Segaris.co
Minggu, 18 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News
Jurang menganga di jalur maut Sipegepege.

Jurang menganga di jalur maut Sipegepege.

Mengintip Sipegepege, salah satu jalur maut di dataran tinggi Tapanuli

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
5 Juni 2022 | 12:50 WIB
in News

Jurnalis l Antoni Antra Pardosi

Dataran tinggi Tapanuli, Provinsi Sumatera Utara, memiliki sejumlah jalur maut. Jalur yang kerap dibicarakan adalah Batu Jomba dan Aek Latong di Tapanuli Selatan, Batu Lubang di Sibolga, serta Sipintupintu di Toba.

Jalur lain yang wajib diwaspadai adalah Sipegepege, terdapat di perbatasan Kecamatan Habinsaran dan Nansau, Kabupaten Toba.

Kecelakaan tunggal berupa sepedamotor dan kendaraan roda empat yang terguling ke jurang, merupakan catatan kecelakaan utama di jalur tersebut.

Kejadian terbaru adalah kecelakaan yang merenggut nyawa Lindung Siagian (65) saat mengendarai pick up, Februari 2022.

Sebelumnya, yaitu pada Agustus 2018 kecelakaan juga menimpa bus rombongan pesta, mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan beberapa orang lainnya mengalami luka berat.

Kejadian tersebut menambah deret panjang jumlah korban naas dalam belasan tahun terakhir, baik menimpa warga setempat maupun pendatang.

Sungai Aek Hualu dilihat dari atas jembatan Paridian.

Medan berat

Faktor medan, kondisi alam, serta ketidakwaspadaan pengendara merupakan  penyebab kecelakaan di Sipegepege.

Jalur ini berkelok, menanjak dan menurun sepanjang 2 kilometer, menyisir dinding jurang lembah yang dalam, hutan tropis yang masih dihuni satwa liar seperti monyet dan orangutan.

Tebing di atas jalan amat curam, sementara itu di dinding jurang di bawahnya amat terjal dengan kemiringan ekstrem, sebagian nyaris vertikal, kedalamannya bervariasi antara 70 hingga 110 meter.

Di dasar jurang sempit berdinding batu mengalir sebuah sungai berarus deras dengan kedalaman belasan meter, yaitu Aek Hualu.

Beratnya medan membuat evakuasi korban kecelakaan selalu melibatkan tim SAR. Hanya mukjizat saja apabila ditemukan korban selamat.

Pencarian korban amat dramatis, bisa berhari-hari bahkan ada yang tidak diketemukan karena hanyut, sementara radius pencarian ke hilir terhalang kondisi medan yang sama. Lebih ke hilir lagi ditemukan beberapa jeram, salah satunya Air Terjun Sipintoa.

Baca juga : Kawanan monyet dan babi hutan serang kebun jagung di Habinsaran Toba

Ekstra Hati-hati 

Pengendara musti ekstra hati-hati melewati Sipegepege, harus fokus dan tidak boleh abai terhadap kelengkapan kendaraan, seperti rem dan kondisi ban.

Jalur tersebut hanya memiliki beram tak lebih dari satu meter di bibir jurang, serupa gundukan pendek dan sebagian rata, sementara beberapa titik di antaranya terkelupas menyentuh badan jalan.

Faktor alam juga mempengaruhi kerawanan Sipegepege. Manakala  hujan, jalan menjadi licin karena tidak ada drainase. Lereng Paridian dan Singkamjulu di atas tebing juga rawan longsor akibat penambangan batu oleh warga sekitar.

Kabut tebal pada pagi dan gelap hari kerap menyelimuti kawasan ini menjadi faktor pendukung, karena memperpendek jarak pandang.

Apalagi, di sepanjang jalur tersebut hanya terdapat beberapa pagar pengaman atau guard rail. Sementara itu, di sepanjang jalur sama sekali tidak ditemukan papan peringatan dan rambu lalu lintas.

Jembatan Paridian tanpa pagar karena raib dicuri orang.

Jembatan tanpa pagar pengaman 

Ketegangan memasuki Sipegepege dimulai dari Jembatan Paridian. Pasalnya, jembatan rangka dari besi (truss bridge) sepanjang 50 meter tersebut tidak memiliki pagar di kedua sisi.

Menurut warga, ratusan meter pagar jembatan raib dicuri. Keadaan ini sudah bertahun-tahun, namun tidak ada perbaikan.

Dulu, saat masih ada pagar, lokasi itu kerap dijadikan objek swafoto. Belakangan pelintas musti waspada, sebab apabila lengah bisa terjun ke sungai yang permukaannya mencapai 90 meter di bawah jembatan.

Baca juga : Jadame Sipayung: “Gapura itu saya bangun untuk kenangan memasuki masa pensiun”

Pemprov Sumatera Utara harus tanggap

Jalur ini merupakan lintasan Jalan Provinsi Parsoburan – Perbatasan Labuhanbatu Utara (Labura), kurang lebih 10 kilometer dari Pasar Parsoburan, ibukota Kecamatan Habinsaran.

Warga Habinsaran dan Nansau berharap agar Pemprov Sumatera Utara, dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan musti cepat tanggap.

Dikhawatirkan, apabila tidak segera ditangani akan menambah korban baru, mengingat Sipegepege merupakan akses utama ke Nansau, demikian seterusnya akan tersambung menuju Labura dan kabupaten sekitar.

Camat Nansau, Timbul Sipahutar menyebut telah mengajukan penanganan preventif kepada instansi terkait.

“Kami mengusulkan penambahan pagar pengaman, baik berupa logam maupun beton, termasuk papan peringatan dan rambu lalu lintas,” kata Timbul Sipahutar kepada Segaris.co, belum lama ini.

Selain itu, karena jalur tersebut tidak dilalui jaringan listrik, Timbul Sipahutar mengusulkan pemasangan lampu jalan berupa solar cell (listrik tenaga surya).

Berdasarkan pengamatan media ini, penempatan pagar pengaman di sepanjang ruas jalan provinsi dari Silimbat menuju perbatasan Labura sepanjang 80,5 kilometer banyak yang ditempatkan asal jadi, alias tidak pada tempatnya.

Air terjun di tebing seberang jalur Sipegepege.

Akan dibangun PLTA

Menurut informasi, PT Energy Toba Prima (ETP) akan menyulap Sipegepege dengan membangun PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air).

Hal tersebut juga diiyakan Timbul Sipahutar namun belum memperoleh kepastian kapan pembangunan PLTA tersebut direalisasikan.

Investor tersebut, tambah Timbul Sipahutar, telah membebaskan sebagian lahan warga di ujung kawasan Sipegepege dan telah dipasangi plang.

Begitu pun, meskipun akan difungsikan menjadi PLTA, masyarakat masih berharap agar jalur Sipegepege tetap diperhatikan pemerintah.

“Kita tidak tahu kapan PLTA itu dibangun. Jangan-jangan mangkrak seperti PLTA Impola,” kata Dapot Pasaribu menghunjuk pembangunan PLTA yang terbengkalai lebih dari 15 tahun lalu, terletak di kawasan Air Terjun Sipintoa.

“Kita tidak ingin ada kecelakaan lagi terutama apabila jalan provinsi semakin ramai dilalui pengguna lalu lintas yang buta kerawanan Sipegepege,” harapnya. (***)

Tags: BatuBatu LubangLubangParsoboruanProvinsiSumatera UtaraTapanuli
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

by Ingot Simangunsong
17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO -- KETUA Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Pematangsiantar, Henry Dunan Pardede SP MM, menyatakan rasa syukur atas...

Read more
Oplus_131072
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

by Ingot Simangunsong
17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO — LEMBAGA Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Komunikasi Mitra Indonesia atau Fokus Mitra Indonesia resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan...

Read more
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

by Ingot Simangunsong
16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
0

SIMALUNGUN, SEGARIS.CO – KAPOLRES Simalungun AKBP Hendri Nupia Dinka Barus menggelar kegiatan Coffee Morning dan temu ramah bersama insan pers...

Read more
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

by Ingot Simangunsong
16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
0

Dearmando Damanik: "Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani" Dearmando Damanik menunjukkan proses pupuk organik Asap Cair Osaka PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO --...

Read more
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

by Ingot Simangunsong
16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO --‎ PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli Utara menggelar Dialog Pendidikan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti...

Read more
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

by Ingot Simangunsong
15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO -- PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli Utara mengambil langkah strategis dalam penataan kawasan dan mitigasi bencana dengan merelokasi para...

Read more

Berita Terbaru

News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus