TOBA, SEGARIS.CO – PERSIAPAN peresmian Tugu Raja Marsundung Simanjuntak di Desa Parsuratan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, terus dimatangkan panitia.
Peresmian dijadwalkan berlangsung pada 19–21 November 2026 dan akan dirangkai dengan sejumlah kegiatan adat serta keagamaan.
Ketua Harian Peresmian Tugu Raja Marsundung Simanjuntak, Pardomuan Nauli Simanjuntak, SH, mengatakan panitia telah melakukan berbagai persiapan, termasuk membangun komunikasi dengan sejumlah pihak yang memiliki hubungan kekerabatan dalam adat Batak.
Menurut Pardomuan, panitia telah menemui tulang Limbong, hula-hula Hasibuan-Sihotang, serta boru sihabolonan Sirait Namorajobi.
“Panitia akan segera menemui hula-hula partali-tali bonang Siahaan. Kami juga telah melakukan komunikasi dengan Somanimbil Siahaan dan Hutagaol serta akan melakukan tonggo sibagot ni pohan pada 19 November nanti,” ujar Pardomuan, Sabtu (3/10/2026).
Selain itu, undangan kepada sejumlah tokoh dan pomparan Raja Marsundung Simanjuntak telah disampaikan, di antaranya dari Parsuratan, Mardaup, Sitombuk, dan Hutabulu.
Rangkaian kegiatan peresmian akan diawali dengan ibadah dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan acara puncak berupa peresmian serta penandatanganan prasasti Tugu Raja Marsundung Simanjuntak.
Panitia juga mengundang tulang, hula-hula, dan boru untuk hadir dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Pomparan diharapkan hadir dari berbagai daerah
Pomparan atau keturunan Raja Marsundung Simanjuntak dari berbagai wilayah, khususnya dari Parsuratan, Mardaup, Sitombuk, dan Hutabulu, diharapkan turut hadir dalam acara tersebut.
“Kita tinggal menunggu laporan dari koordinator wilayah dan daerah terkait jumlah pomparan yang akan hadir pada 19–21 November 2026 mendatang,” kata Pardomuan.
Ia menambahkan, panitia dalam waktu dekat akan mengumumkan tokoh nasional yang dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut.
Sejumlah tokoh dari keturunan Raja Marsundung Simanjuntak juga telah mengonfirmasi kehadiran.
Dari sisi keamanan dan koordinasi pemerintahan, panitia telah melaporkan rencana kegiatan kepada pihak kepolisian.
Koordinasi juga telah dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Toba dan Pemerintah Desa Parsuratan.
“Izin keramaian kepada pihak kepolisian sudah dilaporkan, termasuk kerja sama dengan Pemkab dan Pemerintah Desa,” tuturnya.
Peresmian Tugu Raja Marsundung Simanjuntak diharapkan menjadi momentum berkumpulnya pomparan sekaligus mempererat hubungan kekerabatan serta menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat Batak.
Dengan seluruh rangkaian persiapan tersebut, panitia berharap kegiatan peresmian pada November mendatang dapat berlangsung lancar dan menjadi momentum penting bagi seluruh pomparan Raja Marsundung Simanjuntak. [Richmond Napitupulu/***]






