KARO, SEGARIS.CO — ABU masih menjadi persoalan utama. Laporan terbaru yang terbit hari ini menyebut abu vulkanik menutupi sejumlah ruas jalan dan kendaraan di Berastagi.
Kualitas udara menurun dan jarak pandang di beberapa titik terbatas ketika hujan abu berlangsung.
Personel TNI juga turun membagikan masker kepada pengendara dan pejalan kaki.
Pemkab Karo melalui BPBD, Dinas Kesehatan dan Diskominfo membagikan masker di empat kecamatan terdampak, yakni Naman Teran, Berastagi, Dolat Rayat dan Merdeka, dengan perhatian khusus kepada anak-anak, lansia dan ibu hamil.
Kecamatan Karo
Sekolah mengambil langkah antisipasi
Dampaknya sudah masuk ke aktivitas pendidikan.
Sejumlah sekolah dilaporkan mengakhiri kegiatan belajar lebih awal karena abu cukup tebal.
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV juga mengimbau siswa dan guru menggunakan masker untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Ini menunjukkan bahwa persoalan di Berastagi bukan hanya soal pemandangan kota yang berubah menjadi kelabu, tetapi sudah menyentuh kesehatan dan aktivitas harian masyarakat.
Bagaimana kondisi jalan Medan–Berastagi?
Sampai malam ini, belum ada laporan resmi yang menyatakan jalur Medan–Berastagi ditutup. Jadi belum ada konfirmasi akses Medan–Berastagi lumpuh atau ditutup.
Yang sudah terkonfirmasi adalah adanya abu di sejumlah ruas jalan Berastagi sehingga pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan.
Artinya, untuk sementara:
“Akses menuju Berastagi masih menjadi jalur yang harus diwaspadai karena paparan abu vulkanik, sementara belum ada informasi resmi mengenai penutupan total jalur Medan–Berastagi.”
Bagaimana hotel, restoran dan pariwisata?
Ini bagian yang belum bisa disimpulkan secara jurnalistik.
Segaris.co belum menemukan laporan malam ini yang kredibel mengenai: hotel tutup; tingkat hunian hotel turun; pembatalan wisata secara besar-besaran; objek wisata ditutup; pasar Berastagi berhenti beroperasi.
Data operasional tempat usaha yang muncul di pencarian lokal hanya menunjukkan sejumlah restoran di Berastagi masih tercatat memiliki jam operasional, misalnya Resto Puncak Berastagi, Jabu Berastagi dan Gundaling Farmstead.
Namun, data tersebut bukan bukti bahwa kondisi tempat usaha malam ini normal, sehingga tidak dapat jadikan dasar klaim berita.
Justru ada hal yang lebih serius, Gunung Sinabung sekarang berada pada Level III — Siaga.
Badan Geologi menaikkan status setelah erupsi 31 Agustus. Erupsi menghasilkan kolom abu sekitar 3.500 meter di atas puncak, dengan material bergerak ke arah timur–tenggara. [Red/berbagai sumber/***]






