Segaris.co
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir
Buntulan Soaduon, Pembina DPP DGP #DulurGanjarPranowo

Buntulan Soaduon, Pembina DPP DGP #DulurGanjarPranowo

Pileg SISTEM PROPORSIONAL TERBUKA suburkan POLITIK UANG

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
10 Maret 2023 | 15:51 WIB
in Buah Pikir

Catatan | Buntulan Soaduon

POLITIK UANG selalu terjadi di dalam 3 tahap, yaitu, politik uang saat penjaringan bakal Caleg di internal partai sampai Partai mendaftarkan para Caleg ke KPU/KPUD.

Politik uang pada saat masa kampanye sampai hari H pencoblosan, dan politik uang pada saat setelah pencoblosan atau perhitungan suara berjenjang.

Kini mari kita bedah bersama Politik Uang dalam Pileg Sistem Proporsional Tertutup dan Terbuka.

PILEG Sistem PROPORSIONAL TERTUTUP

Politik uang saat penjaringan para Caleg sampai Partai mendaftarkan-nya ke KPU/KPUD.

Parameter yang perlu dipertimbangkan: (1) Kinerja selama pengkaderan, (2) Elektabilitas, (3) Popularitas, (4) Kekuatan Jaringan, dan (5) Kemampuan Finansial (pribadi dan bohir politik).

Kemungkinan yang akan diambil menjadi Caleg oleh partai berdasarkan kekuatan kader partai sendiri.

Kemungkinan yang akan diambil partai, adalah (No 1, No 2, No 3, No 4, dan No 5).

A. (Kuat, Kuat, Kuat, Kuat, Kuat), artinya No 1 kinerjanya bagus, No 2, Elektabilitas tinggi. No 3 Popularitasnya bagus, No 4 Jaringannya luas dan No 5. Finansial-nya kuat… adalah kader tanpa politik uang. Kesimpulan: Sangat diutamakan.

B. (Kuat, Kuat, Kuat, Kuat, Lemah)

Karena No 5 akan dibantu oleh kekuatan finansial partai dan bohir politik sedikit. Kesimpulan: Tetap direkomendasikan menjadi bakal Caleg.

C. (Kuat, Kuat, Kuat, Lemah, Kuat) … Kesimpulan: Masih bisa direkomendasikan sebagai bakal Caleg.

“Bilamana ada lebih dari satu lemah maka akan segera dicoret.”

Kesimpulan akhir, dalam Pileg Sistem Proporsional Tertutup maka politik uang mulai pada saat pendaftaran bakal Caleg sampai Caleg yang didaftarkan ke KPU sangat minim politik uang.

Baca juga :

segaris.co pelepas belenggu “kuli”

Politik Uang saat Masa Kampanye

Karena sudah difit and proper test dari kader sendiri, maka politik uang kepada rakyat akan sangat minim sehingga rakyat akan tersadarkan untuk mendengar program program calonnya daripada politik uang karena mereka sudah bekerja untuk rakyat sebelumnya.

Kesimpulan: Politik uang mungkin tidak bisa dihindari tapi volumenya bisa diperkirakan tidak masif seperti sistem terbuka seperti saat sebelum sebelumnya.

Politik uang setelah pencoblosan atau tahap perhitungan suara, bisa terjadi masif bilamana petugas KPU, Bawaslu dan lainnya, tidak punya integritas tinggi. Tapi bilamana berintegritas tinggi maka potensi politik uang akan kecil.

Baca juga :

Jaga kualitas air minum dari hulu hingga ke hilir, Perumda “Tirta Uli” gelar Pelatihan RPAM

Direktur Utama Perumda “Tirta Uli”, Ir Zulkifli Lubis MT

PILEG Sistem PROPORSIONAL TERBUKA

Akan terjadi saling sikut, baik dari calon luar kader dengan kader partai sendiri. Sehingga kemungkinan politik uang semakin masif.

Karena, siapa pun bisa mendaftar walau pun dari 5 kriteria hanya mempunyai dua parameter yang kuat. Peran bohir politik akan semakin kuat dan petugas partai akan memanfaatkan nafsunya bakal calon untuk dijadikan calon karena di belakangnya sudah ada bohir politik.

Peserta pemilu akan mengiming-imingi rakyat, terutama pemilih dari kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah, #MBR atau #Wong Cilik dengan politik uang yang signifikan.

Berlomba adu besar-besaran politik uang karena bagi calon legislatif mereka sudah punya bohir politik yang membiayai kampanye dengan deal-deal rahasia.

Akibatnya rakyat #Wong Cilik berpikir semakin pragmatis, semakin kecanduan untuk menerima politik uang dari siapa pun Caleg partai mana pun!!

Di sinilah akan terjadi hancurnya moral rakyat dalam  berdemokrasi untuk berdaulat.

Almarhum Buya Syafii Maarif sudah bolak-balik dengan lugas dan lantang mengatakan bahwa Indonesia memasuki fase Demokrasi Tuna Adab. Semakin menuju Biadab gegara semakin suburnya praktek Politik Uang ini.

Akan sama-sama mempunyai potensial politik uang tergantung dari moralitas dari para petugas KPU, Bawaslu, DKPP dan lain lainnya.

Baca juga :

Ilyas Sitorus: “Diskominfo cermin Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota jalankan program pembangunan”

KEPALA Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara, Ilyas S Sitorus

Politik Uang Lebih Kecil Proporsional Tertutup Dibanding Tertutup

Maka, dengan mempertimbangkan hal-hal di atas, kami berpendapat bahwa politik uang yang kemungkinan lebih besar dan masif serta daya hancur moral pemilih jauh lebih kuat adalah Pileg dengan Sistem Proporsional Terbuka.

Dan bisa kita dilihat para bohir politik akan sangat berperan di sistem terbuka sehingga partai tak bisa lagi mengendalikan kekuatannya, apalagi menerapkan ideologinya.

Demikian kiranya salah satu analisis dan pendapat kami terhadap Pileg dengan sistem PROPORSIONAL TERTUTUP atau PROPORSIONAL TERBUKA.

Silahkan siapa pun yang ingin menyumbangkan pemikirannya. Tapi kita seharusnya bukan sebatas hanya saya setuju sistem tertutup, atau sebaliknya saya setuju sistem terbuka, tapi tanpa analisa data-data faktual, dan tanpa argumen yang kuat, serta mendasar.

Pokoknya, semua omongan Politisi Petinggi Partai mana pun harus kita kritisi dengan baik..

Partai Minim Apalagi Nihil Kader Ngotot Dukung Proporsional Terbuka

Jad,i tidaklah mengherankan bagi kita semua, ketika melihat partai-partai peserta pemilu 2024 yang minim kader, apalagi nihil kader, akan mendukung Pileg dengan Sistem Proporsional Terbuka yang sudah diterapkan pada Pileg 2009, 2014 dan 2019 kemarin. Sudah terbukti semakin menyuburkan Politik Uang.

“DGP sejak awal gugatan ke MK dilayangkan agar Pileg kembali ke Sistem Proporsional Tertutup, sudah menyatakan sikap politik-nya mendukung 100% MK mengabulkannya…”

Penulis, Buntulan Soaduon, Pembina DPP DGP #DulurGanjarPranowo

ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Tingkat inflasi Sumut tinggi, TANGGUNG JAWAB SIAPA?

by Ingot Simangunsong
16 Agustus 2026 | 22:51 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan Kantor Gubernur Sumut BERDASARKAN Perda No.10 Tahun 2025 Tentang Perubahan Atas Perda No.8 Tahun 2022 Tentang...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Warga HKBP dijanjikan Sekda, ternyata hanya tiga bulan

by Ingot Simangunsong
3 Agustus 2026 | 14:28 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan SETELAH skenario awal menjadikan Topan Ginting sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) kandas. Bobby...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Stop pencitraan! Tidak ada urgensi Bobby-Surya berkantor di Nias

by Ingot Simangunsong
31 Juli 2026 | 15:06 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan AKSI Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dan Surya berkantor di Pulau Nias hanya...

Read more
Buah Pikir

Diawali asesmen, Dinas Pendidikan Tapanuli Utara akan tingkatkan mutu pendidikan

by Ingot Simangunsong
31 Juli 2026 | 11:18 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang LANGKAH yang dilakukan Kadis Pendidikan Tapanuli Utara Freddy Advent Panjaitan untuk meningkatkan mutu pendidikan sangat tepat....

Read more

Berita Terbaru

News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

1 September 2026 | 22:42 WIB
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
SEREMONI

Tangkas Kroni Silitonga gelar reses, serap aspirasi warga Nagori Lestari Indah

31 Agustus 2026 | 16:02 WIB
News

‎Bupati Tapanuli Utara temui Kepala BBWSS II, usulkan pemulihan irigasi dan tanggul

31 Agustus 2026 | 13:13 WIB
News

Bayu Wicaksono alias Ncek pulang dari Myanmar, buronan dua tahun berakhir di Bareskrim

31 Agustus 2026 | 11:16 WIB
SEREMONI

Wali Kota ajak DMI makmurkan masjid dan masyarakat Siantar

31 Agustus 2026 | 08:48 WIB
News

“RUU Perampasan Aset: senjata baru Negara mengejar harta kejahatan, tapi siapa yang mengawasi?”

30 Agustus 2026 | 13:38 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus