Segaris.co
Sabtu, 17 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Birokrasi rumit dan gagasan besar SWASEMBADA PANGAN

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
17 November 2024 | 13:09 WIB
in Kolom

catatan | ingot simangunsong

MENTERI Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyoroti kompleksitas birokrasi dalam penyaluran pupuk subsidi di Indonesia.

Menurutnya, proses distribusi pupuk subsidi memerlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang cukup panjang, sehingga menyulitkan petani mendapatkan akses tepat waktu.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan bahwa upaya mencapai swasembada pangan tidak hanya melibatkan Kementerian Pertanian, tetapi juga berbagai pihak seperti Badan Pangan Nasional, Pupuk Indonesia, hingga Bulog.

Kerja sama antarinstansi ini, kata Zulhas, menjadi kunci untuk mendukung produktivitas sektor pertanian.

Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan pupuk sebagai salah satu faktor utama peningkatan hasil pertanian.

Namun, jalur distribusi yang berbelit membuat pupuk subsidi sulit sampai ke tangan petani secara efektif. Hal ini, menurut Zulhas, perlu segera diatasi agar target swasembada pangan dapat tercapai.

[Hal ini disampaikannya dalam sambutan Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama, di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Senin 11 November 2024.]

*****

APA yang disampaikan Zulhas tersebut, bukanlah hal baru, dan sudah menjadi rahasia umum, yang justru menjadi tanda tanya, bagaimana bisa pendistribusian pupuk menjadi rumit, karena pengaturan regulasi serta jalur distribusi pupuk ada di tangan para pejabat tinggi.

Jika terjadi “gangguan” pendistribusian pupuk, tentu Zulhas dan para pejabat tinggi di kementerian dan badan usaha, yang paling kuat merasakan di titik – titik mana terjadinya gangguan serta tangan – tangan jahil milik siapa yang mengganggu distribusi pupuk.

Tuangkus Harianja; “Kolaborasi HKTI Sumut, petani, pengusaha dan asuransi untuk SWASEMBADA PANGAN”

Kalaulah benar ada yang dikatakan  MAFIA PUPUK, nahhh… yang dapat merasakan itu ya para pejabat tinggi kementerian terkait dan badan usaha yang disebut Zulhas.

Terkait masalah peredaran pupuk, Direktur Jenderal Prasarana dan Saran Pertanian, Kementerian Pertanian, telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: 45.2/KPTS/SR.840/B/11/2022 tentang Petunjuk Teknis Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida Tahun 2023.

Dengan apa yang dilakukan Kementerian Pertanian itu, hal yang sama, untuk sinkronisasi terjaminnya peredaran pupuk, kementerian terkait dan badan usaha, bisa “diaminkan” ikut mengeluarkan surat keputusan yang sama.

Jika hal itu, sudah terakomodir dalam bentuk pengawasan, dan kemudian Zulhas malah curhat, ya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, seharusnyalah kembali duduk bersama dengan kementerian terkait dan badan usaha, untuk mengevaluasi kinerja komisi pengawasan pendistribusian pupuk.

*****

GAGASAN besar Presiden, Prabowo Subianto, terkait program.swasembada ketahanan pangan nasional, bukanlah sebatas omon – omon.

Presiden, Prabowo Subianto, sebagai bagian terpenting dalam kehidupan para petani Indonesia, tentu sangat memperhatikan masalah peningkatan kesejahteraan petani.

Seperti yang diungkapkan Ketua Bidang Pendidikan Pelatihan [DIKLAT] Himpunan Kerukunan Tani Indonesia [HKTI] Sumatera Utara [Sumut], Dr Tuangkus Harianja MM, MH bahwa para petani harus menjadi menejer di lahannya sendiri, bukan menjadi BURUH di lahannya sendiri.

Jadi, Zulhas tidak lagi perlu curhat terkait birokrasi yang rumit. Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulhas sebaiknya menemukan formula yang paling tepat dalam pengawasan penyaluran pupuk agar sampai ke tangan petani. Sudahilah curhat yang rada basi tersebut.

Ingat pesan tegas Presiden, Prabowo Subianto, bahwa pembantunya di Kabinet MERAH PUTIH, yang tidak sanggup merealisasikan visi misi, sebaiknya mundur dan tinggalkan kabinet.

Saatnya action Menteri Koordinator Bidang Pangan, Pak Zulhas, bukan malah curhat dan hentikan saja curhat yang beraroma basi.

Penulis, Ingot Simangunsong, Pimpinan Redaksi Segaris.co

Tags: Ketahanan PanganPanganPupukPupuk OrganiksegarisSegaris.coSwasembada
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

by Ingot Simangunsong
12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  PERNAH dengar kata pemakzulan saat berita politik lagi panas-panasnya? Biasanya istilah ini muncul ketika ada desakan...

Read more
Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more

Berita Terbaru

News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
News

Organda Medan: “Angkutan umum gratis bagi pelajar lebih efisien dari bus listrik”

11 Oktober 2026 | 18:33 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus