
PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO — KETUA Harian Panitia Peresmian Tugu Raja Marsundung Simanjuntak, Pardomuan Nauli Simanjuntak SH beraudiensi ke Ephorus Huria Kristen Indonesia (HKI), Dr. Tony Liston Hutagalung, M.Sc di Kantor Pusat HKI, Jalan Melanthon Siregar, Kota Pematangsiantar, Senin (5/10/2026).
Pardomuan Simanjuntak yang didampingi Baringin Simanjuntak dan Poli Simanjuntak, menyampaikan bahwa audiensi tersebut berkaitan dengan agenda pelaksanaan Peresmian Tugu Raja Marsundung Simanjuntak di Desa Raja Parsuratan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, pada 19-21 Nopember 2026.
“Pembangunan Tugu Raja Marsundung Simanjuntak, dimulai pada tahun 2018. Namun ketika musibah Covid-19 melanda Indonesia, pembangunan terhenti. Pada awal tahun 2022 kembali dilanjutkan. Puji Tuhan, pembangunan dapat terselesaikan dan sudah terjadwal tanggal peresmiannya,” kata Pardomuan Simanjuntak.
Kemudian, Pardomuan Simanjuntak mengucapkan, pembangunan Tugu Raja Marsundung Simanjuntak dapat terselesaikan, karena kekuatan doa yang dilandaskan pada cinta kasih dari Tuhan.
Ephorus HKI menyambut hangat kehadiran Pardomuan Nauli Simanjuntak dengan mengungkapkan bahwa apa pun pencapaian yang dapat diraih, adalah dikarenakan berdoa yang dilakukan secara berkesinambungan dengan merajut kasih di kepanitiaan serta pomparan Raja Marsundung Simanjuntak.
“Kita patut bersyukur, dapat mengenal dan menjalankan ajaran kasih dari Tuhan Yesus. Kebersamaan pomparan dalam membangun Tugu Raja Marsundung Simanjuntak, adalah bentuk keterbukaan dalam merajut kasih,” kata Ephorus yang pada kesempatan itu menyampaikan kesediaan dan kesiapannya untuk menghadiri acara peresmian Tugu Raja Marsundung Simanjuntak.
Ephorus kembali mengingatkan, agar pomparan Raja Marsundung Simanjuntak tetap berdoa secara berkesinambungan, karena apa yang dikerjakan tidak serta-merta memberikan hasil seperti apa yang dipikirkan.
“Kekuatan doa, yang dilakukan bersama-sama, akan membuahkan hasil pada waktu yang ditetapkan Tuhan. Di kepanitiaan, perlu dibentuk tim doa,” kata Ephorus yang ditanggapi Pardomuan Simanjuntak, bahwa sejak dibentuk kepanitiaan, sudah ada tim doa, yang melakukan doa bersama.
Audiensi yang dipenuhi dengan pemikiran dan pandangan tentang pentingnya membangun rasa cinta kasih tersebut, diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin Ephorus. [Ingot Simangunsong/***]






