Segaris.co
Kamis, 3 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News
Jurang menganga di jalur maut Sipegepege.

Jurang menganga di jalur maut Sipegepege.

Mengintip Sipegepege, salah satu jalur maut di dataran tinggi Tapanuli

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
5 Juni 2022 | 12:50 WIB
in News

Jurnalis l Antoni Antra Pardosi

Dataran tinggi Tapanuli, Provinsi Sumatera Utara, memiliki sejumlah jalur maut. Jalur yang kerap dibicarakan adalah Batu Jomba dan Aek Latong di Tapanuli Selatan, Batu Lubang di Sibolga, serta Sipintupintu di Toba.

Jalur lain yang wajib diwaspadai adalah Sipegepege, terdapat di perbatasan Kecamatan Habinsaran dan Nansau, Kabupaten Toba.

Kecelakaan tunggal berupa sepedamotor dan kendaraan roda empat yang terguling ke jurang, merupakan catatan kecelakaan utama di jalur tersebut.

Kejadian terbaru adalah kecelakaan yang merenggut nyawa Lindung Siagian (65) saat mengendarai pick up, Februari 2022.

Sebelumnya, yaitu pada Agustus 2018 kecelakaan juga menimpa bus rombongan pesta, mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan beberapa orang lainnya mengalami luka berat.

Kejadian tersebut menambah deret panjang jumlah korban naas dalam belasan tahun terakhir, baik menimpa warga setempat maupun pendatang.

Sungai Aek Hualu dilihat dari atas jembatan Paridian.

Medan berat

Faktor medan, kondisi alam, serta ketidakwaspadaan pengendara merupakan  penyebab kecelakaan di Sipegepege.

Jalur ini berkelok, menanjak dan menurun sepanjang 2 kilometer, menyisir dinding jurang lembah yang dalam, hutan tropis yang masih dihuni satwa liar seperti monyet dan orangutan.

Tebing di atas jalan amat curam, sementara itu di dinding jurang di bawahnya amat terjal dengan kemiringan ekstrem, sebagian nyaris vertikal, kedalamannya bervariasi antara 70 hingga 110 meter.

Di dasar jurang sempit berdinding batu mengalir sebuah sungai berarus deras dengan kedalaman belasan meter, yaitu Aek Hualu.

Beratnya medan membuat evakuasi korban kecelakaan selalu melibatkan tim SAR. Hanya mukjizat saja apabila ditemukan korban selamat.

Pencarian korban amat dramatis, bisa berhari-hari bahkan ada yang tidak diketemukan karena hanyut, sementara radius pencarian ke hilir terhalang kondisi medan yang sama. Lebih ke hilir lagi ditemukan beberapa jeram, salah satunya Air Terjun Sipintoa.

Baca juga : Kawanan monyet dan babi hutan serang kebun jagung di Habinsaran Toba

Ekstra Hati-hati 

Pengendara musti ekstra hati-hati melewati Sipegepege, harus fokus dan tidak boleh abai terhadap kelengkapan kendaraan, seperti rem dan kondisi ban.

Jalur tersebut hanya memiliki beram tak lebih dari satu meter di bibir jurang, serupa gundukan pendek dan sebagian rata, sementara beberapa titik di antaranya terkelupas menyentuh badan jalan.

Faktor alam juga mempengaruhi kerawanan Sipegepege. Manakala  hujan, jalan menjadi licin karena tidak ada drainase. Lereng Paridian dan Singkamjulu di atas tebing juga rawan longsor akibat penambangan batu oleh warga sekitar.

Kabut tebal pada pagi dan gelap hari kerap menyelimuti kawasan ini menjadi faktor pendukung, karena memperpendek jarak pandang.

Apalagi, di sepanjang jalur tersebut hanya terdapat beberapa pagar pengaman atau guard rail. Sementara itu, di sepanjang jalur sama sekali tidak ditemukan papan peringatan dan rambu lalu lintas.

Jembatan Paridian tanpa pagar karena raib dicuri orang.

Jembatan tanpa pagar pengaman 

Ketegangan memasuki Sipegepege dimulai dari Jembatan Paridian. Pasalnya, jembatan rangka dari besi (truss bridge) sepanjang 50 meter tersebut tidak memiliki pagar di kedua sisi.

Menurut warga, ratusan meter pagar jembatan raib dicuri. Keadaan ini sudah bertahun-tahun, namun tidak ada perbaikan.

Dulu, saat masih ada pagar, lokasi itu kerap dijadikan objek swafoto. Belakangan pelintas musti waspada, sebab apabila lengah bisa terjun ke sungai yang permukaannya mencapai 90 meter di bawah jembatan.

Baca juga : Jadame Sipayung: “Gapura itu saya bangun untuk kenangan memasuki masa pensiun”

Pemprov Sumatera Utara harus tanggap

Jalur ini merupakan lintasan Jalan Provinsi Parsoburan – Perbatasan Labuhanbatu Utara (Labura), kurang lebih 10 kilometer dari Pasar Parsoburan, ibukota Kecamatan Habinsaran.

Warga Habinsaran dan Nansau berharap agar Pemprov Sumatera Utara, dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan musti cepat tanggap.

Dikhawatirkan, apabila tidak segera ditangani akan menambah korban baru, mengingat Sipegepege merupakan akses utama ke Nansau, demikian seterusnya akan tersambung menuju Labura dan kabupaten sekitar.

Camat Nansau, Timbul Sipahutar menyebut telah mengajukan penanganan preventif kepada instansi terkait.

“Kami mengusulkan penambahan pagar pengaman, baik berupa logam maupun beton, termasuk papan peringatan dan rambu lalu lintas,” kata Timbul Sipahutar kepada Segaris.co, belum lama ini.

Selain itu, karena jalur tersebut tidak dilalui jaringan listrik, Timbul Sipahutar mengusulkan pemasangan lampu jalan berupa solar cell (listrik tenaga surya).

Berdasarkan pengamatan media ini, penempatan pagar pengaman di sepanjang ruas jalan provinsi dari Silimbat menuju perbatasan Labura sepanjang 80,5 kilometer banyak yang ditempatkan asal jadi, alias tidak pada tempatnya.

Air terjun di tebing seberang jalur Sipegepege.

Akan dibangun PLTA

Menurut informasi, PT Energy Toba Prima (ETP) akan menyulap Sipegepege dengan membangun PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air).

Hal tersebut juga diiyakan Timbul Sipahutar namun belum memperoleh kepastian kapan pembangunan PLTA tersebut direalisasikan.

Investor tersebut, tambah Timbul Sipahutar, telah membebaskan sebagian lahan warga di ujung kawasan Sipegepege dan telah dipasangi plang.

Begitu pun, meskipun akan difungsikan menjadi PLTA, masyarakat masih berharap agar jalur Sipegepege tetap diperhatikan pemerintah.

“Kita tidak tahu kapan PLTA itu dibangun. Jangan-jangan mangkrak seperti PLTA Impola,” kata Dapot Pasaribu menghunjuk pembangunan PLTA yang terbengkalai lebih dari 15 tahun lalu, terletak di kawasan Air Terjun Sipintoa.

“Kita tidak ingin ada kecelakaan lagi terutama apabila jalan provinsi semakin ramai dilalui pengguna lalu lintas yang buta kerawanan Sipegepege,” harapnya. (***)

Tags: BatuBatu LubangLubangParsoboruanProvinsiSumatera UtaraTapanuli
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Dokkes Polres Siantar lakukan safety food MBG di SPPG YKB

by Ingot Simangunsong
2 September 2026 | 14:04 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO --  BIDANG Kedokteran dan Kesehatan Polres Pematangsiantar melaksanakan Safety Food untuk distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu 2...

Read more
News

UPDATE SINABUNG: Status masih SIAGA, warga diminta tidak lengah

by Ingot Simangunsong
2 September 2026 | 13:25 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — AKTIVITAS Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Gunung api...

Read more
News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 22:42 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — GUNUNG SINABUNG bukan sekadar sebuah gunung api yang sesekali mengeluarkan abu dan awan panas. Bagi masyarakat Kabupaten...

Read more
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 11:40 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO – GUNUNG Sinabung kembali erupsi. Aktivitas vulkanik yang meningkat membuat status gunung api di Kabupaten Karo, Sumatera Utara,...

Read more
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 10:22 WIB
0

MEDAN, SEGARIS.CO — PEMANTAU Persetujuan Bangunan Gedung (PBG Watch) menyoroti belum dilaksanakannya penyegelan terhadap bangunan bermasalah di Jalan Sisingamangaraja, Gang...

Read more
Oplus_131072
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 05:15 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — AKTIVITAS Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meningkat signifikan. Setelah mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pukul...

Read more

Berita Terbaru

SEREMONI

Kejari Simalungun gelar upacara Harlah ke-81 Kejaksaan RI 

2 September 2026 | 16:17 WIB
SEREMONI

Polres Pematangsiantar beri kejutan Harlah ke-81 Kejaksaan 

2 September 2026 | 16:03 WIB
News

Dokkes Polres Siantar lakukan safety food MBG di SPPG YKB

2 September 2026 | 14:04 WIB
News

UPDATE SINABUNG: Status masih SIAGA, warga diminta tidak lengah

2 September 2026 | 13:25 WIB
News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

1 September 2026 | 22:42 WIB
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
SEREMONI

Tangkas Kroni Silitonga gelar reses, serap aspirasi warga Nagori Lestari Indah

31 Agustus 2026 | 16:02 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus