Segaris.co
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

Gubernur Sumut DIPERMALUKAN BAWAHAN, Kepala BKD AKUI KESALAHAN

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
24 Februari 2023 | 15:36 WIB
in News

TUJUAN PELANTIKAN 911 pejabat Eselon III dan IV di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) sebagaimana disampaikan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, pada Selasa (21/02/2023) lalu yakni untuk mempercepat pencapaian visi misi Gubernur Sumut serta menyelaraskan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemprov Sumut, hanyalah “isapan jempol” belaka.

Bagaimana mungkin hal ini bisa terwujud bila di antara 911 pejabat yang telah dilantik itu, ada yang sudah meninggal dan ada juga yang sudah pensiun.

Kejadian tersebut akibat ketidaktelitian yang dilakukan mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengusul, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sumut, sampai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut.

Pernyataan ini disampaikan Pengamat Kebijakan Publik, Siska Barimbing, menanggapi kealpaan yang terjadi dalam pelantikan tersebut, Jumat (24/02/2023) melalui pesan WhatsApp (WA) miliknya.

“Apakah mereka tidak melakukan verifikasi data sebelumnya?” tanya Siska Barimbing.

Baca juga :

GUBERNUR Sumut LANTIK PEJABAT yang SUDAH MENINGGAL dan PENSIUN

Disebutnya, dalam seleksi pejabat juga ada tahapan seleksi yang harus dilalui. Mulai dari pemberkasan, wawancara, dan seterusnya.

“Kalau bisa sampai kecolongan memasukkan nama calon yang sudah meninggal dunia, ini sungguh fatal dan perlu dipertanyakan bagaimana kinerjanya OPD pengusul, BKD Pemprov Sumut, maupun Sekdaprov Sumut,” kata Siska Barimbing.

Menurutnya, adanya nama pegawai yang masih tercatat di Sistem Data Kepegawaian Nasional meski pun sudah 3 tahun meninggal, tidak bisa dijadikan alasan. Sebab penelitian berkas itu dilakukan mulai dari bawah.

Baginya, adanya pejabat yang sudah meninggal tiga tahun lalu sampai dilantik dalam jabatan baru, patut dipertanyakan, apakah tahapan promosi  jabatan di Pemprov Sumut sudah berjalan dengan baik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga :

Tiga DEBT COLLECTOR ditangkap, TIDAK ADA LAGI HAK EKSEKUTORIAL bagi DEBT COLLECTOR

Gubernur Sumut dipermalukan

Terpisah, menanggapi pelantikan tersebut, Pengamat Anggaran, Elfenda Ananda, menyebut kalau Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, telah dipermalukan bawahannya.

“Bagaimana mungkin pelantikan 911 pejabat itu saat dilantik ternyata dari data yang ada terdapat yang meninggal dan sudah pensiun. Keteledoran ini sungguh memalukan dan akan merembet kepada hal-hal lain, misalnya bagaimana sistem penggajian berjalan dan sebagainya terhadap yang meninggal dan pensiun itu,” sebut mantan Direktur Eksekutif Forum Independen untuk Transparansi Anggaran (FITRA) wilayah Sumut ini.

Elf, sapaan akrabnya, menilai kerja bawahan gubernur yang teledor itu, telah mempermalukan bosnya sebagai gubernur yang bermartabat. Ini sama saja menampar wajah gubernur kenapa tidak melakukan ricek terhadap administrasi pejabat yang mau dilantik.

PENGAMAT ANGGARAN, Elfenda Ananda

“Apalagi sebelum dilantik, pasti undangan telah disampaikan sebelumnya kepada yang mau dilantik. Ini membawa konsekuensi terhadap penilaian negatif publik terhadap Pemprov Sumut betapa buruknya sistem administrasi di birokrasi kita. Bagaimana mungkin ada pejabat mau dilantik, sudah tiga tahun diketahui telah meninggal dan ada yang sudah pensiun tapi masih mau dilantik,” katanya.

Disebutnya, adimintrasi pemerintahan harusnya terdokumentasi secara baik. Apalagi data pejabat eselon dan ASN, karena ini akan menjadi basis penilaian kinerja dan juga untuk menerapkan merit sistem ASN sebagai kebijakan manajemen ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja yang diberlakukan secara adil dan wajar tanpa diskriminasi sesuai UU Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 1.

Baca juga :

Pengerukan tanah di Jalan Nusa Indah, Mardalina Bintang: “Belum ada melapor ke Kelurahan Simarito”

LURAH Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Mardalina Bintang

Menurutnya, dari sisi terjadinya kebocoran anggaran juga sangat memungkinkan kalau data-data yang ada untuk ASN dan pejabat eselon tidak akurat.

Mekanisme kontrol anggaran yang dibangun untuk mencegah kebocoran, ternyata bisa dimanfaatkan dengan kelemahan data yang ada di ASN dan pejabat eselon.

Dia menduga, negara (pemerintah daerah) telah dirugikan apabila hal ini sudah berlangsung lama dan sudah terjadi hingga tiga tahun ASN itu meninggal.

Tentunya ini hanya satu contoh kasus saja dimana sebenarnya masih banyak kasus-kasus data ASN tidak terdeteksi dan diawasi secara baik.

Elfenda menyarankan gubernur harus memberi peringatan keras atas keteledoran yang dibuat bawahannya, sekaligus memberi perintah untuk memperbaiki sistem pendataan pegawai secara baik. Termasuk memeriksa ulang apakah ada data-data yang bermasalah, telah meninggal, dan pensiun masih terdata sebagai pegawai aktif.

Baca juga :

PENGOREKAN tanah di Jalan Nusa Indah Pematang Siantar, DIKHAWATIRKAN MEMBAHAYAKAN

Gubernur, tambahnya, juga harus melakukan evaluasi terhadap kinerja bawahan yang lain agar tidak melakukan berbagai kesalahan yang memalukan itu. Dan harus bisa memastikan semua itu dapat diperbaiki untuk menyelamatkan uang negara yang mungkin saja selama ini terjadi kebocoran dengan data yang amburadul.

“Jangan sampai Sumut menjadi bahan tertawaan seluruh Indonesia karena kasus ini menjadi viral. Amatlah memalukan dengan slogan gubernur bermartabat tetapi kerja kerjanya tidak menunjukkan sedikit pun ke arah visi misi yang diharapkan bermartabat,” tutupnya.

Kepala BKD Sumut Akui Kesalahan

Sebelumnya, Kepala BKD Pemprov Sumut, Syafruddin, mengakui ada kesalahan pada input data kepegawaian.

“Ini kan pengukuhan. Jadi pejabat yang ada dalam struktur diambil lalu di cek dengan Simpeg (Sistem Kepegawaian – red), ternyata masih aktif data yang bersangkutan yaitu Edison Hutasoit pada hal telah meninggal 8 April 2021 Bang. Kalau Jenner, meninggal tanggal 9 Januari 2023. Namun belum dilaporkan ke BKD Bang. Khusus Edison masih lajang Bang, sementara Jenner yang meninggal Januari 2023, ada keluarga,” jelasnya lewat pesan WA miliknya, Kamis (23/02/2023) malam. (Sipa Munthe/***)

Tags: MeninggalPNSSiska Barimbing
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Dokkes Polres Siantar lakukan safety food MBG di SPPG YKB

by Ingot Simangunsong
2 September 2026 | 14:04 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO --  BIDANG Kedokteran dan Kesehatan Polres Pematangsiantar melaksanakan Safety Food untuk distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu 2...

Read more
News

UPDATE SINABUNG: Status masih SIAGA, warga diminta tidak lengah

by Ingot Simangunsong
2 September 2026 | 13:25 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — AKTIVITAS Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Gunung api...

Read more
News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 22:42 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — GUNUNG SINABUNG bukan sekadar sebuah gunung api yang sesekali mengeluarkan abu dan awan panas. Bagi masyarakat Kabupaten...

Read more
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 11:40 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO – GUNUNG Sinabung kembali erupsi. Aktivitas vulkanik yang meningkat membuat status gunung api di Kabupaten Karo, Sumatera Utara,...

Read more
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 10:22 WIB
0

MEDAN, SEGARIS.CO — PEMANTAU Persetujuan Bangunan Gedung (PBG Watch) menyoroti belum dilaksanakannya penyegelan terhadap bangunan bermasalah di Jalan Sisingamangaraja, Gang...

Read more
Oplus_131072
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 05:15 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — AKTIVITAS Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meningkat signifikan. Setelah mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pukul...

Read more

Berita Terbaru

SEREMONI

Kejari Simalungun gelar upacara Harlah ke-81 Kejaksaan RI 

2 September 2026 | 16:17 WIB
SEREMONI

Polres Pematangsiantar beri kejutan Harlah ke-81 Kejaksaan 

2 September 2026 | 16:03 WIB
News

Dokkes Polres Siantar lakukan safety food MBG di SPPG YKB

2 September 2026 | 14:04 WIB
News

UPDATE SINABUNG: Status masih SIAGA, warga diminta tidak lengah

2 September 2026 | 13:25 WIB
News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

1 September 2026 | 22:42 WIB
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
SEREMONI

Tangkas Kroni Silitonga gelar reses, serap aspirasi warga Nagori Lestari Indah

31 Agustus 2026 | 16:02 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus