Segaris.co
Senin, 2 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir
Ade Armando babak belur korban tindak kriminal demo 11 April

Ade Armando babak belur korban tindak kriminal demo 11 April

Dosen UI Ade Armando Korban Demo Mahasiswa 11 April

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
13 April 2022 | 05:37 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Nurul Azizah

 

SENIN, 11 April 2022 akan menjadi sejarah kelam bagi bangsa Indonesia. Saat itu ada demo mahasiswa yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Kalau itu benar-benar dilakukan oleh BEM SI sangatlah memalukan dan mencoreng dunia akademik, mencoreng nama baik almamater (kampus).

Apalagi demo tersebut dilakukan di bulan suci Ramadhan, bulan penuh ampunan dan maqfiroh bagi yang mau menjalaninya. Puasa tidak saja menahan lapar dan dahaga tetapi juga menahan hawa nafsu dan amarah.

Demo 11 April yang dipertontonkan saat itu adalah demo yang paling bodoh dan arogan. Para mahasiswa dikarunia akal pikiran yang sehat dan keilmuan yang mumpuni, tapi tidak bisa berfikir secara jernih. Kalian para cendia muda harapan bangsa, mengapa saat demo, kalian memusuhi pihak kepolisian dan merusak fasilitas umum, serta meninggalkan sampah di ibukota.

Indonesia benar-benar kecolongan

Kalau mahasiswa tidak bisa berfikir secara ilmiah terus siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan bangsa. Kali ini bangsa Indonesia benar-benar kecolongan, bagaimana tidak kecolongan.

Kampus yang selama ini bisa dijadikan bahan rujukan hasil penelitian, penemuan karya inovasi, mencetak kader-kader ilmiah dan kader-kader cendikiawan muda, semua itu tercoreng dengan kelakuan sejumlah oknum mahasiswa.

Seharusnya mahasiswa mampu berfikir kritis. Kalau demo di bulan puasa, apa dampaknya, apakah bermanfaat bagi masyarakat, apakah demo kali ini murni dari anggota BEM SI?

Penulis dulu juga pernah aktif di BEM (dulu Senat Mahasiswa). Tetapi bisa memilah dan memilih, mana kegiatan yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan kampus. Selain aktif di Senat, penulis juga aktif di penerbitan kampus.

Semua unek-unek dan kritik kepada pemerintah disampaikan secara santun, bisa datang langsung ke kantor pemerintahan, ke anggota dewan, diskusi kepada para pemegang kebijakan, atau disampaikan secara tertulis. Jadi mahasiswa itu selain kritis, penuh inovasi dan kreasi juga humanis.

Penulis selalu ingat ketika jadi Mahasiswa kemudian jadi alumni. Yang selalu dijunjung tinggi oleh mahasiswa antara lain :

  1. Senantiasa bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Menjunjung tinggi kesusilaan, kejujuran, kebenaran dan keadilan.
  3. Menyumbangkan tenaga dan pikiran bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan.
  4. Mengembangkan ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni.
  5. Menghormati dosen pengajar dan warga civitas akademika, dan lain sebagainya.

Sekali lagi penulis tegaskan, demo 11 April 2022 adalah demo paling anarkis, radikal, intoleransi dan tidak berperikemanusiaan.

Sungguh naif sekali

Apakah mahasiswa yang berdemo benar-benar umat agama yang senantiasa bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini bulan Ramadhan, seharusnya siapapun umat di bumi ini menghormati bulan suci ini, paling tidak kalau tidak berpuasa, jangan pernah pamer makan siang bersama di jalan raya.

Banyak para mahasiswa yang berdemo memakai jaket almamater tanpa malu makan siang bersama di tengah jalan, sungguh naif sekali.

Kemudian banyak para mahasiswa yang tidak sholat dzuhur dan beberapa ada yang merokok. Mereka para oknum mahasiswa lupa bahwa mereka beragama dan punya Tuhan.

Ada juga kata-kata  tertulis di poster yang cenderung norak pada demo mahasiswa kali ini. Mereka berkumpul di jalan Gerbang Pemuda Senayan Jakarta dan melakukan long march menuju gerbang utama DPR RI.

Sejumlah orasi disampaikan para orator di mobil komando yang berjalan, dengan harapan untuk membakar semangat para mahasiswa yang ikut demo.

Poster yang norak diantaranya berbunyi, “mending 3 ronde di ranjang daripada 3 periode.”

“Jangan minta 3 ronde, kalau 2 ronde saja sudah ngos-ngosan, #ADP,” dan masih banyak poster yang norak dan lucu. Tidak sesuai dengan tuntutan mereka.

Awalnya para mahasiswa ingin menuntut Jokowi agar tidak menjadi presiden 3 periode dan penundaan pemilu. Tuntutan itu gagal, tanpa tahu sebabnya.

Tuntutan mereka beralih pada 4 permintaan yang ditujukan ke anggota DPR RI, antara lain :

  1. Mendesak wakil rakyat agar mendengarkan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.
  2. DPR menjemput aspirasi rakyat yang dilakukan dari tanggal 28 Maret – 11 April 2022.
  3. Wakil rakyat tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen dan menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode.
  4. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada presiden.

Ditumpangi para ‘mahasewa’ preman dan kadrun

Awalnya aksi demo mahasiswa berjalan tertib dan lancar. Tetapi setelah sore atau asy’ar kondisi mulai memanas. Aksi 11 April tidak murni aksi mahasiswa, tetapi telah ditumpangi para ‘mahasewa’ preman dan pelaku anarkis (kadrun).

Saat aksi demo BEM SI pecah dan anarkis, hadir Ade Armando, di tengah-tengah demonstran.

Ketika mendapat kabar Ade Armando dihajar, digebuki dan dilucuti pakaiannya. Penulis tidak percaya, kalau bang Ade itu Dr. Ade Armando, M.Sc seorang pegiat media sosial dan akademikus berkebangsaan Indonesia. Beliau mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Sontak saja penulis kaget, sangat keji dan tidak punya perikemanusian sama sekali. Seorang dosen (guru) dihajar massa demosntran pada acara demo mahasiswa.

Demo Mahasiswa yang jadi korban seorang dosen. Ngeri banget, sampai-sampai penulis tidak ada nafsu makan, mendengar pemberitaan bang Ade Armando babak belur dihajar demonstran.

Padahal saat itu waktu berbuka puasa, penulis hanya minum teh panas, kurma dan beberapa cemilan. Sampai malam tidak ada nafsu makan. Memikirkan betapa ngerinya negeri ini kalau para demonstran yang anarkis main hakim sendiri.

Menghajar orang tua, yang usianya 61 tahun karena beda pendapat. Penganiayaan kepada Ade Armando sangat brutal sekali. Ini tampak pada banyak video yang tersebar luas di media sosial.

Semua orang mengkutuk perbuatan sadis ini. Aksi kekerasan terhadap dosen UI ini dilakukan sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab yang mendompleng pada demo mahasiswa 11 April kali ini.

Kekerasan yang terjadi tidak sejalan dengan apa yang diperjuangkan oleh mahasiswa. Cara mereka menghajar bang Ade tanpa ampun, tidak ada rasa belas kasihan malah justru kesyetanan.

Diantara mereka ada yang teriak, “halal darahnya .. matiin, matiin…” suara itu bergema bersamaan tangan mereka memukul, kaki mereka menendang.

Bang Ade yang sudah tua dihajar tanpa ampun bahkan bajunya dilucuti, ditelanjangi. Sungguh ngeri banget orang tua yang tidak berdaya dimassa beramai-ramai, lalu mereka ada yang berteriak takbir, seakan-akan ingin menghabisi nyawa bang Ade.

Bang Ade datang di tengah-tengah mahasiswa ingin membuktikan apakah yang hadir benar-benar mahasiswa atau mahasewa.

Kasus bang Ade Armando menunjukkan betapa rentannya mahasiswa yang sudah dicuci otaknya. Mereka banyak yang kena virus radikalisme, intoleransi dan anarkis.

Semua komponen anak bangsa dari berbagai simpul baik simpul akademis, religius dan nasionalis mendesak kepada pihak kepolisian agar para pelaku penganiayaan terhadap Ade Armando segera ditangkap dan diinterogasi “siapa dalang dari penganiayaan Ade Armando.”

Penangkapan pelaku anarkis akan memberikan informasi yang jelas apa motif sebenarnya dan siapa aktor utamanya.

Kembalilah ke kampus

Ayo mahasiswa Indonesia, kembalilah ke kampus, amalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang memiliki tiga point utama yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Jangan mau jadi mahasewa, mahasiswa bayaran yang dijadikan corong oleh bohir yang tidak suka pada pemerintahan.

Kasihan orang tua yang membiayai kuliah. Mereka banting tulang, bekerja dengan keras untuk bisa membayar uang kuliah tunggal (UKT) serta biaya-biaya lainnya selama menjadi mahasiswa dan itu jumlahnya besar.

Jadilah insan yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi kesusilaan, kejujuran, kebenaran dan keadilan.

Yang tak kalah penting, kalian semua yang ikut demo apakah sudah mendapat restu dari pihak rektorat. Kalian semua membawa nama baik almamater, membawa nama baik kampus di mana kalian digembleng berbagai ilmu pengetahuan, tehnologi, seni dan kewirausahaan.

Kembalilah ke kampus, belajarlah dengan baik dan benar. Jadilah kalian insan cendikia yang mampu menyumbangkan tenaga dan pikiran, bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan, guna peningkatan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara serta kebahagiaan umat manusia.

 

Nurul Azizah, penulis buku “Muslimat NU di Sarang Wahabi” minat hub penulis atau Sintesanews.com 0858-1022-0132.

Tags: Ade ArmandoDemoKecolonganMahasewaNaifPuasa
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Buah Pikir

Senandung ibu kandung yang tidak berhak “mangulosi”

by Ingot Simangunsong
1 Februari 2026 | 21:11 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang Penulis, Martua Situmorang (tengah). IBU kandung dilarang menyampaikan ulos hela, kini menjadi viral di media sosial....

Read more
Buah Pikir

Kadis Pendidikan sebaiknya memiliki skill ganda

by Ingot Simangunsong
24 Januari 2026 | 06:49 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang FILOSOFI "Anakhon hi do hamoraon di ahu," hendaknya menjadi landasan berpikir dan bertindak bagi Bupati Tapanuli...

Read more
Buah Pikir

Tolak Pilkada kembali ke DPRD

by Ingot Simangunsong
8 Januari 2026 | 19:47 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan ELIT Partai Politik (Parpol) yang ingin kembali ke orde baru (Orba) harus membaca Pasal 18 ayat...

Read more
Buah Pikir

Presiden Prabowo boneka Jokowi?

by Ingot Simangunsong
18 Desember 2025 | 00:29 WIB
0

Oleh | @sabartambunan63_ HAMPIR semua netizen yang peduli politik, percaya bahwa Prabowo adalah bonekanya Jokowi. Iya apa iya??!! Jauh-jauh hari,...

Read more
Buah Pikir

Sejarah Tambak Paromasan dan fenomena penggarap yang tidak beretika

by Ingot Simangunsong
7 Desember 2025 | 19:03 WIB
0

Oleh | Hatoguan Sitanggang TAMBAK Paromasan merupakan salah satu situs sejarah dan cagar budaya yang terletak di antara Desa Lumban...

Read more
Buah Pikir

Belajar mencintai Palestina di PDI Perjuangan, Ara wujudkan cinta melalui Panitia Natal Nasional 2025

by Ingot Simangunsong
29 November 2025 | 17:41 WIB
0

Oleh | Sutrisno Pangaribuan KONFERENSI Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja- gereja di Indonesia (PGI) akan menggeelar perayaan Natal nasional...

Read more

Berita Terbaru

Buah Pikir

Senandung ibu kandung yang tidak berhak “mangulosi”

1 Februari 2026 | 21:11 WIB
News

Pemko Pematangsiantar tegaskan penertiban bus di luar Terminal Tanjungpinggir

30 Januari 2026 | 11:40 WIB
News

Uang kehormatan guru PAUD SAB Pematangsiantar naik, guru sampaikan terimakasih kepada Ketua TP PKK

30 Januari 2026 | 11:32 WIB
News

Jemaat Lingkungan Santo Yosef Tarutung lepas tugas “Pastor Pembangunan” RD Merdin M Sitanggang dengan Misa Lingkungan

28 Januari 2026 | 09:10 WIB
News

Horas Bangso Batak tegas tolak rencana Danantara kelola PT TPL

27 Januari 2026 | 17:45 WIB
News

Tampung getah curian, aktivitas seorang warga rsahkan masyarakat Dolokmaraja

27 Januari 2026 | 13:38 WIB
News

Pangdam I/Bukit Barisan tinjau jembatan Bailey di Kabupaten Langkat

27 Januari 2026 | 10:07 WIB
News

Bupati Tapanuli Utara serahkan santunan kepada 23 ahli waris korban bencana hidrometeorologi

25 Januari 2026 | 07:15 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara dukung dan apresiasi launching Bimbel Intensif SMAN 1 Pangaribuan

24 Januari 2026 | 09:43 WIB
Buah Pikir

Kadis Pendidikan sebaiknya memiliki skill ganda

24 Januari 2026 | 06:49 WIB
News

Wakil Bupati Taput: Kepala sekolah harus disiplin dan profesional

23 Januari 2026 | 06:57 WIB
News

Asyik nyabu di rumah kosong, warga Deliserdang diamankan Polres Simalungun

22 Januari 2026 | 10:46 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita