
SUKAMAKMUR, SEGARIS.CO — GERAKAN Credit Union (CU) terus didorong menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan sekaligus ruang pemberdayaan perempuan.
Hal tersebut mengemuka dalam Hari CU Dampingan YAPIDI yang mengangkat tema “Gerakan CU Memacu Peran Strategis Kepemimpinan Perempuan.”
Ketua Panitia, Reantina Novaria Gurusinga SH MH, mengatakan, CU yang dibangun dengan prinsip dari, oleh dan untuk anggota tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga membangun pendidikan, solidaritas dan kepemimpinan masyarakat, khususnya perempuan pedesaan.

Menurutnya, perempuan tidak cukup hanya menjadi anggota CU, tetapi harus memiliki kapasitas dan suara strategis dalam pengambilan keputusan, termasuk di ruang publik.
“Melalui CU, kader-kader perempuan didorong untuk berani mengambil peran strategis, mulai dari tingkat desa hingga jenjang yang lebih tinggi. Mereka dibangun melalui pendidikan, pendampingan, solidaritas dan konsolidasi,” ujar Reantina.
YAPIDI juga mendorong penguatan kapasitas perempuan melalui Sekolah Perempuan Merdeka, pendalaman empati sosial dan responsif gender, serta pengembangan inovasi berbasis komunitas.
Berdasarkan data YAPIDI per Juni 2026, sebanyak 836 anggota kelompok dari total 20.368 anggota telah duduk di jabatan publik atau sekitar 24 persen.
Ke depan, angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 30 persen.

Reantina menegaskan, keberhasilan gerakan CU tidak semata-mata diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kemampuan melahirkan masyarakat yang mandiri, kritis dan mampu mengambil keputusan.
“CU bukan sekadar lembaga keuangan mikro, tetapi juga wadah belajar dan mencetak pemimpin dari akar rumput,” katanya.
Selama 43 tahun sejak 1983, YAPIDI bersama para perintis CU terus mendampingi masyarakat di desa-desa di Sumatera Utara dan Aceh.
Gerakan tersebut diharapkan terus berkembang menjadi kekuatan yang mendorong keadilan, kesetaraan gender, kesejahteraan dan keberlanjutan.
“Kepercayaan, kerja sama dan pendidikan adalah napas CU. Mari mengakar, merambat, bersemi dan berkelanjutan,” kata Reantina. [Red/Rel/***






