PEMATANGSIANTAR — SEGARIS.CO –GERAKAN Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun menggelar aksi damai dan menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD Kota Pematangsiantar, Senin (22/06/2026).
Massa aksi diterima Wakil Ketua DPRD Daud Simanjuntak dan Sekretaris DPRD Charles Y.P. Siregar.
Dalam orasinya, GMKI menyampaikan kekecewaan terhadap Pemerintah Kota Pematangsiantar dan DPRD yang dinilai belum cukup berpihak kepada masyarakat kecil.
Koordinator aksi, D. Nababan, menegaskan bahwa GMKI sebagai organisasi kader dan pelayanan memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan aspirasi rakyat serta mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Dalam tuntutannya, GMKI meminta audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran program MBG dan Koperasi Desa (Kopdes), evaluasi efektivitas program pemerintah, peningkatan kualitas pendidikan nasional, serta jaminan kebebasan berpendapat dan berekspresi.
Selain itu, GMKI mendesak Pemko Pematangsiantar dan aparat penegak hukum mengusut tuntas penyebab kebakaran Pasar Dwikora secara transparan dan akuntabel.
Mereka juga meminta Wali Kota merealisasikan 13 program prioritas serta meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berpihak kepada masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Daud Simanjuntak menyatakan pihaknya menghargai penyampaian pendapat yang dilakukan secara damai.
Ia berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut kepada Ketua DPRD untuk dibahas lebih lanjut dalam rapat dewan.
Aksi damai GMKI sempat diwarnai pembakaran ban di depan gerbang DPRD dan yel-yel organisasi.
Massa menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat tanggapan. [Hanna Napitu/***]






