Segaris.co
Kamis, 22 Januari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

Sejarah Tambak Paromasan dan fenomena penggarap yang tidak beretika

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
7 Desember 2025 | 19:03 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Hatoguan Sitanggang

TAMBAK Paromasan merupakan salah satu situs sejarah dan cagar budaya yang terletak di antara Desa Lumban Pinggol, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Kawasan ini memiliki nilai sakral yang sangat tinggi bagi tiga marga besar Sitanggang, Naibaho, dan Simbolon, yang sejak dahulu kala membentuk pranata sosial adat Dalihan Na Tolu dan menetap di wilayah Pangururan.

Asal usul Paromasan

Pada masa para leluhur ketiga marga besar itu, Paromasan dibangun sebagai tempat penyimpanan tulang belulang (patakkok saring-saring) nenek moyang Sitanggang, Naibaho, dan Simbolon.

Tempat ini berfungsi sebagai lokasi pemakaman adat istimewa, yang diperlakukan dengan penuh penghormatan dalam tradisi horja bius.

Sebelum pelaksanaan horja bius, ketiga marga besar memiliki struktur sohe atau pembagian marga sebagai berikut: Tanjabau, Pangadatan, Pangulu Oloan, Malau Pase, Naibaho (Naibaho Sitakkaren, Naibaho Siahaan, Naibaho Hutaparik, Naibaho Sidauruk dan Panturi, serta Naibaho Siagian), Simbolon (Simbolon Pande, Simbolon Tuan, Tamba, Nadeak Simarmata, Saeng, dan Silalahi).

Dari keseluruhan pembagian tersebut, terdapat 13 tupuk atau perangkat adat yang mewakili marga-marga dalam setiap pelaksanaan horja bius.

Tradisi Horja Bius yang telah berjalan ratusan tahun

Menurut rekam jejak Belanda sekitar tahun 1904, wilayah Samosir pernah memiliki 146 bius, dan Pangururan dikenal sebagai Inang ni Bius, pusat bius terbesar di kawasan tersebut.

Tradisi horja bius di Pangururan dipercaya telah berlangsung sejak sekitar 800 tahun yang lalu, jauh sebelum pemerintah kolonial Belanda membuat registrasi tersebut.

Dalam upacara adat besar itu, sering dilakukan pemotongan kerbau sitikko tanduk sebagai persembahan (borotan) ketika mengadakan upacara patakkok saring-saring untuk menghormati tulang belulang para leluhur.

Adapun lokasi Paromasan berada di Digolat Sitanggang, tanah yang dahulu telah diserahkan secara resmi kepada komunitas Sitolu Hae Horbo oleh Raja Sitempang.

Fenomena penggarap yang merusak situs

Saat ini, kondisi Paromasan sangat memprihatinkan. Banyak masyarakat lokal yang menganggap lahan tersebut “tidak bertuan,” sehingga mulai menggarapnya menjadi ladang.

Ironisnya, aktivitas penggarapan ini sering kali mencangkul tulang belulang nenek moyang, suatu tindakan yang dalam adat Batak merupakan pelanggaran berat.

Dahulu, masyarakat yang memanfaatkan lahan Paromasan untuk bercocok tanam wajib mematuhi aturan adat:

Jika tanpa sengaja mencangkul tulang belulang, mereka harus membayar seekor babi kecil untuk disembelih dan dimakan bersama penduduk kampung.

Saat ini, norma tersebut tidak lagi dihormati.

Diperkirakan, sekitar 90% area seluas kurang lebih 15 hektar yang berada di bawah atau di samping perkampungan Dusun Siantar-antar (Huta Siantar-antar) kini telah dikuasai oleh para penggarap.

Tindakan ini mengakibatkan kerusakan serius terhadap situs budaya yang seharusnya dijaga sebagai warisan leluhur Sitolu Hae Horbo.

Seruan untuk melindungi cagar budaya

Paromasan telah terdaftar sebagai cagar budaya resmi Kabupaten Samosir, sehingga kerusakan dan penguasaan sepihak terhadap kawasan ini tidak boleh dibiarkan.

Penggarap-penggarap yang tidak bertanggung jawab telah: merusak situs peninggalan leluhur, mencederai nilai adat dan sejarah, mengabaikan norma adat Dalihan Na Tolu, serta berpotensi menghilangkan jejak budaya ratusan tahun.

Oleh karena itu, penulis menyerukan kepada seluruh keturunan Sitanggang, Naibaho, dan Simbolon—komunitas Sitolu Hae Horbo—untuk merapatkan barisan, bersatu menjaga, melindungi, dan menyelamatkan situs Paromasan dari kerusakan lebih lanjut.

Penulis, Hatoguan Sitanggang, adalah Raja Jolo Keturunan Raja Sitempang [Raja Jolo Anak tertua dari Garis keturunannya]

Tags: SamosirsegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Buah Pikir

Tolak Pilkada kembali ke DPRD

by Ingot Simangunsong
8 Januari 2026 | 19:47 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan ELIT Partai Politik (Parpol) yang ingin kembali ke orde baru (Orba) harus membaca Pasal 18 ayat...

Read more
Buah Pikir

Presiden Prabowo boneka Jokowi?

by Ingot Simangunsong
18 Desember 2025 | 00:29 WIB
0

Oleh | @sabartambunan63_ HAMPIR semua netizen yang peduli politik, percaya bahwa Prabowo adalah bonekanya Jokowi. Iya apa iya??!! Jauh-jauh hari,...

Read more
Buah Pikir

Belajar mencintai Palestina di PDI Perjuangan, Ara wujudkan cinta melalui Panitia Natal Nasional 2025

by Ingot Simangunsong
29 November 2025 | 17:41 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan KONFERENSI Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja- gereja di Indonesia (PGI) akan menggeelar perayaan Natal nasional...

Read more
Buah Pikir

Rekam jejak Si Raja Batak

by Ingot Simangunsong
28 November 2025 | 08:46 WIB
0

Oleh  | Hatoguan Sitanggang MENURUT tuturan para tetua Batak, Si Raja Batak (Sori Mangaraja ke-12) melakukan perjalanan sakral menuju Gunung...

Read more
Buah Pikir

Bencana alam Sumut memenuhi status keadaan darurat bencana nasional

by Ingot Simangunsong
27 November 2025 | 20:21 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan BERDASARKAN keadaan darurat, bencana alam yang terjadi merata di seluruh daerah kabupaten/ kota di Provinsi Sumatera Utara...

Read more
Buah Pikir

Jangan bahas tarombo atau silsilah marga

by Ingot Simangunsong
27 November 2025 | 19:34 WIB
0

Oleh | Hatoguan Sitanggang JANGAN membahas tarombo atau silsilah marga yang tidak diteliti secara ilmiah. Tanpa penelitian para ahli, pembahasan...

Read more

Berita Terbaru

News

Pomparan Ompu Tuan Situmorang Laguboti ikuti sosialisasi “Scalar Faraday Cage Body Protector” pada Syukuran Bona Taon 2026

21 Januari 2026 | 21:37 WIB
News

Rakernas APKASI XVII 2026 digelar di Batam, Bupati Simalungun tegaskan komitmen dukung ketahanan pangan nasional

20 Januari 2026 | 12:08 WIB
News

PSSAB salurkan donasi bagi Pomparan Situmorang terdampak bencana di Sibolga dan Tapanuli Tengah

17 Januari 2026 | 12:31 WIB
News

Peringati Hari Jadi ke-276 dan Isra Mi’raj, ribuan warga Langkat padati tausiyah Ustad Das’ad Latif

17 Januari 2026 | 06:38 WIB
SEREMONI

Tujuh Event Pariwisata 2026 siap meriahkan kota wisata Parapat

16 Januari 2026 | 18:13 WIB
News

Bupati Simalungun hadiri Rakornas Sinergi Pemerintahan Umum di Jakarta

16 Januari 2026 | 11:06 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara apresiasi Natal Nasional GAMKI dan aksi tanggap bencana di Adiankoting

16 Januari 2026 | 08:02 WIB
News

Kemenkopolkam dan KemenPPPA gelar Natal Oikumene daring bersama Jemaat GKPI Sibalanga

15 Januari 2026 | 07:33 WIB
News

Pemko Pematangsiantar matangkan kesiapan Operasi Ketupat Toba 2026

14 Januari 2026 | 23:00 WIB
News

Wali Kota Pematangsiantar hadiri peletakan batu pertama renovasi rumah dinas Denpom

13 Januari 2026 | 23:04 WIB
News

Bupati Langkat hadiri Rakor percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumut

13 Januari 2026 | 12:15 WIB
News

Mendagri pimpin Rakornas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Utara

13 Januari 2026 | 08:36 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita