Segaris.co
Minggu, 18 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

TBC si penyakit “tiga huruf” bangkit lagi

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
16 Mei 2025 | 06:18 WIB
in Kolom

Catatan | ingot simangunsong

TBC [tuberkulosis] … di Indonesia populer dengan sebutan penyakit “tiga huruf”. Sudah berpuluhan tahun, penyakit ini tidak dibicarakan atau jadi bahan perbincangan.

Penyakit — yang ditandai penderitanya bertubuh kurus dengan sesak nafas dan batuk itu — bangkit jadi bahan percakapan, setelah kedatangan Bill Gate ke Indonesia.

Mirip dengan suasana Covid-19, kehadiran Bill Gate seakan sebagai penabuh genderang, digadang – gadangnya suntik vaksin TBC.

Apa itu TBC?

TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini paling sering menyerang paru-paru, namun juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain seperti tulang, otak, dan ginjal. TBC menyebar melalui udara, terutama saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Gejala Umum TBC Paru:

Batuk berdahak lebih dari 2 minggu (kadang berdarah)

Demam berkepanjangan, terutama malam hari

Berat badan menurun drastis

Berkeringat di malam hari

Lemas dan nafsu makan berkurang

Sejarah Singkat Munculnya TBC:

Zaman Kuno:
TBC telah dikenal sejak zaman kuno. Bukti arkeologis menunjukkan adanya tanda-tanda TBC pada kerangka manusia Mesir kuno berusia lebih dari 4.000 tahun.

Zaman Yunani dan Romawi:
Hippocrates (sekitar 400 SM) menyebut penyakit ini dengan nama phthisis, yang artinya “meluruh”. Ia menyadari bahwa penyakit ini sangat mematikan dan terutama menyerang anak muda.

Abad Pertengahan:
TBC menyebar luas di Eropa. Penyakit ini sering dikaitkan dengan kemiskinan dan sanitasi buruk. Saat itu belum diketahui penyebabnya, sehingga sering disalahartikan sebagai kutukan atau penyakit turunan.

Abad ke-19 – Puncak Epidemi:
TBC menjadi penyebab kematian utama di Eropa dan Amerika Utara. Penyakit ini dijuluki the White Plague karena membuat penderitanya tampak pucat.

1882 – Terobosan Ilmiah:
Dr. Robert Koch, ilmuwan Jerman, menemukan bakteri penyebab TBC (Mycobacterium tuberculosis) pada 24 Maret 1882. Ini adalah tonggak penting dalam sejarah medis dan dasar pengembangan diagnosa serta vaksin.

Abad ke-20 – Pengobatan Modern:
Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin) mulai digunakan pada tahun 1921. Pada 1940-an ditemukan antibiotik seperti streptomisin dan isoniazid yang efektif mengobati TBC.

Abad ke-21 – Ancaman Global:
Meskipun bisa diobati, TBC tetap menjadi ancaman global, terutama di negara berkembang. Munculnya TBC resisten obat (TB MDR/XDR) menambah tantangan dalam penanganannya.

Berikut penjelasan mengenai pencegahan dan pengobatan TBC di Indonesia, sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan RI:

Pencegahan TBC di Indonesia:

Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette–Guérin):

Diberikan kepada bayi baru lahir untuk mencegah TBC berat, terutama TBC meningitis dan milier.

Merupakan bagian dari imunisasi dasar nasional.

Penemuan Dini dan Skrining Aktif:

Dilakukan pada kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, penderita HIV, penderita diabetes, dan kontak serumah dengan pasien TBC.

Program TOSS TBC (Temukan, Obati Sampai Sembuh) digalakkan oleh pemerintah.

Etika Batuk dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS):

Menutup mulut saat batuk/bersin, menggunakan masker, dan mencuci tangan setelah batuk.

Meningkatkan ventilasi udara di rumah dan tempat kerja.

Nutrisi yang Baik dan Imunitas Tubuh:

Gizi seimbang membantu daya tahan tubuh dalam melawan infeksi TBC.

Pengobatan TBC di Indonesia:

Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Gratis:

Disediakan pemerintah di Puskesmas dan rumah sakit.

Obat harus dikonsumsi rutin selama 6 bulan (bisa lebih lama untuk jenis resisten obat).

Pasien harus patuh dan tidak putus pengobatan agar tidak kambuh atau menjadi resisten.

Jenis Pengobatan:

TBC Sensitif Obat (SO):

6 bulan pengobatan (2 bulan fase intensif + 4 bulan fase lanjutan).

TBC Resisten Obat (RO):

Pengobatan bisa berlangsung 9–20 bulan dengan kombinasi obat yang lebih kuat dan efek samping lebih berat.

Pendampingan Pasien:

Puskesmas biasanya menunjuk PMO (Pengawas Minum Obat), bisa dari keluarga atau kader kesehatan, untuk memastikan pasien minum obat sesuai jadwal.

Program Nasional dan Dukungan Global:

Indonesia menjalankan Strategi Nasional Eliminasi TBC 2030, bekerja sama dengan WHO dan mitra internasional lainnya.

Kehadiran Bill Gate pun menjadi bahan perbincangan serius di media sosial, yang dikaitkan dengan misi bisnis vaksin TBC di Indonesia.

Penulis, pimpinan redaksi Segaris.co

Tags: IndonesiasegarisSegaris.coTBCTuberkulosis
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

by Ingot Simangunsong
12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  PERNAH dengar kata pemakzulan saat berita politik lagi panas-panasnya? Biasanya istilah ini muncul ketika ada desakan...

Read more
Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more

Berita Terbaru

News

Tiga warga apresiasi Daud Simanjuntak, keluhan infrastruktur cepat ditindaklanjuti

18 Oktober 2026 | 08:46 WIB
News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus