Segaris.co
Minggu, 18 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Meritokrasi: “Kekuasaan berdasarkan kelayakan atau prestasi”

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
5 September 2025 | 14:00 WIB
in Kolom

Catatan | Ingot Simangunsong

MERITOKRASI, merupakan sebuah sistem yang menempatkan kemampuan, prestasi, dan kompetensi sebagai dasar utama dalam menentukan posisi, jabatan, maupun penghargaan.

Prinsip ini menolak pengaruh faktor keturunan, kekayaan, status sosial, maupun koneksi politik.

Istilah meritokrasi sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni merit yang berarti prestasi atau kelayakan, serta kratos yang berarti kekuasaan atau pemerintahan.

Secara harfiah, meritokrasi dapat dimaknai sebagai “kekuasaan berdasarkan kelayakan atau prestasi.”

Dalam penerapannya, sistem ini biasanya diwujudkan melalui beberapa mekanisme, seperti seleksi ketat pada penerimaan siswa, tes calon pegawai negeri sipil (CPNS), maupun program beasiswa.

Selain itu, meritokrasi juga tampak dalam sistem penghargaan berbasis kinerja, misalnya promosi jabatan yang ditentukan oleh hasil kerja, bukan kedekatan personal.

Prinsip kesetaraan kesempatan juga menjadi bagian penting, di mana setiap individu diberi peluang yang sama untuk berkembang sesuai kemampuan masing-masing.

Sistem meritokrasi memiliki sejumlah kelebihan, antara lain mendorong terciptanya keadilan, meningkatkan efisiensi, serta memacu motivasi kerja.

Namun, sistem ini juga memiliki kelemahan. Jika akses pendidikan dan kesempatan tidak merata, maka kelompok tertentu berisiko tetap tertinggal dan terpinggirkan.

Meritokrasi adalah sistem yang menekankan jabatan, penghargaan, atau kesempatan diberikan berdasarkan kemampuan, prestasi, dan kompetensi, bukan karena keturunan, kekayaan, atau koneksi politik.

Negara yang relatif lebih patuh

Namun, tidak ada negara di dunia ini yang 100% murni melaksanakan meritokrasi. Biasanya, meritokrasi dipadukan dengan faktor lain seperti demokrasi, budaya, dan politik.

Meski begitu, ada beberapa negara yang sering dijadikan contoh relatif lebih patuh menerapkan prinsip meritokrasi:

Negara yang dikenal relatif meritokratis

Singapura

Sangat menekankan rekrutmen birokrat, pejabat publik, dan bahkan beasiswa berdasarkan prestasi akademik serta kompetensi.

Sistem pendidikan dan karier birokrasi diatur ketat agar posisi penting ditempati orang yang benar-benar berkompeten.

Tiongkok (China)

Secara tradisi sejak Dinasti kekaisaran, China punya sistem ujian kenegaraan (imperial exam) yang berbasis merit.

Di era modern, Partai Komunis Tiongkok juga menekankan promosi pejabat melalui kinerja ekonomi dan sosial di daerah. Meski begitu, tetap ada kritik soal nepotisme dan politik.

Korea Selatan dan Jepang 

Kedua negara ini menekankan pendidikan, kerja keras, dan pencapaian individu.

Seleksi pegawai negeri sangat ketat berbasis ujian, sehingga posisi birokrasi dianggap diperoleh melalui kemampuan.

Finlandia & Negara Nordik (Swedia, Norwegia, Denmark)

Sistem pendidikan egaliter, transparansi pemerintahan, dan penekanan pada kemampuan individu menjadikan masyarakat relatif meritokratis.

Korupsi rendah sehingga jalur prestasi lebih terbuka.

Amerika Serikat (AS)

Secara teori, dikenal sebagai “land of opportunity” di mana individu bisa naik status melalui kerja keras dan prestasi.

Namun dalam praktik, masih dipengaruhi faktor sosial-ekonomi dan akses.

Kesimpulannya: Singapura dan negara-negara Nordik sering dianggap paling konsisten menerapkan meritokrasi modern, sementara China dikenal sebagai contoh meritokrasi ala negara otoritarian.

Penulis, Ingot Simangunsong, pimpinan redaksi mediaonline Segaris.co

Tags: MeritokrasisegarisSegaris.coSistem
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

by Ingot Simangunsong
12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  PERNAH dengar kata pemakzulan saat berita politik lagi panas-panasnya? Biasanya istilah ini muncul ketika ada desakan...

Read more
Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more

Berita Terbaru

News

Tiga warga apresiasi Daud Simanjuntak, keluhan infrastruktur cepat ditindaklanjuti

18 Oktober 2026 | 08:46 WIB
News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus