Segaris.co
Minggu, 25 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

Tradisi “mangarihiti”, dulu dan sekarang

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
16 April 2022 | 19:07 WIB
in News

Catatan | Antoni Antra Pardosi

 

PAGI itu, sejak jarum jam menunjukkan angka tujuh, pekuburan tak jauh dari pemukiman penduduk yang biasanya terjebak dalam zona sepi, seketika ramai oleh manusia.

Mereka datang dengan perlengkapan seperti cangkul, parang, babat mesin, alat pembersih, wadah berisi air, dan sebagian besar membawa karung atau ember berisi pasir.

Dalam suasana riuh suara manusia serta ingar bingar alat pemotong rumput dan semak, pekuburan yang sebelumnya bak semak belukar, perlahan berubah kembali selayaknya pemakaman umum.

Setelah itu, keluarga atau yang sekerabat berkumpul mengelilingi kuburan, mengucapkan sepatah kata dengan khusuk (mandok hata), diakhiri dengan membasuh muka sebanyak tiga kali.

Tradisi tahunan perayaan Paskah

Begitulah aktivitas mangarihiti atau membersihkan kuburan di pemakaman umum Jeret, Kelurahan Parsoburan Tengah, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba, Jumat (16/04/2022).

Pada hari yang sama, kegiatan serupa juga dilakukan masyarakat Batak Kristiani di berbagai penjuru, khususnya Tapanuli dan sekitarnya.

Inilah tradisi turun temurun di kalangan Batak Kristiani menyambut Hari Raya Paskah, yang dilaksanakan Sabtu, sehari setelah Jumat Agung, atau sehari sebelum Peringatan Kebangkitan Isa Almasih.

Makna mangarihiti

Menurut kamus bahasa Batak, mangarihiti, kata dasarnya adalah “rihit”, yang artinya pasir. Ada pun maknanya setelah diberi afiksasi ada dua, yaitu “mencari pasir pada beras yang ditampi”, dan “memberi atau menabur sesuatu dengan pasir”.

Makna kedua inilah yang berkenaan dengan tradisi mangarihiti. Menabur pasir di kuburan tujuannya adalah untuk mempertahankan bentuk kuburan, memperindah, terutama untuk menghambat pertumbuhan semak dan belukar.

Kemudian mangarihiti mengalami perubahan makna menjadi lebih luas, yakni membersihkan kuburan, baik untuk kuburan berbentuk gundukan tanah, juga untuk kuburan yang terdiri dari material permanen.

Sementara itu, mangarihiti juga memiliki makna fisolofi religius yaitu mengenang kematian Yesus, sekaligus mengingatkan manusia pada kefanaan duniawi karena akan kembali menjadi tanah, pasir, atau debu.

Dulu dan Sekarang

Tidak diketahui sejak kapan tradisi mangarihiti dimulai. Kemungkinan besar adalah setelah sebagian besar masyarakat Batak memeluk agama Kristen, yaitu pada dekade 1940-an.

Tradisi ini menjadi tren sesuai dengan tradisi atau adat kebiasaan orang Batak, yang sangat menghormati leluhur.

Selain itu, dengan mangarihiti, justru akan mempermudah orang Batak menjalin silaturrahmi dan tali persaudaraan kekerabatan.

Pada momen ini banyak perantau yang pulang kampung. Bagi orang Batak, Paskah (sekaligus mangarihiti) merupakan perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen, setelah Natal.

Bedanya, belakangan suasana mangarihiti tidak semeriah sediakala, sebab sebagian besar kuburan sudah dibuat permanen. Membersihkan kuburan juga sudah jamak dilakukan menjelang Jumat Agung.

Di kota-kota besar mangarihiti sudah jauh berkurang, dan ziarah biasanya dilakukan menjelang Natal.

Dulu, setelah mangarihiti, keesokan harinya diikuti dengan ibadah subuh di pemakaman (disebut “buha-buha ijuk”). Tradisi ini diadopsi dari peristiwa Alkitab ketika Maria Magdalena mengetahui kebangkitan Yesus dari kubur.

Belakangan tradisi “buha-buha ijuk” sudah dilupakan. Untuk merayakan Paskah mengenang Kebangkitan Yesus (Ari Haheheon Tuhan Yesus), kembali dipusatkan di gereja. (***)

Penulis jurnalis segaris.co

Tags: BatakDuluHabinsaranKabupaten TobaKecamatanMangarihitiParsoburanSekarang
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

HUT ke-5 Flobamora, Bonifasius Nurak ajak perkuat persaudaraan dan tinggalkan perpecahan

by Ingot Simangunsong
24 Oktober 2026 | 21:18 WIB
0

Bonifasius Nurak TARUTUNG, SEGARIS.CO — PERKUMPULAN Flobamora diharapkan tidak sekadar menjadi wadah berkumpul bagi masyarakat asal Nusa Tenggara Timur (NTT),...

Read more
News

Uskup Sibolga apresiasi Wesly Silalahi, Pesparani Sumut III gaungkan harmoni dan toleransi

by Ingot Simangunsong
24 Oktober 2026 | 18:40 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO – USKUP Keuskupan Sibolga, Mgr Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Pematangsiantar,...

Read more
News

Bupati Tapanuli Utara kawal usulan peningkatan status ruas jalan daerah menjadi jalan nasional 

by Ingot Simangunsong
23 Oktober 2026 | 18:20 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO -- PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli Utara terus berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur dan memperkuat konektivitas antar wilayah. Terkait hal...

Read more
News

Polres Pematangsiantar dan Forkopimda ikuti kunker Kapolri, deklarasikan penolakan narkoba

by Ingot Simangunsong
23 Oktober 2026 | 18:12 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO – POLRES Pematangsiantar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti zoom meeting kunjungan kerja (kunker) Kapolri di wilayah...

Read more
Oplus_131072
News

Pemkab Tapanuli Utara hadiri WCCE 2026 di Jakarta

by Ingot Simangunsong
23 Oktober 2026 | 07:04 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO -bWAKIL BUPATI Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan menghadiri The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026...

Read more
News

WASPADA! BMKG INGATKAN CUACA EKSTREM DI SUMUT 23–25 OKTOBER, WARGA DIMINTA SIAGA

by Ingot Simangunsong
22 Oktober 2026 | 20:53 WIB
0

SUMATERA UTARA, SEGARIS.CO — MASYARAKAT Sumatera Utara diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem pada 23–25 Oktober 2026. BMKG memperingatkan...

Read more

Berita Terbaru

News

HUT ke-5 Flobamora, Bonifasius Nurak ajak perkuat persaudaraan dan tinggalkan perpecahan

24 Oktober 2026 | 21:18 WIB
News

Uskup Sibolga apresiasi Wesly Silalahi, Pesparani Sumut III gaungkan harmoni dan toleransi

24 Oktober 2026 | 18:40 WIB
News

Bupati Tapanuli Utara kawal usulan peningkatan status ruas jalan daerah menjadi jalan nasional 

23 Oktober 2026 | 18:20 WIB
News

Polres Pematangsiantar dan Forkopimda ikuti kunker Kapolri, deklarasikan penolakan narkoba

23 Oktober 2026 | 18:12 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara hadiri WCCE 2026 di Jakarta

23 Oktober 2026 | 07:04 WIB
News

WASPADA! BMKG INGATKAN CUACA EKSTREM DI SUMUT 23–25 OKTOBER, WARGA DIMINTA SIAGA

22 Oktober 2026 | 20:53 WIB
News

Peduli kesehatan masyarakat, Satgas Inti Mahakarya IPK Simalungun bagikan masker di Jalan Asahan

22 Oktober 2026 | 19:37 WIB
News

Pemkab Taput dan Kementerian ESDM bahas pengembangan potensi panas bumi

22 Oktober 2026 | 10:52 WIB
News

Kejari Simalungun dampingi Kajati Sumut, serahkan Legal Opinion dan 10 sertifikat tanah wakaf

21 Oktober 2026 | 20:31 WIB
News

KPK bantah video viral Nusron Wahid dijemput paksa, Ini fakta debenarnya

21 Oktober 2026 | 01:28 WIB
News

Pemkab Taput raih apresiasi sukses  Tuan Rumah Rakernas V MPK Indonesia ‎

20 Oktober 2026 | 07:49 WIB
News

‎Rekonstruksi Jalan Salib Kasih–Simanampang perkuat akses pariwisata dan pertanian Taput

20 Oktober 2026 | 07:31 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus