Segaris.co
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

GADUH Nasdem Demokrat PKS, RAPUH atau SIASAT CARI PERHATIAN PUBLIK?

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
19 Januari 2023 | 22:23 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Sutrisno Pangaribuan

SEJAK DIDEKLARASIKAN sebagai Capres 2024 oleh Partai Nasdem (Panas) pada Senin, 3 Oktober 2022, hingga saat ini belum ada kepastian Anies Rasyid Baswedan (ARB) akan memenuhi syarat untuk maju.

Setelah gagal menggelar deklarasi bersama yang direncanakan bersamaan dengan peringatan hari Pahlawan, 10 November 2022.  Kini, elit Panas, Partai Demokrat (Padat) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) malah terlibat aksi saling sindir dan saling ancam di media.

Belum lama berselang terjadi aksi saling sindir antar sesama elit Parpol yang berencana akan mengusung Capres ARB.

Wakil Ketua Umum Panas, Ahmad Ali menyebut koalisi perubahan akan bubar jika ada yang memaksakan diri menjadi Cawapres ARB. Pernyataan tersebut kemudian direspon oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketum DPP Padat, dengan memastikan dirinya tidak mau memaksa dan dipaksa untuk menjadi Cawapres ARB.

Aksi berbalas pantun itu kemudian disambut oleh Jubir PKS, Muhammad Kholid, yang menyebut bahwa ogah buru-buru deklarasi bersama Parpol koalisi pro ARB.

Baca juga :

LAHAN Medan Club dibeli, Johan Merdeka: “Bagaimana Pemprovsu bisa membeli tanah berstatus HGB”

Sekretaris DPD LSM PENJARA PN Sumut, Johan Merdeka

Menurut Jubir PKS, kerangka berpikirnya harus dalam bingkai kebersamaan untuk menang, sehingga harus lebih jernih, lapang dada dan rendah hati.

PKS tidak mau ketinggalan dengan menyodorkan nama Wakil Ketua Majelis Syura partainya Ahmad Heryawan (Aher) sebagai Cawapres.

Aher diyakini dapat membantu ARB dalam memenangkan Pilpres 2024 bila dipasangkan, sebab telah teruji memenangkan Pilkada Jawa Barat, dua kali.

Panas melalui Ahmad Ali, berpandangan bahwa ARB, bukanlah kadernya, sehingga tidak ada keharusan bagi PKS dan Padat untuk mengajukan kadernya sebagai Cawapres ARB.

Panas menghendaki Cawapres ARB merupakan sosok yang berpengalaman di pemerintahan dan dapat mendongkrak suara di luar basis pendukung ARB.

Seperti hendak menyindir AHY, Panas tidak mau Cawapres ARB sosok yang belum berpengalaman dan ketika terpilih masih harus belajar.

Sementara itu, Padat melalui Jansen Sitindaon membalas dengan mengatakan bahwa sudah ada tim dari ketiga Parpol untuk membahas urusan Capres dan Cawapres, sehingga tim diminta untuk tertib, dan tidak boleh ada yang merasa paling mendominasi.

Baca juga :

Daripada BELI LAHAN Medan Club, Siska Barimbing: “Pemprov Sumut disarankan Fokus pada DELAPAN PROGRAM RPJMD”

Pengamat Kebijakan Publik, Siska Barimbing

Kongres Rakyat Nasional (Kornas) yang berada di pihak yang berseberangan dengan ketiga Parpol tersebut menyampaikan pandangan sebagai upaya memberi informasi kepada publik.

Sandiwara elit Parpol tersebut harus dijelaskan dengan baik agar publik tidak terkecoh. Berikut pandangan Kornas;

PERTAMA, bahwa Panas sejak awal ingin mengambil peran sebagai leader, sehingga mendahului mendeklarasikan ARB sebagai Capres.

Selain keinginan menjadi leader, Panas juga ingin mendapatkan efek elektoral dari basis pendukung ARB yang diyakini akan bergeser memilih Panas.

Pilihan berseberangan dengan Capres yang akan diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) itu terjadi karena Panas ingin memeroleh kemenangan di Pemilu 2024.

Menurut Panas, jika tetap mengusung dan mendukung Capres kader PDI-P, maka Panas tidak akan mendapat efek elektoral yang signifikan seperti Pemilu 2019. Terutama setelah di kabinet Indonesia maju, Panas tidak lagi diberi jatah untuk menduduki posisi pimpinan korps adhyaksa.

KEDUA, Panas menyadari bahwa ARB bukan kadernya, maka Panas harus menghindari Cawapres ARB dari kader Padat maupun PKS.

Jika Cawapres ARB merupakan kader Padat (AHY) atau PKS (Aher), maka merekalah yang mendapat efek elektoral dari Pilpres 2024.

Maka Panas selalu menawarkan nama-nama baru selain AHY dan Aher agar Panas tetap menjadi leader dan mendapat efek elektoral yang siginifikan di Pemilu 2024.

KETIGA, bahwa ide dan gagasan mengusung ARB hanyalah ekspresi emosional Panas karena dominasi PDIP di Parpol koalisi pemerintahan Jokowi.

Panas berhasil membuktikan bahwa, mendeklarasikan ARB disambut baik oleh Padat dan PKS yang merupakan Parpol di luar pemerintahan Jokowi.

Sampai saat ini, selain fokus membahas Cawapres, tidak pernah ada hal lain yang dibahas dan dipublikasikan ketiga Parpol tersebut.

KEEMPAT, bahwa koalisi Parpol ini sesungguhnya tidak memiliki visi, misi dan program yang jelas sebagai perekat koalisi. Ketiga Parpol hanya sibuk membahas figur Cawapres yang akan mendampingi ARB sehingga koalisi sangat rapuh.

Aksi saling sindir dan mudah “baper” dari elit ketiga Parpol sebagai bukti bahwa “koalisi perubahan” itu kosong dari pertukaran ide, gagasan serta jauh dari semangat “perubahan”. Ketiga Parpol hanya menunjukkan sifat kekanak- kanakan untuk mencari perhatian publik untuk dijadikan bahan pembicaraan public.

KELIMA, tokoh-tokoh politik orde baru seperti Surya Paloh, Muhammad Jusuf Kalla (MJK), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diyakini sebagai aktor intelektual koalisi Parpol ini.

Maka kegaduhan yang dipublikasikan tersebut bagian dari siasat menarik perhatian publik.

Surya Paloh, wartawan senior, tentu paham mengatur isu yang harus dimainkan untuk menarik perhatian media, sehingga menjadi bahan berita.

SBY paham strategi “playing victim” dan berpengalaman, berhasil mengantarkannya menjadi presiden dua periode.

Sementara MJK memiliki kemampuan melakukan penetrasi ke berbagai lapisan masyarakat dan lintas wilayah.

Pemilu 2024, hendaklah menjadi pesta demokrasi seperti sering diperbincangkan, maka sebagai pesta, Pemilu sejatinya menghadirkan sukacita, kegembiraan.

Semua pihak yang terlibat dalam pesta demokrasi sejatinya menghindari praktik-praktik kotor yang dapat mengganggu sukacita dan kegembiraan seluruh rakyat.

Jika ada pihak-pihak yang secara sadar dan sengaja melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengurangi sukacita dan kegembiraan pesta demokrasi, maka seluruh rakyat akan bersatu melawannya.

Penulis, Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas)

 

ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Tingkat inflasi Sumut tinggi, TANGGUNG JAWAB SIAPA?

by Ingot Simangunsong
16 Agustus 2026 | 22:51 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan Kantor Gubernur Sumut BERDASARKAN Perda No.10 Tahun 2025 Tentang Perubahan Atas Perda No.8 Tahun 2022 Tentang...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Warga HKBP dijanjikan Sekda, ternyata hanya tiga bulan

by Ingot Simangunsong
3 Agustus 2026 | 14:28 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan SETELAH skenario awal menjadikan Topan Ginting sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) kandas. Bobby...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Stop pencitraan! Tidak ada urgensi Bobby-Surya berkantor di Nias

by Ingot Simangunsong
31 Juli 2026 | 15:06 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan AKSI Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dan Surya berkantor di Pulau Nias hanya...

Read more
Buah Pikir

Diawali asesmen, Dinas Pendidikan Tapanuli Utara akan tingkatkan mutu pendidikan

by Ingot Simangunsong
31 Juli 2026 | 11:18 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang LANGKAH yang dilakukan Kadis Pendidikan Tapanuli Utara Freddy Advent Panjaitan untuk meningkatkan mutu pendidikan sangat tepat....

Read more

Berita Terbaru

News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

1 September 2026 | 22:42 WIB
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
SEREMONI

Tangkas Kroni Silitonga gelar reses, serap aspirasi warga Nagori Lestari Indah

31 Agustus 2026 | 16:02 WIB
News

‎Bupati Tapanuli Utara temui Kepala BBWSS II, usulkan pemulihan irigasi dan tanggul

31 Agustus 2026 | 13:13 WIB
News

Bayu Wicaksono alias Ncek pulang dari Myanmar, buronan dua tahun berakhir di Bareskrim

31 Agustus 2026 | 11:16 WIB
SEREMONI

Wali Kota ajak DMI makmurkan masjid dan masyarakat Siantar

31 Agustus 2026 | 08:48 WIB
News

“RUU Perampasan Aset: senjata baru Negara mengejar harta kejahatan, tapi siapa yang mengawasi?”

30 Agustus 2026 | 13:38 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus