MEDAN, SEGARIS.CO — WACANA angkutan umum gratis bagi pelajar di Kota Medan, menjadi perhatian banyak pihak.
Selain itu, ada juga pihak yang mengklaim bahwa ide angkutan gratis ini berawal dari gagasannya.
Hal ini disebutkan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kota Medan, Afif Abdillah, saat dimintakan tanggapannya terkait wacana yang digagas Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan, Rabu (07/10/2026), melalui pesan nomor WhatsApp (WA) miliknya.
“Maaf saya belum dengar ada gagasan dari Organda. Saya sudah memberikan gagasan ini dari tahun lalu dan saya ulangi dan kuatkan lagi dalam rapat komisi beberapa waktu lalu. Boleh di check di jejak digital agar informasinya tepat ya. Dan ini saya minta untuk ditindaklnjuti oleh dinas pendidikan dan perhubungan agar bisa bekerjasama untuk memulai hal ini diawali di Medan Utara mengingat kondisi ekonomi masyarakat disana yang lebih membutuhkan,” katanya.
Disebutnya, saat itu dirinya meminta Pemerintah Kota Medan untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dan stakeholder termasuk dengan Organda agar angkutan gratis bagi pelajar itu dapat dilaksanakan.
“Dan saat ini kita sedang mendorong ini agar bisa dilaksanakan di tahun depan. Apalagi sedang ada pembahasan R-APBD 2027 sehingga bisa kita dorong untuk disiapkan anggarannya,” ungkapnya.
Ketika klaim itu dikonfirmasi kepada Sekretaris Organda Medan, Jaya Sinaga, dia membenarkan ada bus sekolah gratis di Medan Utara.
“Tapi itu bus khusus satu sekolah. Itu era Bobby menjabat Walikota Medan,” terang Jaya.
Terpisah, dosen Politeknik Negeri Medan, Amrizal, yang dimintakan tanggapannya, menyebut untuk program angkutan umum gratis bagi pelajar itu perlu memperhatikan beberapa hal.
Dia menyarankan terkait bus sekolah, konsistensi waktu sangat diperlukan mengingat jam masuk sekolah yang ketat.
Selain itu jumlah armada yg disediakan juga harus mencukupi untuk jumlah siswa yg ditargetkan.
“Disamping itu, kategori objek yang akan mendapatkan fasilitas angkutan gratis itu harus jelas,” sebutnya.
Dosen jurusan Teknik Sipil Program Studi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan ini juga menyarankan agar angkutan gratis itu nantinya tidak mengganggu angkutan umum yang sudah ada saat ini dengan memperhatikan tingkat persaingan yang cukup tinggi antar angkutan umum perkotaan dengan angkutan online berbayar dan angkutan pribadi pengguna.
“Intinya bus sekolah menjadi angkutan pembantu untuk sejumlah pelajar yang belum terakomodir oleh angkutan umum perkotaan, angkutan umum online berbayar dan angkutan pribadi pengguna,” katanya.
Pakar sistem transportasi itu meminta agar nantinya dalam program tersebut wajib disoroti terkait ketersediaan BBM bagi pengguna yang menurutnya saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. [Sipa Munthe/***]






