Segaris.co
Senin, 7 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

MBG Kota Malang disorot: DPRD dorong penghentian sementara, BGN pilih evaluasi dan pembenahan

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
7 September 2026 | 17:42 WIB
in News

MALANG, SEGARIS.CO — PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang kembali menjadi sorotan.

Setelah menerima aspirasi mahasiswa dalam aksi demonstrasi pada 15 Juni 2026, DPRD Kota Malang menyatakan sepakat mendorong penghentian sementara pelaksanaan MBG yang dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyatakan sikap tersebut lahir dari aspirasi mahasiswa yang meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan MBG.

Sorotan terutama diarahkan pada kualitas makanan, mekanisme distribusi, efektivitas pelaksanaan serta pengawasan terhadap satuan pelayanan yang menjalankan program.

Namun, istilah “menghentikan MBG” perlu ditempatkan secara proporsional. DPRD Kota Malang tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan program nasional tersebut secara sepihak.

Sikap DPRD lebih tepat dipahami sebagai dorongan politik dan kelembagaan agar pemerintah pusat melakukan evaluasi, bahkan mempertimbangkan penghentian sementara apabila persoalan pelaksanaan belum terselesaikan.

Aspirasi mahasiswa jadi titik tekan

Aksi mahasiswa pada 15 Juni 2026 menjadi momentum penting dalam polemik MBG di Kota Malang.

Mahasiswa menyampaikan sejumlah kritik terhadap pelaksanaan program yang sejak awal dirancang pemerintah sebagai salah satu kebijakan prioritas nasional untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

DPRD Kota Malang kemudian menerima aspirasi tersebut dan menyatakan akan meneruskannya kepada pemerintah pusat melalui DPR RI.

Langkah ini memperlihatkan bahwa persoalan MBG di Malang tidak lagi hanya menjadi bahan keluhan masyarakat, tetapi telah masuk ke ruang evaluasi kelembagaan.

DPRD: Jangan paksakan program jika belum siap

Bagi DPRD Kota Malang, keberadaan program besar seperti MBG harus dibarengi dengan sistem pengawasan yang kuat.

Program yang menyangkut makanan dan kesehatan anak tidak cukup hanya mengejar jumlah penerima manfaat.

Pemerintah juga harus memastikan makanan yang diterima aman, bergizi, layak konsumsi, tepat waktu dan sesuai standar.

Karena itu, penghentian sementara dapat menjadi salah satu pilihan apabila permasalahan mendasar tidak segera mendapatkan solusi.

Persoalannya, penghentian program secara keseluruhan juga harus memperhitungkan masyarakat yang telah menerima manfaat.

Karena itu, evaluasi harus dilakukan secara terukur agar pembenahan tidak justru menimbulkan persoalan baru.

BGN: Ada mekanisme suspend untuk SPPG bermasalah

Dari sisi pemerintah pusat, Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki mekanisme pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

BGN sebelumnya menyampaikan bahwa ribuan SPPG pernah mendapatkan status suspend sebagai bagian dari proses pengawasan dan pembenahan.

Mekanisme tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak harus memilih antara “membiarkan masalah” atau “menghentikan seluruh program”.

Unit pelayanan yang bermasalah dapat dihentikan sementara sampai memenuhi standar yang ditetapkan.

Sikap BGN tersebut menjadi penting dalam membaca polemik di Kota Malang. Penghentian sementara pada unit tertentu berbeda dengan penghentian program MBG secara keseluruhan.

Pemkot Malang: Pengawasan SPPG diperkuat

Di tingkat daerah, Pemerintah Kota Malang juga telah melakukan langkah pengawasan terhadap operasional SPPG.

Pemkot sebelumnya menyatakan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG.

Bahkan, sejumlah SPPG yang dinilai belum memenuhi persyaratan tertentu pernah dihentikan sementara operasionalnya untuk dilakukan pembenahan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan MBG di Kota Malang sebenarnya memiliki beberapa lapis penyelesaian: pemerintah daerah melakukan pengawasan di lapangan, BGN menjalankan standar dan mekanisme pengawasan nasional, sedangkan DPRD menjalankan fungsi pengawasan politik serta menyalurkan aspirasi masyarakat.

Bukan sekadar soal berhenti atau lanjut

Polemik MBG di Kota Malang pada akhirnya membawa kita pada pertanyaan yang lebih penting: apakah program ini sudah berjalan dengan standar yang seharusnya?

MBG bukan sekadar program pembagian makanan. Di balik satu kotak makanan terdapat persoalan gizi, keamanan pangan, anggaran negara, distribusi, kualitas bahan makanan, pengelolaan dapur hingga pengawasan.

Karena itu, kritik mahasiswa dan masyarakat seharusnya tidak dipandang semata-mata sebagai penolakan terhadap program.

Kritik tersebut dapat menjadi bahan evaluasi agar MBG tidak hanya besar secara jumlah penerima manfaat, tetapi juga kuat dari sisi kualitas pelayanan.

Malang dan ujian tata kelola MBG

Jika DPRD Kota Malang benar-benar mendorong penghentian sementara, maka langkah berikutnya adalah memastikan pemerintah pusat memberikan jawaban yang jelas terhadap persoalan yang disampaikan masyarakat.

Apabila masalah berada pada SPPG tertentu, maka unit tersebut yang harus dibenahi atau dihentikan sementara.

Namun jika persoalannya bersifat sistemik, pemerintah perlu melakukan evaluasi yang lebih menyeluruh.

Yang harus dihindari adalah dua ekstrem: program terus berjalan tanpa pembenahan, atau program dihentikan tanpa menawarkan solusi bagi penerima manfaat.

Bagi masyarakat Kota Malang, ukuran keberhasilan MBG pada akhirnya sederhana: makanan yang diberikan harus aman, bergizi, layak, tepat sasaran dan benar-benar memberi manfaat.

Dengan demikian, polemik penghentian sementara MBG di Kota Malang seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola program nasional tersebut—bukan sekadar menjadi pertarungan antara pihak yang mendukung dan menolak MBG. [Tim Red/***]

Tags: DPRD Kota MalangKetuaMBGSegaris.coSementara
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Pimpin apel gabungan, Wabup Taput tekankan evaluasi kinerja, inovasi, dan transparansi publik

by Ingot Simangunsong
7 September 2026 | 10:45 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO – WAKIL Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, memimpin Apel Gabungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara di halaman...

Read more
News

Rapidin Simbolon instruksikan kader PDI Perjuangan Sumut jaga stabilitas politik di tengah bencana

by Ingot Simangunsong
7 September 2026 | 01:40 WIB
0

MEDAN, SEGARIS.CO -- MEMASUKI pekan kedua September 2026, bangsa Indonesia kembali menghadapi berbagai kondisi alam yang berubah cepat. Setelah gempa...

Read more
News

Poster “Kabinet Tangguh” viral, Dedi Mulyadi–Ahok dipasangkan untuk 2029

by Ingot Simangunsong
6 September 2026 | 17:40 WIB
0

Dari Mahfud MD hingga Anies Baswedan, sejumlah tokoh nasional muncul dalam poster digital yang menggambarkan kabinet pemerintahan periode 2029–2034. Namun,...

Read more
News

SD Integritas Bangsa abaikan biaya perobatan siswanya

by Ingot Simangunsong
6 September 2026 | 15:44 WIB
0

MEDAN, SEGARIS.CO - SEBAGAI orangtua, Reynol Josep Hasudungan (43), wajar merasa kecewa atas sikap yang ditunjukkan pihak SD Integritas Bangsa....

Read more
News

Sidang Kasus Kuota Haji: Gus Alex sebut 24 anggota Panja Komisi VIII minta 3.000 riyal

by Ingot Simangunsong
5 September 2026 | 09:56 WIB
0

JAKARTA, SEGARIS.CO — PERSIDANGAN perkara dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tambahan tahun 2023–2024 kembali mengungkap keterangan yang menarik perhatian publik....

Read more
News

Bantuan tahap pertama tuntas disalurkan, PDI Perjuangan sapa pengungsi Desa Suka Tengah

by Ingot Simangunsong
5 September 2026 | 08:07 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — WAJAH lelah warga Desa Suka Tengah (Kutatengah) yang mengungsi di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, tak mampu...

Read more

Berita Terbaru

News

MBG Kota Malang disorot: DPRD dorong penghentian sementara, BGN pilih evaluasi dan pembenahan

7 September 2026 | 17:42 WIB
News

Pimpin apel gabungan, Wabup Taput tekankan evaluasi kinerja, inovasi, dan transparansi publik

7 September 2026 | 10:45 WIB
News

Rapidin Simbolon instruksikan kader PDI Perjuangan Sumut jaga stabilitas politik di tengah bencana

7 September 2026 | 01:40 WIB
News

Poster “Kabinet Tangguh” viral, Dedi Mulyadi–Ahok dipasangkan untuk 2029

6 September 2026 | 17:40 WIB
News

SD Integritas Bangsa abaikan biaya perobatan siswanya

6 September 2026 | 15:44 WIB
News

Sidang Kasus Kuota Haji: Gus Alex sebut 24 anggota Panja Komisi VIII minta 3.000 riyal

5 September 2026 | 09:56 WIB
News

Bantuan tahap pertama tuntas disalurkan, PDI Perjuangan sapa pengungsi Desa Suka Tengah

5 September 2026 | 08:07 WIB
News

Rapidin Simbolon pimpin penyaluran bantuan untuk pengungsi erupsi Gunung Sinabung

4 September 2026 | 08:20 WIB
News

Saleh Partaonan Daulay: Penyaluran KUR dengan plafon Rp100 juta tak perlu agunan tambahan

4 September 2026 | 06:56 WIB
News

Kebakaran pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga pekerja vendor tewas

3 September 2026 | 18:03 WIB
News

Jusniar Siahaan: “Penutupan Hotel Zoe’s Paradise hanya akal-akalan saja”

3 September 2026 | 17:29 WIB
SEREMONI

Dengan akhlak Nabi, Polres Siantar wujudkan pelayanan humanis

3 September 2026 | 14:06 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus