JAKARTA — SEGARIS.CO — Fathimah Azzahra, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) angkatan 2023 yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua BEM UI periode 2026, melontarkan kritik terhadap cara pemerintah menentukan prioritas dalam kebijakan pendidikan dan kesejahteraan anak.
Kritik tersebut disampaikan dalam diskusi mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Fathimah, negara seharusnya terlebih dahulu memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar pendidikan, terutama akses yang aman dan layak menuju sekolah.
Ia menyoroti masih banyaknya anak-anak di daerah terpencil yang harus menyeberangi sungai, melewati jembatan rusak, atau menggunakan sarana transportasi yang berisiko demi mendapatkan pendidikan.
Fathimah menegaskan bahwa dirinya tidak menolak pentingnya pemenuhan gizi bagi anak-anak.
Namun, ia mempertanyakan urgensi pemberian program tambahan seperti MBG ketika persoalan mendasar berupa infrastruktur dan akses pendidikan belum sepenuhnya terselesaikan.
Baginya, pemerintah perlu menyelesaikan terlebih dahulu kewajiban dasar yang menjadi hak warga negara.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan publik mengenai arah kebijakan pemerintah.
Di satu sisi, pendukung MBG menilai program tersebut penting untuk meningkatkan kualitas gizi dan kemampuan belajar siswa.
Di sisi lain, Fathimah mengingatkan bahwa makanan bergizi tidak akan menyelesaikan persoalan ketika anak-anak masih harus mempertaruhkan keselamatan mereka hanya untuk sampai ke sekolah.
Inti kritik Fathimah Azzahra:
“Anak sekolah membutuhkan akses pendidikan yang aman dan layak terlebih dahulu. Program tambahan seperti makan bergizi gratis akan lebih efektif jika kebutuhan dasar berupa infrastruktur dan akses menuju sekolah sudah terpenuhi.“
[Rangkuman/***]






