Segaris.co
Kamis, 3 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

Mengkaji dampak ekonomi dan fiskal dari “Program Makan Siang Gratis”: INI PANDANGAN AHLI

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
27 Februari 2024 | 12:14 WIB
in News

JAKARTA – SEGARIS.CO – SEJUMLAH ekonom memperkirakan program makan siang gratis akan menambah beban APBN. Program ini dianggap tidak perlu dieksekusi dengan tergesa-gesa.

Mohammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), menyatakan bahwa pelaksanaan makan siang gratis akan memiliki dampak terhadap APBN. Ada tiga kemungkinan dampak yang akan terjadi.

Pertama, pemerintah akan menggeser anggaran dari program lain untuk menjalankan program makan siang gratis ini.

“Dana yang dibutuhkan untuk program ini cukup besar, kemungkinan mereka akan men-trade off dari program yang sudah ada,” ujar Faisal seperti yang dilansir cnbcindonesia.com, Selasa (27/02/2024).

Jika pemerintah memilih skenario ini, Faisal menjelaskan bahwa anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk program perlindungan sosial atau kesehatan akan dialihkan untuk anggaran makan siang gratis.

Dampaknya, anggaran untuk BPJS Kesehatan atau pendidikan mungkin akan berkurang.

“Itu konsekuensi jika program makan siang dijalankan dengan perkiraan anggaran di atas Rp 400 triliun,” tambahnya.

Media asing sorot program MAKAN SIANG GRATIS, dapat ganggu disiplin fiskal Indonesia

Tidak mungkin dilakukan dalam jangka waktu pendek

Faisal menjelaskan bahwa jika pemerintah tidak ingin menggeser anggaran yang sudah ada, pilihan lainnya adalah menaikkan penerimaan pendapatan. Namun, menurutnya, opsi ini terasa tidak mungkin dilakukan dalam jangka waktu pendek.

Opsi lainnya adalah dengan memperlebar defisit atau menambah utang. Menurut Faisal, opsi ini merupakan langkah yang paling mungkin dilakukan pemerintah.

“Ini yang saya rasa paling besar kemungkinannya, yaitu dengan menaikkan defisitnya,” katanya.

Menurut Faisal, jika kebijakan menambah defisit ini yang dipilih, konsekuensinya akan cukup berat. APBN sudah terpukul oleh pandemi Covid-19, dengan utang yang bertambah dan kewajiban Indonesia untuk membayar bunga utang yang juga meningkat.

“Meningkatnya beban bunga utang dari tahun ke tahun membuat ruang fiskal semakin tipis,” ujarnya.

Mulai mengambil langkah

Program makan siang gratis menjadi salah satu janji kampanye dari pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Pasangan ini memenangkan Pemilihan Presiden 2024 versi hitung cepat berbagai lembaga survei.

Meski belum resmi menjadi pemenang, pemerintah Presiden Jokowi sudah mulai mengambil langkah untuk melaksanakan program makan siang gratis tersebut.

Rencananya, anggaran untuk program ini akan dimasukkan dalam Rancangan APBN 2025. Dalam rapat kabinet, rencana pelaksanaan program ini juga sudah dibahas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa defisit untuk APBN 2025 dirancang dalam rentang 2,45% hingga 2,8% dari Produk Domestik Bruto. Ini artinya, defisit tersebut melebar dibandingkan dengan APBN 2024 atau 2023.

Sri Mulyani menegaskan bahwa rancangan defisit tersebut sudah menghitung program yang akan dilaksanakan oleh presiden terpilih.

Bhima Yudhistira: “Tidak terburu-buru…”

Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center for Law and Economic Studies (Celios), menyarankan agar pemerintah tidak terburu-buru dalam melaksanakan program ini.

Menurutnya, ruang fiskal yang dimiliki oleh Indonesia sedang terbatas oleh pembayaran bunga utang yang meningkat dan program-program lain yang memerlukan anggaran besar, seperti Ibu Kota Nusantara.

Dia menyarankan agar pemerintah menyiapkan terlebih dahulu anggaran dan ketersediaan bahan makanan untuk menjalankan program ini.

Tanpa persiapan yang matang, dia khawatir program ini justru akan menambah beban APBN dan dapat menyebabkan inflasi karena kenaikan harga bahan makanan.

Namun, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa program makan siang gratis merupakan upaya untuk meningkatkan gizi dan mengentaskan stunting.

Menurutnya, program ini tidak akan menambah defisit APBN.

Airlangga menuturkan bahwa pemerintah akan menjalankan program ini secara bertahap. Sumber anggaran bisa berasal dari anggaran pendidikan, kesehatan, atau program baru. [RE/***]

Tags: AhliGratisMakan SiangPandangansegarisSegaris.coSusu
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Dokkes Polres Siantar lakukan safety food MBG di SPPG YKB

by Ingot Simangunsong
2 September 2026 | 14:04 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO --  BIDANG Kedokteran dan Kesehatan Polres Pematangsiantar melaksanakan Safety Food untuk distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu 2...

Read more
News

UPDATE SINABUNG: Status masih SIAGA, warga diminta tidak lengah

by Ingot Simangunsong
2 September 2026 | 13:25 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — AKTIVITAS Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Gunung api...

Read more
News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 22:42 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — GUNUNG SINABUNG bukan sekadar sebuah gunung api yang sesekali mengeluarkan abu dan awan panas. Bagi masyarakat Kabupaten...

Read more
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 11:40 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO – GUNUNG Sinabung kembali erupsi. Aktivitas vulkanik yang meningkat membuat status gunung api di Kabupaten Karo, Sumatera Utara,...

Read more
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 10:22 WIB
0

MEDAN, SEGARIS.CO — PEMANTAU Persetujuan Bangunan Gedung (PBG Watch) menyoroti belum dilaksanakannya penyegelan terhadap bangunan bermasalah di Jalan Sisingamangaraja, Gang...

Read more
Oplus_131072
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 05:15 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — AKTIVITAS Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meningkat signifikan. Setelah mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pukul...

Read more

Berita Terbaru

SEREMONI

Kejari Simalungun gelar upacara Harlah ke-81 Kejaksaan RI 

2 September 2026 | 16:17 WIB
SEREMONI

Polres Pematangsiantar beri kejutan Harlah ke-81 Kejaksaan 

2 September 2026 | 16:03 WIB
News

Dokkes Polres Siantar lakukan safety food MBG di SPPG YKB

2 September 2026 | 14:04 WIB
News

UPDATE SINABUNG: Status masih SIAGA, warga diminta tidak lengah

2 September 2026 | 13:25 WIB
News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

1 September 2026 | 22:42 WIB
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
SEREMONI

Tangkas Kroni Silitonga gelar reses, serap aspirasi warga Nagori Lestari Indah

31 Agustus 2026 | 16:02 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus