terpidana korupsi kasus e-KTP hendak digoreng lagi sama KPK. Kasus dana hibah di Pemprov Jatim tidak berujung, pun kasus tambang Maluku Utara, yang melahirkan “Blok Medan” akhirnya hilang.

KPK hanya mampu mengeluh atas kemampuan koruptor yang jauh melampaui kemampuan KPK saat ini.

KPK saat ini menjadi lembaga pemberantasan korupsi yang reaktif, bukan proaktif. Ikut dalam arus informasi dengan algoritma yang tinggi.

Saat muncul aksi massa di Pati, KPK reaktif dengan tiba- tiba memanggil bupati dalam dugaan keterlibatannya dalam kasus DJKA. Ketika Ridwan Kamil berseteru dengan Lisa Mariana terkait status anak, KPK memanggil Lisa Mariana yang diduga menerima aliran dana kasus korupsi bank BJB. KPK memilah dan memilih orang yang dipanggil dan diperiksa sesuai selera Infotainment.

Dalam hal menjawab aksi massa terakhir dengan tuntutan mewujudkan pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, maka Presiden Prabowo perlu merevitalisasi lembaga pemberantasan korupsi. Presiden dapat mempertimbangkan pergantian Ketua KPK beserta seluruh pimpinan KPK, mengganti Kapolri dan Jaksa Agung.

Aksi massa yang mengakibatkan hilangnya nyawa 10 orang rakyat terjadi akibat maraknya korupsi di lembaga- lembaga negara.

Maka terdapat hal ikhwal kegentingan yang memaksa Presiden Prabowo memimpin langsung pemberantasan korupsi secara tegas.

Presiden Prabowo dapat menduplikasi cara Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, dan Presiden China, Xi Jinping. Jika pelaku korupsi tidak dikejar oleh Polri, Kejagung dan KPK maka pimpinan lembaganya yang harus dicopot dan diganti.

Terhadap para pejabat negara, daerah, ASN, pegawai BUMN, BUMD serta semua orang yang wajib mengisi LHKPN, namun tidak patuh harus dipanggil dan diperiksa oleh KPK.

 

Sabtu, 6 September 2025
Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), Presidium Semangat Rakyat Anti Korupsi (Semarak)

Tags: Harun MasikunsegarisSegaris.coSutrisno Pangaribuan
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Wakil Bupati Taput: “Manfaatkan teknologi digital mencari informasi agar menjadi guru yang adaptif”

by Ingot Simangunsong
29 Oktober 2026 | 11:51 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang WAKIL Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan berhasil membuka mata dan pikiran guru guru di Tapanuli...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more

Berita Terbaru

News

SMAS St Maria Tarutung berbenah, perkuat mutu pendidikan dan cetak generasi berprestasi

30 Oktober 2026 | 12:02 WIB
News

Wakil Bupati Taput buka Festival Ulos dan Fashion 2026

30 Oktober 2026 | 11:13 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara apresiasi pelatihan kerajinan bambu dan rotan Kemenperin RI

29 Oktober 2026 | 20:05 WIB
News

Pemkab Taput dukung pengembangan wirausaha baru

29 Oktober 2026 | 19:55 WIB
Buah Pikir

Wakil Bupati Taput: “Manfaatkan teknologi digital mencari informasi agar menjadi guru yang adaptif”

29 Oktober 2026 | 11:51 WIB
News

LANDEN MARBUN: Dari Jalan Metal, Parlemen Medan, hingga menatap tata kelola Amerika Serikat

29 Oktober 2026 | 07:37 WIB
News

Di Tanah Jawa, Kejari Simalungun temukan pekerjaan revitalisasi sekolah yang perlu diperbaiki

28 Oktober 2026 | 20:45 WIB
News

Landen Marbun: “Jika penangkapan dan pengungkapan dilakukan setelah ada korban, maka kita terlambat satu langkah”

28 Oktober 2026 | 20:33 WIB
Tak Berkategori

Kapolres Pematangsiantar hadiri kirab kebangsaan dan doa lintas agama sambut Sumpah Pemuda

28 Oktober 2026 | 10:24 WIB
News

Bupati Taput tekankan peran strategis guru dalam meningkatkan kualitas SDM

28 Oktober 2026 | 10:11 WIB
News

Jhonson M Silaban pimpin SMSI Tapanuli Utara

28 Oktober 2026 | 10:01 WIB
News

Berawal dari arisan ibu-ibu, CU Maju Tarutung kini bermodal Rp126 miliar

27 Oktober 2026 | 13:52 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus