Segaris.co
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

Paus Fransiskus serukan REFORMASI utang global

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
16 Juni 2024 | 08:21 WIB
in News

VATIKAN – SEGARIS.CO – KRISIS UTANG global, kini menjadi ancaman serius, terutama bagi negara-negara berkembang.

Paus Fransiskus, dalam Pertemuan Vatikan yang diadakan tahun ini, menyuarakan keprihatinannya mengenai beban utang yang menghantui negara-negara termiskin di dunia.

Pertemuan bertema ‘Debt Crisis in the Global South’ pada 5 Juni lalu dihadiri oleh ekonom dan petinggi perbankan dunia, di mana Paus Fransiskus menegaskan perlunya aksi lebih dari negara-negara kaya untuk membantu negara-negara miskin yang terjebak dalam krisis utang yang tidak terkendali.

Beban berat utang publik

Negara-negara berkembang kini menghadapi utang publik mencapai US$ 29 triliun. Laporan terbaru dari Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB menyebutkan bahwa lima belas negara dalam kategori ini mengalokasikan lebih banyak dana untuk pembayaran bunga daripada pendidikan.

Bahkan, 46 negara menghabiskan lebih banyak anggaran untuk utang dibandingkan layanan kesehatan.

Menurut The New York Times, krisis utang saat ini adalah yang terburuk dalam era perekonomian global modern, dengan utang pemerintah global meningkat empat kali lipat sejak tahun 2000.

Penyebabnya beragam, mulai dari pengeluaran pemerintah yang berlebihan hingga dampak pandemi Covid-19, yang menghentikan aktivitas bisnis dan menurunkan pendapatan pekerja, serta meningkatnya biaya kesehatan dan bantuan sosial.

Konflik di Ukraina juga memicu kenaikan harga energi dan pangan, sementara bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi, yang berdampak pada melambatnya pertumbuhan global.

Mauli Siburian tewas tertimbun longsor

Seruan Paus Fransiskus

Paus Fransiskus menghidupkan kembali gagasan Kampanye Yobel untuk tahun 2025, mengajak dunia untuk memikirkan arsitektur keuangan internasional yang lebih adil dan kreatif.

Pernyataan ini sejalan dengan seruan Paus Yohanes Paulus II pada pertemuan serupa 25 tahun lalu, yang menekankan pentingnya pengampunan utang sebagai bentuk solidaritas global.

Kampanye Yobel tahun 2000 berhasil menghapus lebih dari US$ 100 miliar utang dari 35 negara miskin, dan Paus Fransiskus berharap inisiatif serupa dapat dilakukan kembali.

Tantangan dan solusi

Namun, tantangan yang dihadapi saat ini lebih kompleks. Utang negara-negara berkembang sebagian besar dipegang oleh bank besar Barat dan organisasi internasional yang sudah lama berdiri, selain juga oleh ribuan pemberi pinjaman swasta dan negara kreditor seperti China.

Tidak ada lembaga internasional yang memiliki wewenang atas semua pemberi pinjaman untuk mengatasi perselisihan ini.

Pendanaan dari lembaga-lembaga seperti IMF juga tidak lagi memadai untuk mengimbangi beban utang yang semakin berat.

Martin Guzmán, mantan menteri keuangan Argentina, mengkritik kebijakan IMF yang seringkali kontraproduktif dengan menawarkan pinjaman bailout berbunga tinggi, yang justru menambah beban utang.

Menurut Center for Economic and Policy Research, lima negara peminjam terbesar yaitu Ukraina, Mesir, Argentina, Ekuador, dan Pakistan telah membayar US$ 2 miliar sebagai biaya tambahan tahun lalu, yang meningkatkan biaya pinjaman hampir 50%.

Masa depan yang tidak pasti

Prospek negara-negara yang terlilit utang semakin suram, mengingat lambatnya pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan triliunan dolar untuk melindungi negara-negara rentan dari perubahan iklim.

Joseph Stiglitz, mantan kepala ekonom Bank Dunia, menyatakan bahwa optimisme mengenai solusi krisis utang 25 tahun lalu ternyata belum terwujud, dan masalahnya justru semakin memburuk.

Paus Fransiskus, melalui pidatonya di Pertemuan Vatikan, mengakui bahwa permasalahan utang abad ini jauh lebih rumit.

Ia menyerukan transformasi sistem keuangan global sebagai langkah penting untuk mengatasi krisis ini dan menciptakan dunia yang lebih adil bagi semua negara. [RE/***]

Tags: EkonomiGlobalKrisisKrisis Ekonomi GlobalsegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 22:42 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — GUNUNG SINABUNG bukan sekadar sebuah gunung api yang sesekali mengeluarkan abu dan awan panas. Bagi masyarakat Kabupaten...

Read more
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 11:40 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO – GUNUNG Sinabung kembali erupsi. Aktivitas vulkanik yang meningkat membuat status gunung api di Kabupaten Karo, Sumatera Utara,...

Read more
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 10:22 WIB
0

MEDAN, SEGARIS.CO — PEMANTAU Persetujuan Bangunan Gedung (PBG Watch) menyoroti belum dilaksanakannya penyegelan terhadap bangunan bermasalah di Jalan Sisingamangaraja, Gang...

Read more
Oplus_131072
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

by Ingot Simangunsong
1 September 2026 | 05:15 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — AKTIVITAS Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meningkat signifikan. Setelah mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pukul...

Read more
News

Update Berastagi malam ini

by Ingot Simangunsong
31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO -- ABU masih menjadi persoalan utama. Laporan terbaru yang terbit hari ini menyebut abu vulkanik menutupi sejumlah ruas...

Read more
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

by Ingot Simangunsong
31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO -- WALI KOTA Pematangsiantar Wesly Silalahi melepas tim sidak pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan dari halaman Balai...

Read more

Berita Terbaru

News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

1 September 2026 | 22:42 WIB
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
SEREMONI

Tangkas Kroni Silitonga gelar reses, serap aspirasi warga Nagori Lestari Indah

31 Agustus 2026 | 16:02 WIB
News

‎Bupati Tapanuli Utara temui Kepala BBWSS II, usulkan pemulihan irigasi dan tanggul

31 Agustus 2026 | 13:13 WIB
News

Bayu Wicaksono alias Ncek pulang dari Myanmar, buronan dua tahun berakhir di Bareskrim

31 Agustus 2026 | 11:16 WIB
SEREMONI

Wali Kota ajak DMI makmurkan masjid dan masyarakat Siantar

31 Agustus 2026 | 08:48 WIB
News

“RUU Perampasan Aset: senjata baru Negara mengejar harta kejahatan, tapi siapa yang mengawasi?”

30 Agustus 2026 | 13:38 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus