TOBA, SEGARIS.CO — KETUA Harian Peresmian Tugu Raja Marsundung Simanjuntak, Pardomuan Nauli Simanjuntak, SH, sedang mempersiapkan buku setebal 100 halaman yang menggambarkan proses pembangunan Tugu Raja Marsundung Simanjuntak dan rencananya akan dibagikan pada acara peresmian yang dilaksanakan di Desa Parsuratan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara pada 19-21 Nopember 2026.
Hal itu disampaikan Pardomuan Simanjuntak, saat meninjau persiapan peresmian yang didampingi Ketua Panitia Peresmian Daerah, Tumbur Simanjuntak dan Kepala Desa Parsuratan, Soemartin Simanjuntak Amd, Minggu (4/10/2026).
“Dalam persiapan penulisan buku ini, saya dibantu dua wartawan senior, Tigor Munthe dan Ingot Simangunsong. Buku ini dipersembahkan bagi pomparan Raja Marsundung, agar dapat melihat gambaran proses pembangunan tugu, dalam bentuk narasi yang terdokumentasi utuh,” kata Pardomuan Simanjuntak.
Ia menginformasikan bahwa buku tersebut akan siap cetak pada 16 Nopember 2026, dan akan dibagikan kepada pomparan yang hadir di acara peresmian tugu.
Kegiatan adat dan keagamaan
Pada kesempatan itu, Pardomuan Simanjuntak bersama Soemartin Simanjuntak meninjau persiapan lokasi pelaksanaan acara peresmian yang jaraknya sekitar 200 meter dari Tugu Raja Marsundung Simanjuntak.
“Kami persiapkan sematang mungkin, dan kegiatan ini digelar di hamparan lahan yang diperkirakan luas hampir 2 hektar. Kami akan memasang CCTV di sejumlah titik di kawasan pesta, tempat parkir, tempat catering dan toilet umum. Kami berupaya seluruh pomparan yang hadir dari berbagai daerah, merasa aman dan nyaman selama terselenggaranya pesta,” katanya.
Peresmian dijadwalkan berlangsung pada 19–21 November 2026 dan akan dirangkai dengan sejumlah kegiatan adat serta keagamaan.
Pardomuan Simanjuntak mengatakan panitia telah melakukan berbagai persiapan, termasuk membangun komunikasi dengan sejumlah pihak yang memiliki hubungan kekerabatan dalam adat Batak.
Menurut Pardomuan, panitia telah menemui tulang Limbong, hula-hula Hasibuan-Sihotang, serta boru sihabolonan Sirait Namorajobi.
“Panitia akan segera menemui hula-hula partali-tali bonang Siahaan. Kami juga telah melakukan komunikasi dengan Somanimbil Siahaan dan Hutagaol serta akan melakukan tonggo sibagot ni pohan pada 19 November nanti,” kata Pardomuan Simanjuntak.
Selain itu, undangan kepada sejumlah tokoh dan pomparan Raja Marsundung Simanjuntak telah disampaikan, di antaranya dari Parsuratan, Mardaup, Sitombuk, dan Hutabulu.
Rangkaian kegiatan peresmian akan diawali dengan ibadah dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan acara puncak berupa peresmian serta penandatanganan prasasti Tugu Raja Marsundung Simanjuntak.
Panitia juga mengundang tulang, hula-hula, dan boru untuk hadir dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut. [Richmond Napitupulu/***]






