Segaris.co
Minggu, 19 Juli 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

Armagedon Theologic di Indonesia

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
6 Februari 2022 | 16:51 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Ki Tito Gatsu

 

SEPERTI sudah sering saya tulis, dalam tulisan saya sebelumnya, bahwa Theologic Hamagedon atau Armagedon Theologic adalah upaya melakukan narasi politik melalui agama untuk membangkitkan masyarakat atau rakyat supaya berpikir lebih relijius tapi tanpa disadari mereka dijebak menjadi kuda perang yang akan dikendalikan para penguasa.

Armagedon Theologic adalah sebuah Psychological Warfare yang sudah ditanamkan dalam waktu yang sangat lama. B ahkan, pemerintah Orde Baru memang sengaja memeliharanya. Mereka menginginkan rakyat Indonesia lebih baik dicuci otaknya, memilih agama lebih penting dari pada melek politik!

Karena dengan agama bisa menghabiskan waktu seseorang untuk memikirkan dirinya sendiri dan tidak berpikir politik, karena berpikir politik jika berbeda dengan pemerintah bisa dianggap subversib! Atau dituduh PKI! Itulah garis merah dan masa kegelapan bangsa Indonesia sesungguhnya.

Rakyat dibuat buta politik dan tabu untuk berpikir politik, karena politik hanya hak militer dan kroni Suharto untk merampas hak rakyat Indonesia.

Radikalisme Bibit Armageddon Thelogic

Pada saat Suharto jatuh pun, setelah pemerintahan di tangan Susilo Bambang Yudhoyono selama 10 tahun, radikalisme yang merupakan bibit dari Armageddon Theologic terus dipelihara sebagai alat kekuasaan untuk menggerakkan massa.

Di Indonesia peristiwa tersebut pernah mengalami kesuksesan pada Pilkada DKI 2017 dengan Armageddon Theologic, akhirnya Anies Baswedan sukses menjadi Gubernur DKI. Sebenarnya gambaran yang memprihatinkan dari sebuah negara demokrasi dimana suara rakyat ditakut-takuti dengan bahasa-bahasa apokaliptik, seperti “jika memilih pemimpin kafir akan mendapat azab dari Allah”, “lebih baik miskin tapi punya pemimpin yang seiman”, “selamatkan umat muslim dari pemimpin thagut” dan sebagainya yang kesemuanya menciptakan ketakutan imajiner.

Dengan Theologic Hemagedon, orang sudah tidak lagi memikirkan bagaimana rekam jejak seorang yang akan menjadi pemimpin. Tapi mereka akan memilih berdasarkan iman, tak peduli yang dipilih orang bodoh atau garong sekali pun, bila perlu hoax dan fitnah dibenarkan.

Menempatkan Diri sebagai Oposisi

Saya mencoba menyajikan ringkasan dari buku kajian ilmiah karya David Cook: “Armageddon in Islam: The Black Flags of ISIS” yang diterbitkan tahun 2015.

Hamagedon Theologic biasanya memang digunakan pada pihak yang menempatkan diri sebagai oposisi.

Ketika mereka sudah berhasil, baru akan apalagi komitmen berikutnya, yang penting kekuasaan bisa didapat lebih dahulu dengan cara apa pun. Otentik sekali dengan kondisi di Indonesia dimana orang-orang politik bergabung dengan ulama untuk menjatuhkan pemerintah, tak perduli siapa pun mereka mau atheis, berbeda agama sekali pun, yang penting membela panji Islam (sebagai Armageddon Theologic) bahkan bisa menghabisi sesama Islam yang berbeda.

Tradisi apokaliptik, dengan warisan nubuat dan simbolnya, telah menandai berbagai fase sejarah Islam sejak awal hingga lompatan kualitas yang menentukan, yang diambil oleh Negara Islam Al-Baghdadi, yang menggunakan nubuatan secara sistematis dan eksplisit.

Dengan bangkitnya Negara Islam di Irak dan Suriah untuk pertama kalinya dalam hampir 2 abad, kita melihat gerakan muslim yang relatif berhasil, yang bersedia mendasarkan diri pada prediksi dan harapan apokaliptik.

Penggunaan Citra Apokaliptik

Setelah proklamasi Khilafah pada akhir Juni 2014 oleh Abu Bakar al-Baghdadi (atau dikenal sebagai khalifah Ibrahim), jelas bahwa salah satu poin propaganda utama dari Negara Islam adalah bahwa itu merupakan kebangkitan murni Islam,  maka penggunaan Ibrahim untuk nama Khalifah dan merupakan negara yang akan memerangi pertempuran diprediksi dijelaskan dalam warisan apokaliptik Islam Sunni.

Dari sudut pandang propagandis murni, penekanan ini sejauh ini telah berhasil menguntungkan Negara Islam, karena ia telah mampu mendapatkan sejumlah besar rekrutan dari seluruh dunia untuk berperang.

Namun, sama jelasnya bahwa penggunaan citra apokaliptik ini tidak meyakinkan sebagian besar umat Islam, atau lebih penting lagi, para pemimpin agama (ulama) tentang kebenaran klaim mereka. Dan hal ini memang menuntut masyarakat suatu negara untuk cerdas, menggunakan akal sehat dan melek politik.

Mari kita jaga Indonesia dari infiltrasi asing dengan berani melawan Armagedon Theologic yang sudah jelas-jelas disebarkan di Indonesia untuk merongrong kewibawaan negara bahkan memecah belah umat manusia sebangsa.

Salam damai dan persatuan Indonesia.

 

 

 

 

Tags: Anies BaswedanArmagedonArmagedon TheologicCitraOposisiTheologic
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

“Membaca pesan suci di balik nama Josepha Alexandra”

by Ingot Simangunsong
17 Mei 2026 | 06:27 WIB
0

Catatan| Mauliate Simorangkir DI dalam labirin birokrasi yang kerap terjebak dalam pola konvensional status quo, otoritas sering kali bermutasi menjadi...

Read more
Buah Pikir

Lelang jabatan di Taput, Dinas Pekerjaan Umum dulu “diburu” kini tidak diminati

by Ingot Simangunsong
14 April 2026 | 08:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang DULU jabatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat( PUPR) adalah jabatan yang sangat seksi dan "diburu"...

Read more
Buah Pikir

Sistem meritokrasi untuk calon Kadis Pendidikan Tapanuli Utara

by Ingot Simangunsong
2 Maret 2026 | 12:13 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang KENAPA jabatan Kepala Dinas Pendidikan sangat penting di Tapanuli Utara? Karena ada filosofi orang Batak "Anakhon...

Read more
Buah Pikir

SMAN 3 PlusTarutung berprestasi dengan biaya sangat murah

by Ingot Simangunsong
26 Februari 2026 | 07:40 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang MANTAN Bupati Tapanuli Utara 2 periode Torang Lumbantobing (Toluto), seorang lulusan STMN Pansurnapitu ( SMKN2 Siatas...

Read more
Buah Pikir

Gaya dan Pola Solo vs Gaya dan Pola Batak

by Ingot Simangunsong
12 Februari 2026 | 06:53 WIB
0

Oleh | Dr Mauliate Simorangkir, M.Si SETELAH istilah 'omon-omon' populer, kini muncul istilah baru yaitu 'garong' yang dipopulerkan oleh Bapak...

Read more
Sutrisno Pangaribuan
Buah Pikir

Risiko dipimpin Gubernur yang tidak kompeten

by Ingot Simangunsong
11 Februari 2026 | 20:34 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan PENGUNDURAN diri ASN dari jabatan tinggi pratama (eselon 2) di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tidak...

Read more

Berita Terbaru

News

‎Pemkab Taput lakukan penyegaran birokrasi, tekankan kompetensi dan integritas

19 Juli 2026 | 18:34 WIB
News

‎Bupati Taput dorong penguatan karakter ‘SAITAPAIAS’ dan literasi ‘TAPAMAJUMA’ di SMPN 1 Tarutung

19 Juli 2026 | 16:15 WIB
News

19 Juli 2026 | 14:25 WIB
News

Residivis Narkoba ditangkap di depan Gereja HKBP Sukadame, sabu dan ganja disita

19 Juli 2026 | 13:57 WIB
News

Timsus Dayok Mirah patroli malam, amankan dua motor berknalpot brong

19 Juli 2026 | 11:42 WIB
News

Wesly Silalahi hadiri Reuni Akbar SMP Cinta Rakyat 1, kenang masa sekolah

19 Juli 2026 | 05:12 WIB
News

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan mediasi perselisihan Aantarwarga

18 Juli 2026 | 15:15 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar pimpin latihan menembak tingkatkan kesiapsiagaan personel

18 Juli 2026 | 15:03 WIB
News

Polres Pematangsiantar gelar Baksos di Panti Jompo

18 Juli 2026 | 14:14 WIB
Kolom

Dari kemiskinan menuju kebangkitan: Perjalanan Etiopia menjadi Negara yang terus bertumbuh

18 Juli 2026 | 07:53 WIB
News

UPDATE: Korban meninggal kecelakaan beruntun di Sibolangit bertambah menjadi 4 orang

17 Juli 2026 | 18:24 WIB
News

Kecelakaan beruntun libatkan tujuh kendaraan di Sibolangit, satu orang dilaporkan meninggal

17 Juli 2026 | 18:00 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita