“KEMEGAHAN terasa sekali ketika kami mendekati Bade Pelebon dan terlihat masyarakat sangat antusias mendukung persiapan upacara pelebon tersebut.”
Hal itu diungkapkan Ketua DPW Dulur Ganjar Pronowo (DGP) Provinsi Bali, Aa Gde Suryawan yang didampingi Ketua DPD DGP Kabupaten Badung serta para relawan yang sedang melaksanakan program bersilahturahmi ke Puri-puri yang ada di seluruh Bali, Rabu (04/05/2022).
“Tujuan dari silaturahmi ini, agar pergerakan DGP Bali mendapatkan restu dan dukungan moril mau pun motivasi dari keluarga kerajaan yang ada di Pulau Bali. Kegiatan ini sangat strategis buat arah perjuangan, yang juga akan bersilahturahmi dengan tokoh-tokoh agama mau pun tokoh adat di Bali,” kata Aa Gde Suryawan.

Melawat di Puri Carangsari
Pada kesempatan itu, rombongan pengurus DPW DGP Bali bersama DPD DGP Badung melawat di kediaman keluarga besar Puri Carangsari di Badung.
Saat rombongan berhenti diperampatan jalan pedesaan, diletakkan bade pelebon (menara kremasi) yang beratnya kurang lebih 6 ton dan tingginya 26 meter dengan tumpang sia (sembilan), lembu yang tingginya bisa mencapai 7,5 meter yang akan dibakar bersama jenazah, bebantenan (sesajian), dan sebagainya.
Rombongan pun, menyempatkan untuk berdiri di depan bade pelebon. Rencananya akan dilaksanakan Upacara Pelebon pada Jumat, 6 Mei 2022.
Selanjutnya rombongan diajak ke kediaman Puri Carangsari dan disambut di Bale Dauh oleh Anak Agung Ngurah Bagus Suarmandala, S.Kom, yang akrab dengan panggilan Tu Rah sebagai Anak Raja Puri Carangsari.

Perjuangan I Gusti Ngurah Rai
Sebagai informasi di depan tembok Puri Carangsari terdapat patung pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai yang berdiri kokoh. Menurut ceritanya, dulu patung ini terpasang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali.
Selanjutnya Tu Rah bercerita soal sejarah perjuangan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai tentang perang margarana (yang terkenal sebagai Puputan Margarana) antara 96 pasukan I Gusti Ngurah Rai melawan pasukan kolonial Belanda.
Para pejuang tersebut mengorbankan jiwanya sampai titik darah penghabisan untuk melindungi rakyat pedesaan.
“Kami rombongan menyimak cerita heroik kepahlawanan di Bali ini sebagai epic yang tidak boleh dilupakan sejarah berdirinya bangsa,” kata Aa Gde Suryawan.
Selanjutnya, Tu Rah juga menceritakan tentang kebangsaan, baik diskusi dan bertemu dengan Gus Dur sampai tokoh pimpinan negeri ini, mau pun pimpinan daerah Bali, menarik bagi rombongan DGP Bali yang terus menyimak.
“Tidak terasa sudah 3,5 jam kami bersama beliau yang memberikan motivasi dan spirit juang relawan DGP Bali,” kata Aa Gde Suryawan.
Sebelum pulang rombongan mendoakan jenasah Raja Puri Carangsari di tempat peristirahatan alamarhum. Selamat jalan Raja Puri Carangsari, semoga pelaksanaan Upacara Pelebon berjalan lancar dan diberkati Tuhan Yang Maha Esa, amin. (Ingot Simangunsong/***)





