Segaris.co
Minggu, 19 Juli 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Meritokrasi: “Kekuasaan berdasarkan kelayakan atau prestasi”

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
5 September 2025 | 14:00 WIB
in Kolom

Catatan | Ingot Simangunsong

MERITOKRASI, merupakan sebuah sistem yang menempatkan kemampuan, prestasi, dan kompetensi sebagai dasar utama dalam menentukan posisi, jabatan, maupun penghargaan.

Prinsip ini menolak pengaruh faktor keturunan, kekayaan, status sosial, maupun koneksi politik.

Istilah meritokrasi sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni merit yang berarti prestasi atau kelayakan, serta kratos yang berarti kekuasaan atau pemerintahan.

Secara harfiah, meritokrasi dapat dimaknai sebagai “kekuasaan berdasarkan kelayakan atau prestasi.”

Dalam penerapannya, sistem ini biasanya diwujudkan melalui beberapa mekanisme, seperti seleksi ketat pada penerimaan siswa, tes calon pegawai negeri sipil (CPNS), maupun program beasiswa.

Selain itu, meritokrasi juga tampak dalam sistem penghargaan berbasis kinerja, misalnya promosi jabatan yang ditentukan oleh hasil kerja, bukan kedekatan personal.

Prinsip kesetaraan kesempatan juga menjadi bagian penting, di mana setiap individu diberi peluang yang sama untuk berkembang sesuai kemampuan masing-masing.

Sistem meritokrasi memiliki sejumlah kelebihan, antara lain mendorong terciptanya keadilan, meningkatkan efisiensi, serta memacu motivasi kerja.

Namun, sistem ini juga memiliki kelemahan. Jika akses pendidikan dan kesempatan tidak merata, maka kelompok tertentu berisiko tetap tertinggal dan terpinggirkan.

Meritokrasi adalah sistem yang menekankan jabatan, penghargaan, atau kesempatan diberikan berdasarkan kemampuan, prestasi, dan kompetensi, bukan karena keturunan, kekayaan, atau koneksi politik.

Negara yang relatif lebih patuh

Namun, tidak ada negara di dunia ini yang 100% murni melaksanakan meritokrasi. Biasanya, meritokrasi dipadukan dengan faktor lain seperti demokrasi, budaya, dan politik.

Meski begitu, ada beberapa negara yang sering dijadikan contoh relatif lebih patuh menerapkan prinsip meritokrasi:

Negara yang dikenal relatif meritokratis

Singapura

Sangat menekankan rekrutmen birokrat, pejabat publik, dan bahkan beasiswa berdasarkan prestasi akademik serta kompetensi.

Sistem pendidikan dan karier birokrasi diatur ketat agar posisi penting ditempati orang yang benar-benar berkompeten.

Tiongkok (China)

Secara tradisi sejak Dinasti kekaisaran, China punya sistem ujian kenegaraan (imperial exam) yang berbasis merit.

Di era modern, Partai Komunis Tiongkok juga menekankan promosi pejabat melalui kinerja ekonomi dan sosial di daerah. Meski begitu, tetap ada kritik soal nepotisme dan politik.

Korea Selatan dan Jepang 

Kedua negara ini menekankan pendidikan, kerja keras, dan pencapaian individu.

Seleksi pegawai negeri sangat ketat berbasis ujian, sehingga posisi birokrasi dianggap diperoleh melalui kemampuan.

Finlandia & Negara Nordik (Swedia, Norwegia, Denmark)

Sistem pendidikan egaliter, transparansi pemerintahan, dan penekanan pada kemampuan individu menjadikan masyarakat relatif meritokratis.

Korupsi rendah sehingga jalur prestasi lebih terbuka.

Amerika Serikat (AS)

Secara teori, dikenal sebagai “land of opportunity” di mana individu bisa naik status melalui kerja keras dan prestasi.

Namun dalam praktik, masih dipengaruhi faktor sosial-ekonomi dan akses.

Kesimpulannya: Singapura dan negara-negara Nordik sering dianggap paling konsisten menerapkan meritokrasi modern, sementara China dikenal sebagai contoh meritokrasi ala negara otoritarian.

Penulis, Ingot Simangunsong, pimpinan redaksi mediaonline Segaris.co

Tags: MeritokrasisegarisSegaris.coSistem
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Ingot Simangunsong
Kolom

Dari kemiskinan menuju kebangkitan: Perjalanan Etiopia menjadi Negara yang terus bertumbuh

by Ingot Simangunsong
18 Juli 2026 | 07:53 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  SELAMA puluhan tahun, nama Etiopia identik dengan kelaparan dan kemiskinan. Namun dalam dua dekade terakhir, negara...

Read more
Ingot Simangunsong
Kolom

Tipping Point terberantasnya korupsi di Indonesia: Mungkinkah terjadi?

by Ingot Simangunsong
16 Juli 2026 | 08:52 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong KORUPSI masih menjadi salah satu tantangan terbesar bangsa Indonesia. Hampir setiap tahun, aparat penegak hukum mengungkap...

Read more
Kolom

RUU Perampasan Aset: Mengapa terus tertunda saat rakyat menanggung dampak korupsi?

by Ingot Simangunsong
13 Juli 2026 | 06:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong Ingot Simangunsong KORUPSI bukan sekadar pelanggaran hukum. Kejahatan ini merampas hak masyarakat atas pendidikan yang layak,...

Read more
Kolom

Nama Celine Evangelista muncul di tengah kasus Febrie Adriansyah, Apa benang merahnya?

by Ingot Simangunsong
12 Juli 2026 | 22:00 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong Ingot Simangunsong PENETAPAN mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, sebagai...

Read more
Kolom

Dari pemburu Koruptor menjadi Tersangka: Runtuhnya jejak kekuasaan Febrie Adriansyah

by Ingot Simangunsong
12 Juli 2026 | 01:34 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong MANTAN Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kini menghadapi babak paling...

Read more
Tak Berkategori

Ketika Rakyat mengencangkan ikat pinggang, mengapa korupsi justru semakin beringas?

by Ingot Simangunsong
22 Juni 2026 | 06:46 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong Ingot Simangunsong  DI tengah kehidupan masyarakat yang semakin berat, pertanyaan ini kerap muncul dalam percakapan sehari-hari: mengapa...

Read more

Berita Terbaru

News

Wesly Silalahi hadiri Reuni Akbar SMP Cinta Rakyat 1, kenang masa sekolah

19 Juli 2026 | 05:12 WIB
News

Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan mediasi perselisihan Aantarwarga

18 Juli 2026 | 15:15 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar pimpin latihan menembak tingkatkan kesiapsiagaan personel

18 Juli 2026 | 15:03 WIB
News

Polres Pematangsiantar gelar Baksos di Panti Jompo

18 Juli 2026 | 14:14 WIB
Kolom

Dari kemiskinan menuju kebangkitan: Perjalanan Etiopia menjadi Negara yang terus bertumbuh

18 Juli 2026 | 07:53 WIB
News

UPDATE: Korban meninggal kecelakaan beruntun di Sibolangit bertambah menjadi 4 orang

17 Juli 2026 | 18:24 WIB
News

Kecelakaan beruntun libatkan tujuh kendaraan di Sibolangit, satu orang dilaporkan meninggal

17 Juli 2026 | 18:00 WIB
News

Pemko Pematangsiantar gelar Job Fair 2026, sediakan lebih dari 1.000 lowongan kerja

17 Juli 2026 | 13:36 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar terima bantuan alat Tes Urine dari Wali Kota, perkuat sinergi pemberantasan Narkoba

17 Juli 2026 | 10:06 WIB
News

Profil 9 Anggota Tim Kejagung yang menangani perkara Jampidsus Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 | 08:35 WIB
News

Polsek Siantar Martoba bantu warga sakit berobat ke Puskesmas

16 Juli 2026 | 17:48 WIB
News

Polsek Siantar Marihat respons cepat laporan keributan melalui Call Center 110

16 Juli 2026 | 17:35 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita