SAMOSIR — SEGARIS.CO — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Raja Sitempang Indonesia digelar pada Senin (3/3/2025) di Hotel Vantas. Mengusung tema “Melalui Rapat Kerja Mewujudkan Visi Satahi Saoloan”, pertemuan ini menjadi momentum penting bagi organisasi dalam memperkuat silaturahmi dan merumuskan arah kebijakan strategis.
Ketua Umum St. Dr. Eduard Sigalingging, M.Si. membuka dan memimpin jalannya rakernas, di mana berbagai agenda utama dibahas, termasuk pengisian kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah mekanisme pengisian posisi Ketua Umum apabila terjadi kekosongan jabatan akibat pengunduran diri atau wafatnya pejabat sebelumnya.
Eduard Sigalingging menegaskan bahwa setiap keturunan Sigalingging dan Opung Bada yang memiliki komitmen dapat bergabung dalam organisasi, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan mengenai garis keturunan Raja Sigalingging atau Parna.
Pembahasan pembangunan Tugu Raja Sitempang
Salah satu agenda utama rakernas adalah rencana pembangunan tugu Raja Sitempang.
Beberapa lokasi sempat diusulkan, yakni Talatala Pusuk Buhit, Huta Hariara Sigurdung, Upar, dan Sijambur Nabolak.
Namun, belum ada keputusan final terkait lokasi tersebut. Diskusi akan berlanjut dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus atau September mendatang, bersamaan dengan pemilihan kepengurusan baru dan pembahasan rencana anggaran organisasi.
Dalam sesi pembahasan lebih lanjut, setelah melalui pertimbangan historis dan diskusi yang mendalam, rakernas akhirnya mengerucutkan pilihan lokasi menjadi dua opsi utama: Huta Hariara Sigurdung dan Sijambur Nabolak.
Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan sejarah leluhur Raja Sitempang, sebagaimana diusulkan oleh Saut Marulak Sitanggang dan Roland Sitanggang.
“Sesuai dengan sejarah leluhur kita, Raja Sitempang, lokasi yang dapat kita pilih adalah antara Huta Hariara Sigurdung atau Sijambur Nabolak,” ujar Saut Marulak Sitanggang.
Selain itu, Hot Raja Sitanggang, selaku Asisten II, menekankan perlunya pembentukan tim teknis guna mengawal proses pembangunan tugu.
Tim ini nantinya akan diketuai oleh Sarimpol Simanihuruk dan bertugas menyusun perencanaan teknis yang matang agar proyek ini dapat berjalan dengan baik.
Kepengurusan DPD dan mekanisme penggantian
Rakernas juga menyoroti mekanisme penggantian kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Raja Sitempang Kabupaten Samosir.
Keputusan ini diserahkan kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) untuk difasilitasi lebih lanjut, dengan hasilnya akan dilaporkan kepada DPP.
Keputusan tersebut mengacu pada dokumen resmi bernomor IO/SRT-BPH/X/2023, poin 3, tertanggal 10 Desember 2023.
Menanggapi perbincangan terkait kepengurusan, Opung Gabe Sitanggang menegaskan bahwa rakernas ini bukan forum pemilihan pengurus, melainkan sarana untuk merumuskan program-program strategis organisasi.
Pernyataan ini mendapat sambutan positif dari peserta rakernas yang menekankan pentingnya fokus pada penguatan organisasi serta pelestarian budaya leluhur.
Dengan berbagai keputusan yang dihasilkan dalam Rakernas Raja Sitempang Indonesia 2025, diharapkan organisasi ini semakin solid dan mampu merealisasikan visi serta misinya dalam melestarikan warisan budaya dan mempererat hubungan antar keturunan Raja Sitempang. [Sri Intan Sinaga/***]





