Segaris.co
Sabtu, 17 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir
Sutrisno Pangaribuan, Jubir TPD Ganjar- Mahfud SUMUT

Sutrisno Pangaribuan, Jubir TPD Ganjar- Mahfud SUMUT

Jokowi MASA LALU, PDI-P Move On

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
7 November 2023 | 20:00 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Sutrisno Pangaribuan

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) memanggil menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution (Banas), hadir di Kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta, Senin (06/11/2023).

Pemanggilan Banas tersebut berkaitan dengan pernyataan terbuka mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka. Padahal PDI-P, telah resmi mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud MD (GaMa) dalam konteks Pilpres 2024.

Ketua Bidang Kehormatan PDI-P, Komarudin Watubun memberikan waktu kepada Banas untuk menentukan sikapnya apakah masih ingin bersama PDIP atau tidak.

Komarudin mengatakan, Banas harus mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI-P jika memilih bergabung dengan pendukung bakal pasangan lain diluar GaMa.

“Kita kasih tadi dua tiga hari ini, nanti dia (Banas) akan sampaikan,” kata Komarudin di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (6/11/2023).

Caleg Demokrat Elisabeth Simangunsong ziarah makam Radja Siantar di Nagahuta

Komarudin menegaskan, dengan mengembalikan KTA maka Banas resmi mundur dari keanggotaan PDIP.

Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy) menyatakan sudah tutup buku soal KTA Gibran.

“Sudah tutup buku. Persoalan tersebut sudah tutup buku,” kata Rudy usai mengikuti acara Kirab Budaya Memetri Bumi Ajidi Solo, Jawa Tengah, Senin (06/11/2023).

Rudy menyatakan bahwa pengembalian KTA merupakan kesadaran pribadi, namun PDIP tidak lagi memaksa Gibran.

“Hingga saat ini KTA belum dikembalikan. Akan tetapi, dikembalikan atau tidak silahkan. Pokoknya sudah tidak jadi masalah. Mas Gibran sudah sah tidak menjadi bagian dari PDI Perjuangan lagi sejak menjadi bacawapres untuk koalisi partai lain,” kata Rudy.

Caleg Golkar Dasa Sinaga serahkan bantuan ke GKPS Pardomuan Mardosniuhur

Siapa bermain sandiwara?

Jokowi menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-59 Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/11/2023).

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan, akhir-akhir ini terlalu banyak drama sinetron yang mewarnai persiapan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Saya melihat akhir-akhir ini yang kita lihat adalah, terlalu banyak dramanya, terlalu banyak drakornya, terlalu banyak sinetronnya, sinetron yang kita lihat,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, kontestasi Pilpres harus diisi dengan pertarungan gagasan dan ide.

“Bukan pertarungan perasaan. Kalau yang terjadi pertarungan perasaan, repot semua kita,” ujar Jokowi.

Jokowi seperti sedang menunjuk diri dan keluarganya yang ternyata ahli bersandiwara politik. Jokowi berhasil mengelabui PDI-P setelah mendapat seluruh keistimewaan bagi diri, anak, dan menantunya.

IPK Pematang Siantar ziarah makam Radja Siantar bersama Elisabeth Simangunsong

Saat Ganjar diumumkan sebagai bacapres PDI-P, Jokowi hadir. Demikian juga saat Rakernas IV PDI-P baru-baru ini, Jokowi masih mengatakan: “Sehingga sekali lagi saya sangat setuju apa yang tadi disampaikan oleh Ketua Umum, Bu Mega, semuanya setuju, dan lebih setuju lagi apa yang disampaikan calon presiden Pak Ganjar Pranowo, tadi saya bisik-bisik ke beliau, ‘Pak, nanti habis dilantik, besoknya langsung masuk kedaulatan pangan’, nggak usah lama-lama, perencanaannya disiapkan sekarang, begitu dilantik, besok langsung masuk ke kerja kedaulatan pangan, sehingga swasembada pangan, ketahanan pangan kedaulatan pangan itu betul-betul kita miliki,” ujar Jokowi.

Sandiwara politik sesungguhnya dimulai oleh Jokowi, hingga puncaknya mendorong putranya maju sebagai bakal cawapres.

Sementara PDI-P bereaksi karena “terlalu berharap” Jokowi tidak berubah. PDI-P salah dengan meyakini Jokowi akan patuh dan setia kepada PDI-P.

Sehingga reaksi dari para kader terhadap sandiwara Jokowi adalah reaksi biasa dari para kader yang terlanjur dan terlalu cinta. PDI-P tidak siap karena merasa telah memberikan segalanya, sehingga perasaan kader seperti marah, geram, kesal, tumpah ruah.

Namun politik harus berjalan terus, dan PDI-P tidak boleh berhenti meratapi kepergian para penghianat.

PDI-P move on, fokus menangkan GaMa!

Dalam politik semua hal bisa terjadi, cinta dan penghianatan itu hal biasa. Namun PDI-P harus segera move on, berjuang bersama rakyat meraih kemenangan.

PDI-P harus meyakini bahwa hanya dengan rakyatlah kemenangan sejati dapat diraih. PDI-P pernah berhasil memenangkan Pilpres (2014) saat mengusung capres orang biasa, Jokowi, meski tanpa dukungan dari kekuasaan.

Maka PDI-P pasti dapat memenangkan Ganjar- Mahfud dalam Pilpres meski tanpa dukungan dari kekuasaan. Sebab jika rakyat yakin dengan pasangan GaMa, dan percaya kepada PDI-P, maka kemenangan hattrick dapat diraih dengan gratis. Maka PDI-P dan GaMa hanya perlu membujuk dan meyakinkan rakyat.

PDI-P harus segera move on dari Jokowi dan keluarganya agar rakyat dapat menilai kemandirian dan kepercayaan diri PDI-P dan GaMa. Jokowi dan keluarganya adalah masa lalu, yang bukan jadi bagian dari masa depan PDI-P.

Saatnya berhenti memberi perlakuan istimewa kepada kader manapun, sebab setiap kali ada anak emas (diberi hak istimewa), maka kita akan mendapati anak tiri.

Perlakuan istimewa yang diberi selama ini kepada Jokowi dan keluarganya, membuat banyak kader menjadi anak tiri, sebagian lagi memilih pergi.

 

Penulis, Sutrisno Pangaribuan, kader PDI-P dan Presidium GaMa Centre

Tags: Bobby NasutionJokowiPDI-PPDI-PerjuangansegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more

Berita Terbaru

News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
News

Organda Medan: “Angkutan umum gratis bagi pelajar lebih efisien dari bus listrik”

11 Oktober 2026 | 18:33 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus