Segaris.co
Minggu, 8 November 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

Jawa Tengah mantap!!! Satu OPD satu desa, Bojongnangka desa miskin jadi desa eduwisata dengan pemasukan Rp500 juta

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
15 Mei 2022 | 17:32 WIB
in News

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah menggulirkan program “Satu OPD Satu Desa”.

 

Organisasi perangkat daerah (OPD) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah pun, menjadikan Desa Bojongnangka, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang sebagai desa binaan, sejak tahun 2020.

Selama dua tahun, berbagai upaya dilakukan untuk mengangkat potensi desa, hingga mampu lepas dari jeratan kemiskinan.

Desa Bojongnangka yang pernah menyandang predikat desa miskin, kini telah berkembang dan memiliki edukasi wisata.

Kategori desa miskin

Kepala Desa Bojongnangka, Wahmu mengatakan, desanya masuk dalam kategori miskin di Kabupaten Pemalang.

Sehingga mendapat pendampingan dari Pemprov Jawa Tengah sejak 2020 sampai 2021.

“Kenapa kita ada pendampingan dari BKD, karena di Pemalang ada beberapa desa miskin, di antaranya Desa Bojongnangka,” kata Wahmu, Minggu (15/05/2022).

Pendampingan itu, menurutnya, dilakukan untuk mengangkat desa dari jeratan kemiskinan, dengan cara pendataan potensi dan mencari solusinya.

Ditambahkan Wahmu, jumlah penduduk Desa Bojongnangka sekitar 9.600 jiwa lebih dengan 3.500 kepala keluarga. Dan, 99 persen bekerja sebagai petani dan buruh tani.

“Kita masih dalam tahap meningkatkan perekonomian, khususnya petani,” kata Wahmu.

Baca juga : Patut dicontoh!!! Petani organik Merbabu kembangkan 111 jenis tanaman dan ekspor ke Singapura

Pendampingan dan pelatihan

Pada tahun 2019, Pemdes setempat berinisiasi untuk membangun rumah produksi pupuk organik. Namun, karena keterbatasan anggaran, mereka hanya mampu membeli mesin pencacah sampah.

Bukan hanya itu, pendampingan itu juga dilakukan dengan memberikan pelatihan-pelatihan.

“Di tahun 2020 itu ada pendampingan dari BKD dan kerja sama Bank Jateng, memberikan bantuan alat pengayak sampah, bangunan rongga untuk fermentasi, tempat sampah, dan becak pengangkut sampah. Nah, saat itu produksi pupuk organik bisa beroperasi,” kata Wahmu.

Sejauh ini, katanya, mesin pembuat pupuk organik tersebut mampu menghasilan sekitar satu ton kompos dalam sebulan.

“Hasil pembuatan kompos tidak dijual belikan, tapi diberikan ke petani secara gratis dalam rangka membantu mengurangi kebutuhan pupuk,” kata Wahmu.

Eduwisata sawah

Wahmu membeberkan, keberhasilan dalam mengelola pupuk berbahan sampah organik dari warga itu, kemudian dikembangkan menjadi eduwisata sawah.

Selain bisa belajar mengelola pertanian dengan pupuk organik, pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas desa dan berswafoto.

“Sekarang saya mengembangkan menjadi wisata ekdukasi sawah, kita namakan Gatra Kencana. Beberapa daerah datang kesini untuk studi banding, seperti Brebes, Tegal, Pekalongan, dan Demak. Sejak dibuka Desember lalu, kini sudah mampu memberi pemasukan Rp500 juta,” kata Wahmu.

Ditambahkan Wahmu, saat proses pendampingan, Pemprov Jawa Tengah juga memberikan bantuan rehab rumah tidak layak huni bagi tiga warga.

“Ada tiga rumah warga yang mendapat bantuan renovasi,” katanya.

Baca juga : Hampir setahun laporan ke kepolisian Metro Bekasi Kota, penyebab kematian Fajar Siringo-ringo belum terungkap

Mengaku senang

Sementara, Carmo, petani Desa Bojongnangka mengaku senang desanya telah mampu memproduksi pupuk organik sendiri.

“Senang, karena kalau mau menanam tinggal minta ke Pak Lurah, dan ambil sendiri,” katanya.

Menurut Carmo, pupuk organik tersebut kualitasnya bagus buat tanaman.

“Kalau ditabur itu bisa merata. Hasilnya bagus. Saya punya satu hektare sawah, ditanami padi dan jagung,” katanya.

Sebagai informasi, di Jawa Tengah sudah ada 172 desa mendapat pendampingan dari pemerintah provinsi sejak 2019.

Setidaknya, 48 OPD yang terlibat dalam program tersebut dengan berbagai program, mulai dari pemberdayaan, rehab RTLH, jambanisasi, dan lainnya. (Diskominfo Jawa Tengah/***)

Tags: BojongnangkaDesa MiskinEduwisataJawa TengahKabupatenKecamatanPemalangSawah
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Bupati pimpin Rapat Koordinasi Forkopimda Kabupaten Tapanuli Utara, antisipasi bencana alam

by Ingot Simangunsong
7 November 2026 | 08:04 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO -- BUPATI Tapanuli Utara Jonius TP Hutabarat pimpin rapat koordinasi terkait Forkopimda Tapanuli Utara untuk mengantisipasi kerawanan...

Read more
News

BERHASIL… Pemasangan ring jantung pertama di RSUD Tarutung

by Ingot Simangunsong
7 November 2026 | 06:48 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO -- MASYARAKAT Tapanuli Utara sangat beruntung,setelah tim dokter berhasil memasang ring jantung (stent) yang pertama di RSUD...

Read more
News

HKTI Samosir perkuat organisasi hingga kecamatan, Sabam Rajagukguk siapkan 20.000 bibit kopi

by Ingot Simangunsong
6 November 2026 | 23:04 WIB
0

SAMOSIR, SEGARIS.CO – PENGUATAN kelembagaan menjadi salah satu langkah penting dalam memperjuangkan kesejahteraan petani. Berangkat dari semangat tersebut, Wakil Bupati...

Read more
News

HUT ke-15 NasDem di Simalungun, Doa dan persahabatan menguatkan semangat restorasi

by Ingot Simangunsong
5 November 2026 | 15:21 WIB
0

SIMALUNGUN, SEGARIS.CO – KEBERSAMAAN, persaudaraan, dan semangat perjuangan berpadu dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai NasDem yang digelar...

Read more
News

Pemkab Taput gelar pelatihan UMKM , dorong produk lokal tembus pasar ekspor

by Ingot Simangunsong
5 November 2026 | 15:04 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO --‎PENGUATAN kualitas produk, kemasan, identitas merek, dan pemasaran digital menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing pelaku...

Read more
News

Queen Siregar, dari Berastagi ke panggung Nasional: Membawa mahkota, budaya, dan pesan kepedulian lingkungan

by Ingot Simangunsong
5 November 2026 | 14:40 WIB
0

Opung Doli dan Opung Boru Queen yang setia mendampingi TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO – SEBUAH mahkota mungkin hanya bertengger di atas...

Read more

Berita Terbaru

News

Bupati pimpin Rapat Koordinasi Forkopimda Kabupaten Tapanuli Utara, antisipasi bencana alam

7 November 2026 | 08:04 WIB
News

BERHASIL… Pemasangan ring jantung pertama di RSUD Tarutung

7 November 2026 | 06:48 WIB
News

HKTI Samosir perkuat organisasi hingga kecamatan, Sabam Rajagukguk siapkan 20.000 bibit kopi

6 November 2026 | 23:04 WIB
News

HUT ke-15 NasDem di Simalungun, Doa dan persahabatan menguatkan semangat restorasi

5 November 2026 | 15:21 WIB
News

Pemkab Taput gelar pelatihan UMKM , dorong produk lokal tembus pasar ekspor

5 November 2026 | 15:04 WIB
News

Queen Siregar, dari Berastagi ke panggung Nasional: Membawa mahkota, budaya, dan pesan kepedulian lingkungan

5 November 2026 | 14:40 WIB
News

Andri Panggabean laporkan pimpinan jemaat GKPI ke Polres Pematangsiantar atas dugaan pencemaran nama baik

5 November 2026 | 12:30 WIB
Buah Pikir

Don Dasco “Hilang” saat terjadi penghianatan Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden

5 November 2026 | 09:28 WIB
News

Sutrisno Pangaribuan desak Polri ungkap dalang dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden

5 November 2026 | 07:41 WIB
News

Polres Pematangsiantar perkuat pengawasan pangan untuk kendalikan inflasi

5 November 2026 | 07:28 WIB
News

Sutrisno Pangaribuan usulkan Edy Rahmayadi jadi Kepala Staf Kepresidenan

4 November 2026 | 20:05 WIB
News

Sutrisno Pangaribuan desak DPR gunakan hak menyatakan pendapat terkait persyaratan pendidikan Gibran

4 November 2026 | 13:04 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus