PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO – MENJELANG Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Pematangsiantar tahun 2026, nama Daud Simanjuntak mulai mencuat sebagai salah satu figur yang diperbincangkan untuk memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.
Daud Simanjuntak yang saat ini menjabat Wakil Ketua I DPRD Kota Pematangsiantar dinilai memiliki modal politik dan kapasitas kepemimpinan untuk membawa Golkar menghadapi persaingan politik yang semakin kompetitif.
Penilaian itu disampaikan sesepuh Partai Golkar, Syahmidun Saragih (72), mantan Ketua Golkar dan Ketua DPRD Simalungun serta mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara.
Menurut Syahmidun, tantangan politik ke depan semakin berat. Partai tidak cukup hanya mengandalkan nama besar, tetapi harus mampu membangun kepercayaan dan meraih simpati masyarakat sebagai pemilik suara.
Karena itu, Golkar Pematangsiantar membutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan berkompetisi, memahami persoalan masyarakat, serta mampu merumuskan strategi politik untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Saya menilai Daud Simanjuntak memiliki empat unsur penting yang dibutuhkan seorang pemimpin, yakni integritas, kapabilitas, kapasitas, dan loyalitas. Keempatnya tercermin dalam perjalanan karier politiknya sebagai kader partai,” ujar Syahmidun.
Perolehan Suara Terus Meningkat
Salah satu indikator yang disoroti Syahmidun adalah kemampuan Daud dalam menjaga kepercayaan konstituennya di Daerah Pemilihan (Dapil) Pematangsiantar 2, yang meliputi Kecamatan Siantar Martoba dan Siantar Sitalasari.
Berdasarkan data yang dihimpun Segaris.co, perolehan suara Daud Simanjuntak dalam dua kali Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD Kota Pematangsiantar menunjukkan peningkatan.
Pada Pileg 2019, Daud meraih 1.980 suara dan terpilih sebagai anggota DPRD Kota Pematangsiantar untuk periode 2019–2024.
Ia kemudian menjabat Wakil Ketua DPRD.
Pada Pileg 2024, perolehan suaranya meningkat menjadi 3.280 suara.
Daud kembali terpilih untuk periode 2024–2029 dan menjabat Wakil Ketua I DPRD Kota Pematangsiantar.
Bagi Syahmidun, peningkatan perolehan suara tersebut menjadi salah satu indikator terpeliharanya kepercayaan masyarakat terhadap Daud.
Ia menilai loyalitas kepada partai harus berjalan seiring dengan komitmen memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Loyalitas itu lahir dari integritas, kapabilitas, dan kapasitas yang dimiliki. Daud juga menunjukkan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Perhatian pada Ketahanan Pangan Keluarga
Syahmidun juga menyoroti perhatian Daud terhadap upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga.
Salah satunya melalui pembentukan kelompok tani dan pemanfaatan halaman rumah untuk menanam sayuran.
Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan masyarakat seperti itu penting bagi seorang pemimpin partai.
Sebab, kekuatan politik tidak semata-mata ditentukan oleh posisi struktural, tetapi juga oleh kedekatan dengan masyarakat dan kemampuan memahami kebutuhan mereka.
Ia berharap kepemimpinan Golkar Pematangsiantar ke depan mampu memperkuat hubungan partai dengan masyarakat sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi dinamika politik yang terus berubah.
Mampu Membaca Masa Lalu dan Menyiapkan Masa Depan
Syahmidun menegaskan, integritas, kapabilitas, kapasitas, dan loyalitas merupakan modal penting bagi Daud Simanjuntak untuk memimpin Golkar Pematangsiantar ke arah yang lebih baik.
Selain itu, ia menilai kemampuan membaca perkembangan politik menjadi faktor penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai.
“Daud Simanjuntak mampu membuat forecasting atau kajian berdasarkan apa yang terjadi pada masa lalu dan masa kini sebagai bahan untuk menentukan langkah ke depan. Kemampuan seperti inilah yang sangat dibutuhkan pemimpin Golkar Pematangsiantar,” ujar Syahmidun.
Menjelang Musda XI, pandangan Syahmidun tersebut menjadi salah satu penilaian dari kalangan senior Golkar terhadap figur yang dinilai memiliki bekal pengalaman politik, rekam jejak elektoral, dan kemampuan membaca tantangan masa depan. [Ingot Simangunsong/***]






