Segaris.co
Sabtu, 17 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

Dulu elektabilitas Jokowi meroket, kini Ganjar?

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
3 Juni 2022 | 19:15 WIB
in Buah Pikir

ELEKTABILITAS Jokowi yang meroket secara periodik hingga mencapai 43,5% pada Desember 2013 mengonfirmasi betapa besarnya dukungan publik terhadap sosok Gubernur Jakarta tersebut.

Jokowi dianggap sebagai representasi pemimpin yang merakyat, jauh dari korupsi dan lebih fokus bekerja ketimbang mengumbar janji-janji sebagaimana yang ditampilkan capres lainnya.

Elektabilitas Jokowi, jauh mengungguli pesaing capres lain seperti Prabowo, Aburizal, Wiranto, Megawati dan Jusuf Kalla.

Setidaknya hal itu tergambar dari hasil survey Litbang Kompas secara longitudinal pada tiga waktu berjenjang, yakni Desember 2012, Juni 2013 dan Desember 2013.

Posisi terakhir hasil Survey Desember 2013: Jokowi (43,5%); Prabowo (11,1%); Aburizal (9,2%); Wiranto (6,3%); Megawati (6,1%) dan Jusuf Kalla (3,1%).

Baca juga : Demokrasi liberal bangsa Barat, bandingkan China dan Indonesia

Membatalkan sekaligus keputusan Kongres PDI-Perjuangan 2010 dan Perjanjian Batu Tulis 2009

Akibat begitu tingginya elektabilitas Jokowi 43,5% dibanding elektabilitas dirinya hanya 6,1%, maka kemudian Ketum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri ternyata rela membatalkan keputusan Kongres PDI-Perjuangan tahun 2009 yang menetapkan bahwa Megawati Soekarnoputri sebagai Capres 2014.

Megawati Soekarnoputri juga membatalkan Perjanjian Politik Batu Tulis 2009 antara PDI-P dan Gerindra, dimana Capres 2014 adalah Prabowo dan cawapres-nya siapa pun kader PDI-P yang ditunjuk Megawati Soekarnoputri.

Padahal saat itu terjadi penolakan dari internal PDI-P secara besar-besaran dari kubu Taufik Kiemas, suami Megawati Soekarnoputri terhadap sosok Jokowi!!!

Kokoh dan kekeh memutuskan Jokowi

Megawati Soekarnoputri juga membatalkan Perjanjian Politik Batu Tulis 2009 antara PDI-P dan Gerindra. Bahwa bila Paslon Capres/Cawapres Megawati/Prabowo kalah di Pilpres 2009, dan ternyata kalah, maka Capres 2014 adalah Prabowo, dan cawapresnya adalah siapa pun kader PDI-P yang ditunjuk Megawati Soekarnoputri.

Tapi pada akhirnya, karena elektabilitas Jokowi 43,5% itu jauh melampaui elektabilitas Prabowo 11,1%, maka Megawati-pun membatalkan Perjanjian Batu Tulis 2009, yaitu dengan mengajukan Jokowi sebagai Capres 2014 yang diusung PDI-Perjuangan pada 14 Maret 2014.

Dan terbukti pada akhirnya, Jokowi Capres 2014, menang lawan Prabowo dengan unggul suara 6,30% suara. Maka lahirlah Rejim Arus Perubahan yang dipimpin Presiden Jokowi 2014-2019-2024.”

“Dari pembatalan keputusan Kongres PDI-Perjuangan 2010, dan Perjanjian Batu Tulis 2009 terbukti Megawati begitu kokoh dan kekehnya dalam mengambil sebuah keputusan politik Pilpres 2014.

Megawati memilih, memutuskan dan mengajukan Jokowi sebagai Capres 2014 yang diajukan PDI-Perjuangan pada 14 Maret 2014, tepatnya 26 hari menjelang hari Pencoblosan Pileg, 09 April 2014.

Jadi belajar dari peristiwa Pilpres 2014 lalu, selama ini kesan yang terbangun di sebagian rakyat Indonesia bahwa Megawati itu akan mengistimewakan putrinya dalam Pilpres 2024, sesungguhnya tidaklah tepat.

Bahkan Bambang Wuryanto atau yang lebih dikenal sebagai Bambang Pacul pernah mengatakan ke media/pers bahwa siapa pun Capresnya, Puan Maharani adalah Cawapresnya sesungguhnya merendahkan integritas dan konsistensi sosok  Megawati. Karena apa?

Mosok sih Megawati akan memilih Puan menjadi Cawapres mendampingi Capres Prabowo 2024? Padahal sampai saat ini elektabilitas Ganjar sangat jauh, dan secara konsisten terus semakin melampaui dari elektabilitas Puan Maharani.

Akan berulang pada Ganjar Pranowo

Yang menjadi perhatian bersama kita semua saat ini, akankah peristiwa Pilpres 2014 lalu akan berulang dalam Pilpres 2024 nanti? Akankah nasib baik Jokowi dan Indonesia saat ini akan berulang pada Ganjar Pranowo, nanti?

Karena ada sedikit hambatan. Bahwa disinyalir kuat telah terjadi Perjanjian Politik Rahasia antara Megawati dan Prabowo di Berlin pada Juni 2019.

Salah satu poin perjanjiannya bahwa Capres 2024 adalah Prabowo, Cawapres 2024 adalah kader PDI-P yang ditunjuk Megawati Soekarnoputri.

Jadi pertanyaan tepatnya begini, “Akankah nanti elektabilitas Ganjar Pranowo mampu jauh melampaui elektabilitas Prabowo seperti yang terjadi pada Jokowi dalam Pilpres 2014?”

Sesuai dengan motto dan yang diperjuangkan Kelompok Relawan Juang Politik #DulurGanjarPranowo yang mulai bergerak sejak 09 Desember 2020, yaitu: “Ganjar Penerus Jokowi|Presiden Kita 2024-2034.”

Salam Tri-Panji DGP!! Salam Tri-Karsa DGP!!

 

Jakarta, 03/06/2022

Sabar Mangadoe, Penasehat Politik DPP DGP #DulurGanjarPranowo

Tags: BambangGanjar PranowoMegawati SoekarnoputriPDI-PerjuanganPuan Maharani
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more

Berita Terbaru

News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
News

Organda Medan: “Angkutan umum gratis bagi pelajar lebih efisien dari bus listrik”

11 Oktober 2026 | 18:33 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus