Segaris.co
Sabtu, 17 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir
Sutrisno Pangaribuan, Jubir TPD Ganjar- Mahfud SUMUT

Sutrisno Pangaribuan, Jubir TPD Ganjar- Mahfud SUMUT

Jokowi, LANJUTKAN DRAMA dan SINETRON POLITIK!

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
10 November 2023 | 22:23 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Sutrisno Pagaribuan

SEBAGAI pecinta musik rock, barangkali Presiden Joko Widodo (Jokowi) lupa, bahwa vocalis group band rock senior, God Bless, Ahmad Albar, pernah mempopulerkan lagu “Panggung Sandiwara.”

Lagu tersebut menjelaskan bahwa dunia ini panggung sandiwara, yang ceritanya mudah berubah. Semua akan berubah seiring waktu dan sesuai kepentingan atau kebutuhannya, baik cepat mau pun lambat.

Maka pernyataan Jokowi yang disampaikan dalam sambutan di HUT ke-49 Partai Golkar tentang politik yang diwarnai drama, drakor, dan sinetron adalah benar.

Bahkan salah seorang sutradara sekaligus aktor paling sukses, adalah Jokowi sendiri. Jokowi yang mengatakan bahwa anak-anaknya tidak tertarik politik, nyatanya hari ini anak dan menantunya wali kota. Putra bungsunya jadi ketum partai, dan salah satu putranya kini jadi bakal cawapres.

Drama Jokowi dengan anak dan menantunya sebenarnya hal biasa dan lazim terjadi. Tidak ada politisi yang tidak melakukan drama demi meraih dan mempertahankan posisi politiknya.

Aksi Jokowi bertanya nama- nama ikan, nama- nama suku, dan bagi-bagi sepeda adalah drama. Kunjungan ke daerah yang jalannya rusak, hingga masuk gorong- gorong adalah sinetron. Semua bentuk drama, drakor, dan sinetron politik Jokowi tersebut sama sekali bukan tentang gagasan maupun ide, namun tentang perasaan.

Jokowi memainkan peran dalam drama berjudul presiden merakyat, dalam sinetron pemimpin tak berjarak. Drakor kunjungi jalan rusak berbuah pembangunan patung pun sempurna dilakoni demi citra diri peduli.

Akan tetapi semua itu sah dan mungkin terjadi di dalam politik. Sebab semua politisi memang harus bermain peran dalam drama, sinetron demi citra diri bersih, peduli, merakyat, dan tak berjarak. Drama dan sinetron dimainkan pun demi menggugah perasaan, terutama perasaan orang biasa, rakyat.

Drama Jokowi yang menggugah perasaan orang biasa lah yang membuat Jokowi terpilih, bukan karena besarnya ide dan gagasannya.

Sinetron Jokowi dengan lakon orang biasalah yang menggugah perasaan rakyat sehingga memilih wong deso, Jokowi bukan memilih anak menteri, mantan menantu presiden, Prabowo Subianto.

Maka sambutan Jokowi yang menyebut politik akhir-akhir ini dipenuhi drama, sinetron, drakor adalah apresiasi Jokowi terhadap para pihak yang berhasil meniru cara Jokowi, bukan ejekan apalagi hinaan.

Maka para politisi yang sedang main drama dan sinetron tidak perlu reaktif terhadap pernyataan Jokowi. Sebab Jokowi sedang menjelaskan cara sukses dalam politik, menang dalam 5 kali pemilihan bagi dirinya, dan 2 pemilihan bagi anak dan menantunya.

Jokowi menjadi sutradara sekaligus aktor drama dan sinetron politik paling sukses dalam sejarah Indonesia hingga saat ini. Sehingga ada parpol rasa relawan, dan relawan rasa parpol, berbaris tegak lurus dan bersumpah setia kepada Jokowi.

Jokowi “setara” dengan Soekarno, bahkan lebih, sebab Soekarnoisme lahir pasca Bung Karno wafat, sementara Jokowisme muncul saat Jokowi masih hidup.

Patung Soekarno dibangun jauh setelah sang Proklamator mangkat, sementara patung Jokowi kini dibangun di desa kecil, jauh dari ibukota, saat Jokowi masih sibuk menilai sinetron dan drama politik.

Satu-satunya drama dan sinetron politik yang saatnya dihentikan, tutup buku adalah drama politik KTA PDI-P Gibran dan Bobby. Sebab drakor tersebut tidak penting dan tidak menggugah perasaan rakyat.

Persoalan KTA sejatinya urusan rumah tangga PDI-P dan kadernya, bukan urusan publik. Jika sudah jelas terjadi pelanggaran aturan dan ketentuan partai, Gibran dan Bobby dapat diberi sanksi dari sanksi terendah hingga tertinggi, dipecat.

Dan jika sudah dipecat, tidak perlu lagi ada drama pengembalian KTA, sebab KTA tersebut dapat dijadikan penanda kenangan. Atau sewaktu-waktu diaktifkan atau digunakan kembali seperti para kader yang pernah dipecat, namun kini aktif jadi caleg PDI-P.

Mari terus bermain politik riang gembira dengan drama dan sinetron terbaik demi citra sederhana. Untuk meraih perasaan rakyat dengan semua suka dukanya, dengan semua beban-bebannya.

 

Penulis, Sutrisno Pangaribuan, adalah kader PDI-P dan Presidium GaMa Centre

 

Tags: BobbyDramaGibranJokowiPolitiksegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more

Berita Terbaru

News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus