Segaris.co
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News
Jurang menganga di jalur maut Sipegepege.

Jurang menganga di jalur maut Sipegepege.

Mengintip Sipegepege, salah satu jalur maut di dataran tinggi Tapanuli

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
5 Juni 2022 | 12:50 WIB
in News

Jurnalis l Antoni Antra Pardosi

Dataran tinggi Tapanuli, Provinsi Sumatera Utara, memiliki sejumlah jalur maut. Jalur yang kerap dibicarakan adalah Batu Jomba dan Aek Latong di Tapanuli Selatan, Batu Lubang di Sibolga, serta Sipintupintu di Toba.

Jalur lain yang wajib diwaspadai adalah Sipegepege, terdapat di perbatasan Kecamatan Habinsaran dan Nansau, Kabupaten Toba.

Kecelakaan tunggal berupa sepedamotor dan kendaraan roda empat yang terguling ke jurang, merupakan catatan kecelakaan utama di jalur tersebut.

Kejadian terbaru adalah kecelakaan yang merenggut nyawa Lindung Siagian (65) saat mengendarai pick up, Februari 2022.

Sebelumnya, yaitu pada Agustus 2018 kecelakaan juga menimpa bus rombongan pesta, mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan beberapa orang lainnya mengalami luka berat.

Kejadian tersebut menambah deret panjang jumlah korban naas dalam belasan tahun terakhir, baik menimpa warga setempat maupun pendatang.

Sungai Aek Hualu dilihat dari atas jembatan Paridian.

Medan berat

Faktor medan, kondisi alam, serta ketidakwaspadaan pengendara merupakan  penyebab kecelakaan di Sipegepege.

Jalur ini berkelok, menanjak dan menurun sepanjang 2 kilometer, menyisir dinding jurang lembah yang dalam, hutan tropis yang masih dihuni satwa liar seperti monyet dan orangutan.

Tebing di atas jalan amat curam, sementara itu di dinding jurang di bawahnya amat terjal dengan kemiringan ekstrem, sebagian nyaris vertikal, kedalamannya bervariasi antara 70 hingga 110 meter.

Di dasar jurang sempit berdinding batu mengalir sebuah sungai berarus deras dengan kedalaman belasan meter, yaitu Aek Hualu.

Beratnya medan membuat evakuasi korban kecelakaan selalu melibatkan tim SAR. Hanya mukjizat saja apabila ditemukan korban selamat.

Pencarian korban amat dramatis, bisa berhari-hari bahkan ada yang tidak diketemukan karena hanyut, sementara radius pencarian ke hilir terhalang kondisi medan yang sama. Lebih ke hilir lagi ditemukan beberapa jeram, salah satunya Air Terjun Sipintoa.

Baca juga : Kawanan monyet dan babi hutan serang kebun jagung di Habinsaran Toba

Ekstra Hati-hati 

Pengendara musti ekstra hati-hati melewati Sipegepege, harus fokus dan tidak boleh abai terhadap kelengkapan kendaraan, seperti rem dan kondisi ban.

Jalur tersebut hanya memiliki beram tak lebih dari satu meter di bibir jurang, serupa gundukan pendek dan sebagian rata, sementara beberapa titik di antaranya terkelupas menyentuh badan jalan.

Faktor alam juga mempengaruhi kerawanan Sipegepege. Manakala  hujan, jalan menjadi licin karena tidak ada drainase. Lereng Paridian dan Singkamjulu di atas tebing juga rawan longsor akibat penambangan batu oleh warga sekitar.

Kabut tebal pada pagi dan gelap hari kerap menyelimuti kawasan ini menjadi faktor pendukung, karena memperpendek jarak pandang.

Apalagi, di sepanjang jalur tersebut hanya terdapat beberapa pagar pengaman atau guard rail. Sementara itu, di sepanjang jalur sama sekali tidak ditemukan papan peringatan dan rambu lalu lintas.

Jembatan Paridian tanpa pagar karena raib dicuri orang.

Jembatan tanpa pagar pengaman 

Ketegangan memasuki Sipegepege dimulai dari Jembatan Paridian. Pasalnya, jembatan rangka dari besi (truss bridge) sepanjang 50 meter tersebut tidak memiliki pagar di kedua sisi.

Menurut warga, ratusan meter pagar jembatan raib dicuri. Keadaan ini sudah bertahun-tahun, namun tidak ada perbaikan.

Dulu, saat masih ada pagar, lokasi itu kerap dijadikan objek swafoto. Belakangan pelintas musti waspada, sebab apabila lengah bisa terjun ke sungai yang permukaannya mencapai 90 meter di bawah jembatan.

Baca juga : Jadame Sipayung: “Gapura itu saya bangun untuk kenangan memasuki masa pensiun”

Pemprov Sumatera Utara harus tanggap

Jalur ini merupakan lintasan Jalan Provinsi Parsoburan – Perbatasan Labuhanbatu Utara (Labura), kurang lebih 10 kilometer dari Pasar Parsoburan, ibukota Kecamatan Habinsaran.

Warga Habinsaran dan Nansau berharap agar Pemprov Sumatera Utara, dalam hal ini Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan musti cepat tanggap.

Dikhawatirkan, apabila tidak segera ditangani akan menambah korban baru, mengingat Sipegepege merupakan akses utama ke Nansau, demikian seterusnya akan tersambung menuju Labura dan kabupaten sekitar.

Camat Nansau, Timbul Sipahutar menyebut telah mengajukan penanganan preventif kepada instansi terkait.

“Kami mengusulkan penambahan pagar pengaman, baik berupa logam maupun beton, termasuk papan peringatan dan rambu lalu lintas,” kata Timbul Sipahutar kepada Segaris.co, belum lama ini.

Selain itu, karena jalur tersebut tidak dilalui jaringan listrik, Timbul Sipahutar mengusulkan pemasangan lampu jalan berupa solar cell (listrik tenaga surya).

Berdasarkan pengamatan media ini, penempatan pagar pengaman di sepanjang ruas jalan provinsi dari Silimbat menuju perbatasan Labura sepanjang 80,5 kilometer banyak yang ditempatkan asal jadi, alias tidak pada tempatnya.

Air terjun di tebing seberang jalur Sipegepege.

Akan dibangun PLTA

Menurut informasi, PT Energy Toba Prima (ETP) akan menyulap Sipegepege dengan membangun PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air).

Hal tersebut juga diiyakan Timbul Sipahutar namun belum memperoleh kepastian kapan pembangunan PLTA tersebut direalisasikan.

Investor tersebut, tambah Timbul Sipahutar, telah membebaskan sebagian lahan warga di ujung kawasan Sipegepege dan telah dipasangi plang.

Begitu pun, meskipun akan difungsikan menjadi PLTA, masyarakat masih berharap agar jalur Sipegepege tetap diperhatikan pemerintah.

“Kita tidak tahu kapan PLTA itu dibangun. Jangan-jangan mangkrak seperti PLTA Impola,” kata Dapot Pasaribu menghunjuk pembangunan PLTA yang terbengkalai lebih dari 15 tahun lalu, terletak di kawasan Air Terjun Sipintoa.

“Kita tidak ingin ada kecelakaan lagi terutama apabila jalan provinsi semakin ramai dilalui pengguna lalu lintas yang buta kerawanan Sipegepege,” harapnya. (***)

Tags: BatuBatu LubangLubangParsoboruanProvinsiSumatera UtaraTapanuli
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Bupati Tapanuli Utara Pimpin FGD, targetkan perencanaan pembangunan daerah yang terintegrasi dan komprehensif

by Ingot Simangunsong
4 Juni 2026 | 08:01 WIB
0

TAPANULI UTARA -- SEGARIS.CO -- BUPATI Tapanuli Utara Jonius TP Hutabarat, membuka Fokus Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Induk Pembangunan...

Read more
Oplus_131072
News

BESOK… DPRD Sumut gelar RDP bahas korban penipuan BNI Siantar

by Ingot Simangunsong
2 Juni 2026 | 15:07 WIB
0

PEMATANGSIANTAR -- SEGARIS.CO -- MASIH ingat kasus penipuan Rp28 M di BNI Aek Nabara? Nah, ini menyeruak lagi kasus kejahatan...

Read more
News

Martogi Sinaga serahkan SK defenitif PAC IPK Ujungpadang

by Ingot Simangunsong
1 Juni 2026 | 15:56 WIB
0

SIMALUNGUN -- SEGARIS.CO -- KETUA DPD IPK Simalungun Martogi Sinaga SH menyerahkan SK Defenitif PAC IPK Kecamatan Ujungpadang kepada ketua...

Read more
News

Pemkab Tapanuli Utara serahkan santunan korban kebakaran Hutatinggi

by Ingot Simangunsong
29 Mei 2026 | 22:03 WIB
0

TAPANULI UTARA -- SEGARIS.CO -- ‎PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara menyerahkan santunan kematian dari Kementerian Sosial RI kepada ahli waris...

Read more
News

PAN Langkat sembelih 5 sapi Qurban di Idul Adha 1447 H

by Ingot Simangunsong
28 Mei 2026 | 15:55 WIB
0

LANGKAT -- SEGARIS.CO - MENYAMBUT Hari Raya Idul Adha 1447/2026 M, Partai Amanat Nasional (PAN) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Langkat...

Read more
News

‎Bupati Taput tinjau pemulihan jalan BKPSU dan lokasi Huntap bantuan KDM

by Ingot Simangunsong
28 Mei 2026 | 06:44 WIB
0

TAPANULI UTARA -- SEGARIS.CO --‎ BUPATI Tapanuli Utara (Taput) Jonius TP Hutabarat tinjau pemulihan jalan BKPSU (Bantuan Keuangan Provinsi Sumatera...

Read more

Berita Terbaru

News

Bupati Tapanuli Utara Pimpin FGD, targetkan perencanaan pembangunan daerah yang terintegrasi dan komprehensif

4 Juni 2026 | 08:01 WIB
News

BESOK… DPRD Sumut gelar RDP bahas korban penipuan BNI Siantar

2 Juni 2026 | 15:07 WIB
News

Martogi Sinaga serahkan SK defenitif PAC IPK Ujungpadang

1 Juni 2026 | 15:56 WIB
SEREMONI

Pemkab Tapanuli Utara kembali raih Opini WTP dari BPK RI

30 Mei 2026 | 10:50 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara serahkan santunan korban kebakaran Hutatinggi

29 Mei 2026 | 22:03 WIB
News

PAN Langkat sembelih 5 sapi Qurban di Idul Adha 1447 H

28 Mei 2026 | 15:55 WIB
News

‎Bupati Taput tinjau pemulihan jalan BKPSU dan lokasi Huntap bantuan KDM

28 Mei 2026 | 06:44 WIB
SEREMONI

Kapolres Simalungun Sholat Idul Adha di Rambung Merah

27 Mei 2026 | 14:07 WIB
News

‎Diikuti 104 peserta, SAfest 2026 Sibandang – Muara sukses

25 Mei 2026 | 06:49 WIB
News

Pangulu minta Ketua Maujana Nagori Rambung Merah segera DICOPOT

24 Mei 2026 | 18:26 WIB
News

‎Masuk 42 Daerah Piloting Nasional, Pemkab Taput gelar ToT digitalisasi bantuan sosial bagi 510 agen

23 Mei 2026 | 10:54 WIB
News

Wabup Taput: “BUMDes Saurdot harus menjadi contoh dan role model”

22 Mei 2026 | 11:46 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita