GEREJA San Inigo Dirjodipuran, Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, menggelar acara halal bihalal
dengan tema “Berkebangsaan yang berbudaya diharapkan seluruh umat manusia terus menjaga kerukunan antar umat beragama,” Kamis (04/05/2023).
Halal bihalal tersebut, dihadiri kurang lebih 150 undangan warga muslim, jemaat, dan tamu undangan lainnya dengan penceramah Habib Ali Assegaf.

Romo Bernadius Suryanto W, Pr menyampaikan ucapan syukur dan terimakasih kepada seluruh yang hadir, dan atas terselenggaranya halal bihalal yang sudah berjalan ke-2, dimulai sejak Lebaran Tahun lalu.
Lagu Jawa “Lir Ilir”/cah angon penekno blimbing kui,” menjadi makna simbol digelarnya halal bihalal Gereja San Inigo.
Buah belimbing memiliki 5 sudut garis yang bermakna ada lima sila di dalam Pancasila.
Di Samosir, RUMAH JANDA beranak empat diterjang BANJIR BANDANG, kerugian miliaran rupiah

Dan sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Romo menyampaikan tidak ada perbedaan antar umat, yang saling menghormati sesama umat.
Hal tersebut diterjemahkan dan dibenarkan Habib Ali Assegaf, bahwa makna dari lima sisi buah belimbing, adalah lima sila dalam pancasila dan salah satunya adalah sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Habib Ali Assegaf menyampaikan bahwa seluruh ukmat manusia yang berkeTuhanan adalah sama.
“Tuhanmu di gereja, Tuhanmu di masjid, Tuhanmu di vihara. Kita tetap umat yang berketuhanan dan kita tetap satu yaitu Pancasila,” kata Habib Ali Assegaf.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Dulur Ganjar Pranowo (DGP), Raden Zieo Suroto menyampaikan terimakasih kepada DGP Solo, dan puji syukur atas digelarnya halal bihalal di Gereja San Inigo, Surakarta.
Ini bukti bahwa Pancasila hidup dan terimplementasi dengan baik.
“Dengan menanamkan jiwa nasionlisme di lingkup keluarga, dan lingkungan sekitar kita, sudah turut mencegah radikalisme. Ini baik sekali dan perlu kita contoh, tidak ada perbedaan yang saya lihat, karena Pancasila yang menyatukan acara halal bihalal Ini,” kata Raden Zieo Suroto.
Willy Sidauruk: “Bank Sumut TERKESAN TERBURU-BURU untuk melakukan PROSES LELANG ULANG”

Terlihat tamu yang hadir, baik yang berhijab mau pun tidak, duduk dalam satu ruangan dan bersalaman. Tetap jaga kerukunan, terus gemakan Pancasila di setiap acara apa pun dan kita Indonesia berbhineka Tunggal Ika, kata Raden Zieo Suroto.
Turut Hadir dalam agenda tersebut; Humas DPP DGP, Fia, perwakilan DGP Demak, Wakio, dan Budi, DPD DGP Kota Solo Habib Ali Assegaf, Ari, dan Wempi. (Rilis/***)






