Segaris.co
Sabtu, 24 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir
Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (KORNAS)

Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (KORNAS)

DWITUNGGAL Mega-Jokowi: RELAWAN JANGAN BAPER!!!

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
15 Januari 2023 | 16:36 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Sutrisno Pangaribuan

PERAYAAN HUT ke-50 Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) digelar Senin (10/01/2023 ) yang lalu di JLExpo Kemayoran Jakarta, ribuan kader PDI-P, kompak mengenakan pakaian merah dengan gambar moncong putih datang dari seluruh tanah air.

Di sisi lain, ribuan Satgas Cakra Buana, dengan pakaian hitam, terlihat kompak menyanyikan yel- yel penyemangat menyambut HUT emas partai berlambang moncong putih tersebut.

Peringatan HUT emas tersebut dilselenggarakan sebagai bagian dari konsolidasi nasional partai yang pertama pasca Pandemi COVID-19 dalam rangka menghadapi Pemilu 2024.

Kegiatan tersebut bersifat internal untuk memperkuat jati diri PDIP sebagai partai ideologi Pancasila dengan ciri kerakyatan, kebangsaan, dan keadilan sosial.

Dalam HUT setengah abad tersebut, PDI-P mengusung tema: “Genggam Tangan Persatuan dengan Jiwa Gotong Royong dan Semangat Api Perjuangan Nan Tak Kunjung Padam”; dengan Sub Tema: “Persatuan Indonesia untuk Indonesia Raya”. Melalui tema dan sub tema HUT emasnya, PDI-P menegaskan komitmennya untuk tetap bersama rakyat dalam menghadapi dan memenangkan Pemilu 2024. Strategi untuk kemenangan “hattrick” Pileg dan Pilpres 2024 ditujukan semata- mata untuk rakyat.

Ketua Umum DPP PDI-P, Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik, yang diawali dengan perkenalan salam Pancasila.

Baca juga :

HADIRI Baksos Imlek 2023, Hj Susanti Dewayani: “MENINGKATKAN NILAI-NILAI TOLERANSI ANTAR SUKU, ETNIS, dan AGAMA”

Kemudian dengan gaya santai beliau menyampaikan bahwa untuk kali pertama pasca Pandemi COVID-19, PDI-P menggelar perhelatan besar, sehingga semua ingin menumpahkan kerinduan sudah dua tahun tak bertemu.

Lalu Megawati menyampaikan alasan masuk PDI-P (saat itu PDI), karena  beliau melihat PDI adalah partai fusi dari beberapa partai, salah satunya PNI yang didirikan ayahnya, Bung Karno pada tanggal 4 Juni 1927.

Megawati meminta kader PDI-P blusukan ke tengah- tengah masyarakat dengan meminta kader meneladani kegigihan Presiden Joko Widodo saat melakukan blusukan. Beliau percaya blusukan adalah cara menghimpun dukungan masyarakat.

Mega berkata turun ke rakyat dapat menggaet pemilih- pemilih yang selama ini belum memilih PDI-P. Pada bagian ini, Megawati secara tegas menyampaikan pujian sekaligus penegasan bahwa Jokowi adalah role model kader PDI-P.

Baca juga :

Chandra Yau: “SEBELUM jadi Wali Kota, Bu Susanti Dewayani dan Pak Erizal sudah memupuk toleransi”

Selanjutnya Megawati menyampaikan kalimat yang memicu “reaksi baper” dari berbagai pihak yang hanya menyaksikan dan mendengar pidato Megawati melalui layar kaca dan flatform digital.

“Pak Jokowi itu kayak gitu lho, mentang- mentang. Lha iya, padahal Pak Jokowi kalau enggak ada PDI Perjuangan juga, aduh, kasihan dah,” kata Megawati.

Beliau mengingatkan bahwa secara ketentuan, dukungan PDI-P adalah syarat legal formal agar Jokowi bisa menjadi presiden.

“Lho legal formal lho, beliau jadi presiden itu enggak ada kan ini, legal formal diikuti terus sama saya,” kata Megawati.

Pidato Megawati pada bagian ini dianggap merendahkan, melecehkan Jokowi sebagai presiden, kader partai yang hadir di acara internal PDI-P. Banyak pihak reaktif, baper, menyampaikan kecaman atas pernyataan tersebut.

Baca juga :

IMLEK FAIR “perekat” BUDAYA, tidak KOMERSIAL dan bukan PASAR MALAM

Sementara Presiden Joko Widodo terlihat santai, tertawa lepas, dan menikmati pidato Megawati yang disampaikan dengan enjoy, penuh guyon namun tetap menularkan semangat kebangsaan.

Penghormatan dan penghargaan justru disampaikan Joko Widodo terhadap Megawati saat menyampaikan pidato presiden.

“Partai (PDI-P) yang menjadi kekuatan pemersatu bangsa di tengah kebhinekaan, partai yang konsisten menjaga empat pilar kebangsaan, NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Jokowi.

“Kita semua ingat Bung Karno tahun 1965 menolak ketergantungan pada imperialisme, memperluas kerjasama yang sederajat dan saling menguntungkan. Bung Karno tahun 1965 sudah menyampaikan itu supaya kita tidak didikte dan menggantungkan diri ke negara manapun. Inilah yang kita lakukan, berdikari, berdikari, berdikari,” tutur Jokowi.

“Kenapa ini terus saya ulang- ulang? Karena saya ingin presiden ke depan juga berani melanjutkannya. Tidak gampang ciut nyali, tidak gentar demi kepentingan negara. Dan saya sangat senang sekali tadi ketua umum Ibu Megawati Soekarnoputri menyampaikan bahwa calonnya adalah dari kader sendiri. Yang saya senang, mohon maaf Bu Mega, Bu Mega dalam memutuskan betul- betul sangat hati-hati, betul-betul tenang dan tidak grasa grusu seperti yang lain-lainnya,” ucap Jokowi.

Didesak-desak dari manapun tidak goyah meski Namanya sudah di kantongnya Bu Mega. Kita semua sabar menunggu yang akan nanti beliau sampaikan tentunya pada saatnya dengan perhitungan- perhitungan dan kalkulasi- kalkulasi yang dibuat Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri. Yang terakhir ini juga gagasan Bung Karno pemindahan Ibu Kota Jakarta ke Ibu Kota Nusantara, kata Jokowi.

Dari pidato kedua pemimpin sekaligus negarawan tersebut, Presidium Kongres Rakyat Nasional (KORNAS) meminta para pihak yang berada di luar acara HUT ke-50 PDI-P, yang hanya menyaksikan pidato bu Mega lewat layar kaca, mau pun flatform digital, untuk tidak membuat kegaduhan dengan penilaian “baper” atas  pidato Bu Mega.

Demikian juga dengan relawan Ganjar Pranowo, yang juga tidak hadir langsung di perayaan HUT ke-50 PDI-P agar tidak “reaktif dan baper” meskipun Ganjar Pranowo tidak diberi nasi tumpeng atau duduk di bagian depan dalam perayaan HUT ke-50 PDI-P.

PDI-P itu partai yang sudah matang dan teruji, melewati banyak peristiwa yang pahit, bahkan tidak sedikit nyawa manusia  hilang dalam peristiwa berdarah.

Maka sangat tidak baik jika ada pihak atau kelompok  yang mengatasnamakan relawan tersinggung, marah, bahkan menyampaikan kecaman terhadap Ibu Megawati Soekarnoputri.

Para pihak yang menyampaikan kecaman tersebut perlu belajar sejarah agar tidak mudah “baper” dan sembarangan menyampaikan kecaman.

Hubungan Bu Mega dengan Jokowi itu tidak hanya sekedar urusan pribadi, sehingga tidak perlu dinilai hanya berdasarkan isi pidato. Keduanya adalah pemimpin dan negarawan, yang telah mampu melampaui kepentingan pribadi, apalagi hanya sekedar “baper”.

Mari kita kawal bersama kepemimpinan Presiden Joko Widodo hingga selesai di 2024, dan membantu sosialisasikan Ganjar Pranowo sebagai Capres yang akan maju dan memenangkan Pilpres 2024”.

Penulis, Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (KORNAS)

 

Tags: Megawati SoekarnoputriPangaribuanPDI-PSutrisno Pangaribuan
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more

Berita Terbaru

News

Bupati Tapanuli Utara kawal usulan peningkatan status ruas jalan daerah menjadi jalan nasional 

23 Oktober 2026 | 18:20 WIB
News

Polres Pematangsiantar dan Forkopimda ikuti kunker Kapolri, deklarasikan penolakan narkoba

23 Oktober 2026 | 18:12 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara hadiri WCCE 2026 di Jakarta

23 Oktober 2026 | 07:04 WIB
News

WASPADA! BMKG INGATKAN CUACA EKSTREM DI SUMUT 23–25 OKTOBER, WARGA DIMINTA SIAGA

22 Oktober 2026 | 20:53 WIB
News

Peduli kesehatan masyarakat, Satgas Inti Mahakarya IPK Simalungun bagikan masker di Jalan Asahan

22 Oktober 2026 | 19:37 WIB
News

Pemkab Taput dan Kementerian ESDM bahas pengembangan potensi panas bumi

22 Oktober 2026 | 10:52 WIB
News

Kejari Simalungun dampingi Kajati Sumut, serahkan Legal Opinion dan 10 sertifikat tanah wakaf

21 Oktober 2026 | 20:31 WIB
News

KPK bantah video viral Nusron Wahid dijemput paksa, Ini fakta debenarnya

21 Oktober 2026 | 01:28 WIB
News

Pemkab Taput raih apresiasi sukses  Tuan Rumah Rakernas V MPK Indonesia ‎

20 Oktober 2026 | 07:49 WIB
News

‎Rekonstruksi Jalan Salib Kasih–Simanampang perkuat akses pariwisata dan pertanian Taput

20 Oktober 2026 | 07:31 WIB
News

Polisi ringkus tersangka penggelapan Avanza, korban rugi Rp190 juta

19 Oktober 2026 | 16:26 WIB
News

KWT di Pematangsiantar panen sayuran dan cabai, pendampingan Daud Simanjuntak diapresiasi

19 Oktober 2026 | 09:12 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus