JAKARTA – SEGARIS.CO — KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang panggung politik nasional dengan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kamis (9/7/2026).
Selain kepala daerah tersebut, sejumlah pihak lain juga turut diamankan dalam operasi yang diduga berkaitan dengan praktik pemerasan terhadap jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa perkara yang sedang diselidiki berpusat pada dugaan pemerasan yang dilakukan oleh bupati terhadap perangkat daerah.
Setelah pemeriksaan awal di wilayah Solo, Etik bersama beberapa pihak lainnya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Sesuai ketentuan KUHAP, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.
Dalam OTT tersebut, penyidik KPK juga menyita barang bukti berupa uang, emas, serta mata uang asing dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
Meski demikian, lembaga antirasuah itu belum merinci asal-usul maupun keterkaitan seluruh barang bukti tersebut dengan dugaan tindak pidana yang sedang diusut.
Jumlah pihak yang diamankan juga berkembang, dengan laporan terbaru menyebutkan sembilan orang ikut dibawa untuk diperiksa.
Di tengah proses hukum yang berlangsung, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal.
Pelayanan publik disebut tetap berlangsung seperti biasa sembari menunggu perkembangan proses hukum yang dilakukan KPK.
Profil Singkat Etik Suryani
Etik Suryani merupakan politikus yang telah lama berkiprah di Kabupaten Sukoharjo.
Ia berasal dari PDI Perjuangan dan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pemerintahan sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Sukoharjo.
Kariernya semakin menonjol ketika menjabat sebagai Wakil Bupati Sukoharjo.
Setelah Bupati sebelumnya wafat, Etik dipercaya melanjutkan kepemimpinan sebagai bupati, kemudian kembali memperoleh mandat rakyat pada Pilkada 2024 bersama Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo untuk masa jabatan 2025–2030.
Selama menjabat, Etik dikenal mendorong pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta pengembangan investasi daerah.
Namun, citra tersebut kini mendapat ujian berat setelah dirinya terseret OTT KPK.
Menunggu Penetapan Status
Hingga berita ini ditulis, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang diamankan.
Publik kini menanti apakah Etik Suryani akan ditetapkan sebagai tersangka beserta konstruksi perkara yang akan dipaparkan secara resmi oleh lembaga antirasuah.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa praktik korupsi di tingkat pemerintahan daerah masih menjadi tantangan besar.
Penegakan hukum yang konsisten diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. [Red/***]






