Segaris.co
Minggu, 4 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

ketika BOROK akan mencari jalannya SENDIRI

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2024 | 09:00 WIB
in Kolom

catatan | ingot simangunsong

SANG PENGUASA itu … sangat kampiun menyimpan BOROKnya selama bertahun – tahun. Setiap ada yang berusaha mencium borok itu, selalu saja terhalang jalan pengungkapannya.

Kenapa demikian ya! Karena, SANG PENGUASA masih mendapatkan perlindungan yang demikian kuat dari orang – orang pilihannya yang rela pasang badan.

Para pelindung itulah yang disebut sebagai anak asuhan atau sekaligus penjilat, yang senantiasa mencari dalil apa pun sebagai bentuk pembenaran atas setiap pelanggaran apa pun yang dilakukan SANG PENGUASA.

Rasa panas yang meradang

TETAPI, yang namanya borok [apalagi sejenis BISUL], akan berproses dalam kurun waktu tertentu. Borok itu — gumpalan darah kotor yang tersimpan rapi — berproses mengental sebagai nana, yang mengeluarkan rasa panas dan meradang.

Pemilik BOROK — sang penguasa — menahankan rasa sakit. Kemudian menutupi kulit luar agar tidak kelihatan warna merah karena panas nana di dalam daging.

Ketika BOROK akan mencari jalannya, dan harus MUNCRAT dengan menembus kulit tubuh, maka rasa sakit memaksa si PENGUASA untuk mengerang.

Tidak berapa lama lagi — tinggal hitungan hari saja — KEKUASAAN yang selama ini dijadikannya sebagai perisai, akan DITANGGALKAN oleh konstitusi.

Ketika taring KEKUASAAN itu, dicopot atau terpatahkan, maka aumannya sudah tidak menggetarkan. Suara aumannya terasa hampah, tidak memantulkan suara dengungan, walau sehalus apa pun.

Tabur tuai dan post power syndrom

LIHATLAH wajah PENGUASA — yang salah kaprah itu — sudah dipenuhi plek – plek hitam. PENGUASA itu sudah sering berjalan sendiri, dan sudah tidak dianggap. Kalau pun serasa berada di keramaian, suasana itu suasana setingan yang dipersiapkan.

Pepatah tabur TUAI, akan dirasakannya. Ketika ditaburnya ANGIN, maka akan dituainya BADAI. Post power syndrom, akan melilit akal dan pikirannya yang selama ini “dikerangkeng”-nya.

Denyut jantungnya — begitu KEKUASAANnya dicabut — akan berdegub kencang dan tidak teratur. Karena, dia paham betul, bahwa kehebatan anak dan menantunya, tidaklah sehebat dirinya. Dia sangat was – was jika kerapuhan kemampuan anak menantunya, akan dirobek – robek dan dicampakkan.

Terdeteksi senter LED

SENTER LED [light emitting diode] dengan energy yang tinggi dan menghasilkan cahaya yang terang, akan diarahkan kepadanya, anak-anaknya dan kroninya. Itu juga bagian dari yang diwanti – wantinya, agar kebobrokan dan boroknya tidak terdeteksi cahaya LED.

Lihat saja, gerakan mahasiswa yang sudah mendesak KPK untuk mengusut tuntas dan memeriksa berbagai dugaan kasus korupsi, “Blok Medan” yang terungkap di persidangan kasus dugaan korupsi mantan gubernur.

Kemudian, masalah keabsahan ijazah, mulai “diengkol – engkol”. Soal ribuan bahkan jutaan hektar hutan yang dibabat untuk program pembangunan dan ketahanan pangan yang dinilai merusak ekosistem lingkungan, mulai dicongkel.

Setidaknya rasa “kemanusiawian” yang sebenarnya ada pada dirinya, akan semakin tertekan karena buah hasil tuaian atas perbuatannya.

Memang tidak ada gading yang tidak retak [nah… jika hanya sebatas ini, NO PROBLEM]. Ini.. gading tidak hanya sebatas retak, namun gading sudah hancur menyerupai DEBU.

Ada dua hal yang didapat.dari apa yang disebut tabur tuai, yakni mendapatkan hukuman buatan manusia atas pelanggaran yang dilakukan dan atau menerima ganjaran dari kuasa sang pencipta.

Yang pasti… BUAH BUSUK, tidak perlu repot – repot membersihkannya karena akan jatuh dengan sendirinya.

KEBUSUKAN itu akan menyeruak aromanya, dimulai dari rontoknya sebuah KEKUASAAN.

 

 

Penulis, INGOT SIMANGUNSONG, pimpinan redaksi Segaris.co

 

Tags: BorokJalanKekuasaanpenguasasegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more
Kolom

Bukan yang pertama, Jika MA setuju apa yang membuat pemakzulan Bupati Gowa bersejarah?

by Ingot Simangunsong
14 Agustus 2026 | 12:07 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong NAMA Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kini berada dalam pusaran proses politik dan hukum...

Read more

Berita Terbaru

News

Pesan Megawati di tengah kasus MBG Karo: “Kader harus berada di tengah masyarakat”

4 Oktober 2026 | 08:52 WIB
News

Peresmian Tugu Raja Marsundung Simanjuntak di Toba dimatangkan, Pomparan dari berbagai daerah diundang

3 Oktober 2026 | 18:27 WIB
News

170 petani Samosir terima bantuan benih jagung dari Rapidin Simbolon

3 Oktober 2026 | 09:49 WIB
News

‎Tingkatkan kualitas pelayanan publik, Bupati Taput melepas operasional armada truk kebersihan baru

3 Oktober 2026 | 09:32 WIB
News

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Tangsi Tarutung

3 Oktober 2026 | 08:28 WIB
News

Perayaan Hari Jadi ke-81 Taput, Pemkab laksanakan pangan murah

3 Oktober 2026 | 08:20 WIB
News

Pengeroyokan empat orang di Humbahas dilaporkan ke polisi

3 Oktober 2026 | 04:33 WIB
News

Qodari geser dari Bakom ke Wantimpres, Syahganda Nainggolan ambil alih komunikasi pemerintah

2 Oktober 2026 | 17:50 WIB
News

Sidang Ijazah Gibran di MK: KBRI Singapura dan Australia tak punya arsip pendidikan

2 Oktober 2026 | 14:26 WIB
News

“TOK! Suyudi Ario Seto gantikan Listyo Sigit, Apa gebrakan 100 hari pertamanya?”

1 Oktober 2026 | 14:41 WIB
News

Surpres pergantian Kapolri masuk DPR, Komisi III uji Suyudi Ario Seto

1 Oktober 2026 | 10:08 WIB
News

“Gibran diminta hadir di MK, gugatan syarat pendidikan masuk babak pembuktian”

1 Oktober 2026 | 09:47 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus