Segaris.co
Senin, 2 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

Filosofi ”ULOS” dalam perspektif budaya BATAK TOBA

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
28 November 2022 | 09:23 WIB
in Buah Pikir

Oleh| Valentino D.P Gultom

 

MANUSIA adalah mahluk yang multidimensional. Salah satu dimensinya yang menonjol adalah dimensi simbolik.

Ia menghidupi berbagai aneka simbol, dan dengan landasan itu manusia disebut animal symbolicum.

Manusia selalu hadir dan menghadirkan simbol sebagai wujud ekspresi dari dirinya. Wujud ekspresi manusia dalam simbol merupakan salah satu bentuk humanisasi atau pemanusiaan manusia.

Simbol menjadi salah satu bagian yang tidak terlepas dari diri manusia. Simbol adalah tanda yang menghadirkan sesuatu yang ditindakkan.

Sekali pun manusia tidak terlepas dari simbol, manusia itu juga merupakan simbol yang hidup.

Manusia dikatakan sebagai simbol yang hidup karena segala aktivitas yang dilakukan bersifat simbolis dan ekspresif.

 

Apa yang tampak pada tubuh manusia adalah ungkapan dari dalam diri seseorang tersebut.

Manusia dan simbol merupakan dua kenyataan yang tidak bisa dilepaskan. Manusia yang selalu hadir dan menghadirkan simbol juga tidak terlepas dari kebudayaan.

Kebudayaan yang ada pada diri manusia itu hidup karena simbol. Simbol juga merupakan bagian dari kebudayaan dalam kaitannya dengan manusia.

Manusia dan kebudayaan merupakan dua bagian yang dihubungkan oleh simbol. Simbol merupakan bagian yang menghidupkan dan mempererat manusia dan kebudayaan.

Dengan simbol, manusia mengalami kehangatan dan rasa aman dalam masyarakat atau budaya yang dihidupi.

Dengan kata lain, simbol menyentuh afeksi dan relung jiwa manusia yang terdalam sehingga membawa manusia pada kesadaran yang terdalam untuk menjaga kebudayaan yang dihidupi.

 

Secara konkret, penulis memberi gambaran bahwa manusia, simbol dan kebudayaan sama dengan tubuh, jiwa dan roh.

Pada tulisan ini, penulis hendak mengulas secara filosofis bagaimana simbol tersebut terjadi dan hidup dalam keseharian manusia.

Mari kita lihat dari perspektif kebudayaan Batak Toba. Suku Batak menjadi salah satu suku yang memiliki banyak sejarah khusunya pada bagian simbol.

Simbol-simbol yang ada pada kebudayaan Batak Toba tampak pada ritual, adat atau ornament-ornamen yang ada. Salah satu simbol yang sampai hari ini hidup dan dilestarikan salah satunya ialah Ulos.

Ulos merupakan kain tenun khas Batak yang dikenal secara umum. Ulos merupakan kain panjang yang berbentuk selendang dengan memiliki berbagai corak dan fungsi yang berbeda.

Ada berbagai jenis macam Ulos, namun yang akan diinterpretasikan penulis adalah makna Ulos secara umum dalam kehidupan masyarakat Batak Toba.

Dalam keseluruhan hidup masyarakat Batak Toba, Ulos menjadi sesuatu yang sangat berharga. Dalam buku filsafat Batak yang ditulis T.M Sihombing tentang kebiasaan-kebiasaan adat istiadat, ia mengatakan bahwa “Ulos merupakan pengikat kasih sayang antara seseorang dengan orang lain.”

Dalam hal ini, kesenian selalu melukiskan sebuah unsur atau aspek alam kodrat ditambah tanggapan atau pengolahan manusia.

Pengolahan itu tampak pada kadar eksistensi dalam ragam jenis barang yang diyakini secara bersama memiliki nilai keindahan. Semuanya itu mengandung unsur keindahan.

Menurut tradisi yang ada, Ulos merupakan salah satu warisan budaya Batak yang sampai hari ini eksistensinya tetap terjaga.

Ulos merupakan kain tenun Batak yang diyakini memiliki nilai religius dan sosial. Nilai-nilai itu tampak ketika ulos dipakai dalam acara-acara atau adat-istiadat. Contohnya dalam acara pernikahan, ulos menjadi salah satu syarat sahnya adat pernikahan.

Kemudian, ulos juga menjadi pemersatu diantara masyarakat Batak. Kemudian, eksistensi ulos tergantung pada populasi masyarakat Batak yang setia untuk menjaga dan menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Kecenderungan yang terjadi saat ini pada masyarakat Batak Toba, ulos serta penggunaannya tidak dihayati secara penuh. Pemaknaan ulos hanya terjadi pada acara-acara tertentu yang berkedok fashion.

Ulos merupakan jati diri orang Batak. Sekali pun pemaknaan yang terjadi sudah berkurang dari sebelumnya, ulos akan tetap menjadi identitas bagi masyarakat Batak Toba.

Simbol ulos sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hubungan kekeluargaan akan tetap hidup dalam dinamika kehidupan orang Batak yang setia dan menjaga nilai serta hakikatnya.

(Penulis, Mahasiswa St. Thomas, Fakultas Filsafat dan Teologi Pematang Siantar)

Tags: BatakBatak TobaFilosofiTobaUlos
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Buah Pikir

Senandung ibu kandung yang tidak berhak “mangulosi”

by Ingot Simangunsong
1 Februari 2026 | 21:11 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang Penulis, Martua Situmorang (tengah). IBU kandung dilarang menyampaikan ulos hela, kini menjadi viral di media sosial....

Read more
Buah Pikir

Kadis Pendidikan sebaiknya memiliki skill ganda

by Ingot Simangunsong
24 Januari 2026 | 06:49 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang FILOSOFI "Anakhon hi do hamoraon di ahu," hendaknya menjadi landasan berpikir dan bertindak bagi Bupati Tapanuli...

Read more
Buah Pikir

Tolak Pilkada kembali ke DPRD

by Ingot Simangunsong
8 Januari 2026 | 19:47 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan ELIT Partai Politik (Parpol) yang ingin kembali ke orde baru (Orba) harus membaca Pasal 18 ayat...

Read more
Buah Pikir

Presiden Prabowo boneka Jokowi?

by Ingot Simangunsong
18 Desember 2025 | 00:29 WIB
0

Oleh | @sabartambunan63_ HAMPIR semua netizen yang peduli politik, percaya bahwa Prabowo adalah bonekanya Jokowi. Iya apa iya??!! Jauh-jauh hari,...

Read more
Buah Pikir

Sejarah Tambak Paromasan dan fenomena penggarap yang tidak beretika

by Ingot Simangunsong
7 Desember 2025 | 19:03 WIB
0

Oleh | Hatoguan Sitanggang TAMBAK Paromasan merupakan salah satu situs sejarah dan cagar budaya yang terletak di antara Desa Lumban...

Read more
Buah Pikir

Belajar mencintai Palestina di PDI Perjuangan, Ara wujudkan cinta melalui Panitia Natal Nasional 2025

by Ingot Simangunsong
29 November 2025 | 17:41 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan KONFERENSI Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja- gereja di Indonesia (PGI) akan menggeelar perayaan Natal nasional...

Read more

Berita Terbaru

Buah Pikir

Senandung ibu kandung yang tidak berhak “mangulosi”

1 Februari 2026 | 21:11 WIB
News

Pemko Pematangsiantar tegaskan penertiban bus di luar Terminal Tanjungpinggir

30 Januari 2026 | 11:40 WIB
News

Uang kehormatan guru PAUD SAB Pematangsiantar naik, guru sampaikan terimakasih kepada Ketua TP PKK

30 Januari 2026 | 11:32 WIB
News

Jemaat Lingkungan Santo Yosef Tarutung lepas tugas “Pastor Pembangunan” RD Merdin M Sitanggang dengan Misa Lingkungan

28 Januari 2026 | 09:10 WIB
News

Horas Bangso Batak tegas tolak rencana Danantara kelola PT TPL

27 Januari 2026 | 17:45 WIB
News

Tampung getah curian, aktivitas seorang warga rsahkan masyarakat Dolokmaraja

27 Januari 2026 | 13:38 WIB
News

Pangdam I/Bukit Barisan tinjau jembatan Bailey di Kabupaten Langkat

27 Januari 2026 | 10:07 WIB
News

Bupati Tapanuli Utara serahkan santunan kepada 23 ahli waris korban bencana hidrometeorologi

25 Januari 2026 | 07:15 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara dukung dan apresiasi launching Bimbel Intensif SMAN 1 Pangaribuan

24 Januari 2026 | 09:43 WIB
Buah Pikir

Kadis Pendidikan sebaiknya memiliki skill ganda

24 Januari 2026 | 06:49 WIB
News

Wakil Bupati Taput: Kepala sekolah harus disiplin dan profesional

23 Januari 2026 | 06:57 WIB
News

Asyik nyabu di rumah kosong, warga Deliserdang diamankan Polres Simalungun

22 Januari 2026 | 10:46 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita