PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO — SESEPUH Partai Golkar, Syahmidun Saragih (72) — yang selama 12 tahun memimpin Partai Golkar Kabupaten Simalungun — menyebutkan, bahwa ada tiga agenda utama Musda XI Partai Golkar Pematangsiantar yang harus dilaksanakan, yang akan memilih dan menetapkan seorang figur pemimpin handal, untuk mengantar Partai Golkar menjadi pemenang pada Pemilihan Legislatif tahun 2029.
“Tiga agenda ini, merupakan ‘roh’ partai, dan harus dijalankan dengan cermat, sehingga tujuan ke depan benar-benar tertata dengan baik dan tepat sasaran, yakni Partai Golkar hadir sebagai pemenang pada Pileg 2029. Ingat, dalam sejarah perpolitikan di Kota Pematangsiantar, Partai Golkar belum pernah tampil sebagai pemenang, dan menjadi pemimpin di DPRD Pematangsiantar,” kata Syahmidun Saragih kepada Pimpinan Redaksi Mediaonline Segaris.co, Ingot Simangunsong di Asana Garden, Jalan Kasuari, Kelurahan Sipinggol-pinggol, Kota Pematangsiantar, Selasa (14/10/2026).
Tiga agenda yang menentukan
Syahmidun Saragih menjabarkan tiga agenda tersebut, yakni Reevaluasi Program, Restrukturisasi Program dan Restrukturisasi Personil.
Dalam Musda XI itu, reevaluasi program menjadi agenda utama, menyangkut kegiatan kepartaian 5 tahun sebelumnya.
“Kegiatan lima tahun sebelumnya, harus dievaluasi. Apa yang sudah dikerjakan, sedang dikerjakan dan yang belum terlaksana. Dilakukan analisa atau kajian, terkait apa hambatan, apa tantangan dan apa dukungan, baik itu di internal maupun eksternal partai,” kata Syahmidun Saragih.
Setelah itu, disebutkannya terkait restrukturisasi program, dimana Musda melakukan penyusunan berbagai program kerja untuk 5 tahun ke depan.
“Termasuk di dalamnya optimalisasi program umum Partai Golkar, program pusat, provinsi dan Kota Pematangsiantar yang bermuara kepada Pemenangan Pileg 2029,” kata Syahmidun Saragih.
Daud Simanjuntak mampu melaksanakan
Untuk mewujudkan kedua agenda tersebut, diwujudkan dalam agenda restrukturisasi personel.
“Restrukturisasi personel ini, sangat menentukan seperti apa arah perpolitikan Partai Golkar di tengah masyarakat Pematangsiantar. Hasil Musda, dapat menempatkan personel yang mampu melaksanakan tugas-tugas kepartaian,” kata Syahmidun Saragih.
Diungkapkannya, menjadi pimpinan partai itu lebih sulit dari pimpinan instansi maupun perusahaan.
“Ketua partai itu, memimpin kader yang tidak menerima atau tidak digaji. Untuk itulah, dibutuhkan pemimpin yang handal dan tangguh, yang memiliki integritas, kapabelitas, kapasitas dan loyalitas tinggi,” kata Syahmidun Saragih.
Dinyatakan Syahmidun Saragih, bahwa figur kader Partai Golkar yang mampu melaksanakan agenda kepartaian, adalah Daud Simanjuntak yang saat ini duduk di posisi Wakil Ketua DPD Partai Golkar Pematangsiantar dan Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar.
“Daud Simanjuntak memiliki persyaratan tersebut dan saya nilai memiliki integritas, kapabelitas, kapasitas dan loyalitas untuk melaksanakan program kerja kepartaian serta memenangkan partai pada Pileg 2029,” kata Syahmidun Saragih. [***]






