Segaris.co
Kamis, 3 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

TBC si penyakit “tiga huruf” bangkit lagi

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
16 Mei 2025 | 06:18 WIB
in Kolom

Catatan | ingot simangunsong

TBC [tuberkulosis] … di Indonesia populer dengan sebutan penyakit “tiga huruf”. Sudah berpuluhan tahun, penyakit ini tidak dibicarakan atau jadi bahan perbincangan.

Penyakit — yang ditandai penderitanya bertubuh kurus dengan sesak nafas dan batuk itu — bangkit jadi bahan percakapan, setelah kedatangan Bill Gate ke Indonesia.

Mirip dengan suasana Covid-19, kehadiran Bill Gate seakan sebagai penabuh genderang, digadang – gadangnya suntik vaksin TBC.

Apa itu TBC?

TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini paling sering menyerang paru-paru, namun juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain seperti tulang, otak, dan ginjal. TBC menyebar melalui udara, terutama saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Gejala Umum TBC Paru:

Batuk berdahak lebih dari 2 minggu (kadang berdarah)

Demam berkepanjangan, terutama malam hari

Berat badan menurun drastis

Berkeringat di malam hari

Lemas dan nafsu makan berkurang

Sejarah Singkat Munculnya TBC:

Zaman Kuno:
TBC telah dikenal sejak zaman kuno. Bukti arkeologis menunjukkan adanya tanda-tanda TBC pada kerangka manusia Mesir kuno berusia lebih dari 4.000 tahun.

Zaman Yunani dan Romawi:
Hippocrates (sekitar 400 SM) menyebut penyakit ini dengan nama phthisis, yang artinya “meluruh”. Ia menyadari bahwa penyakit ini sangat mematikan dan terutama menyerang anak muda.

Abad Pertengahan:
TBC menyebar luas di Eropa. Penyakit ini sering dikaitkan dengan kemiskinan dan sanitasi buruk. Saat itu belum diketahui penyebabnya, sehingga sering disalahartikan sebagai kutukan atau penyakit turunan.

Abad ke-19 – Puncak Epidemi:
TBC menjadi penyebab kematian utama di Eropa dan Amerika Utara. Penyakit ini dijuluki the White Plague karena membuat penderitanya tampak pucat.

1882 – Terobosan Ilmiah:
Dr. Robert Koch, ilmuwan Jerman, menemukan bakteri penyebab TBC (Mycobacterium tuberculosis) pada 24 Maret 1882. Ini adalah tonggak penting dalam sejarah medis dan dasar pengembangan diagnosa serta vaksin.

Abad ke-20 – Pengobatan Modern:
Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin) mulai digunakan pada tahun 1921. Pada 1940-an ditemukan antibiotik seperti streptomisin dan isoniazid yang efektif mengobati TBC.

Abad ke-21 – Ancaman Global:
Meskipun bisa diobati, TBC tetap menjadi ancaman global, terutama di negara berkembang. Munculnya TBC resisten obat (TB MDR/XDR) menambah tantangan dalam penanganannya.

Berikut penjelasan mengenai pencegahan dan pengobatan TBC di Indonesia, sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan RI:

Pencegahan TBC di Indonesia:

Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette–Guérin):

Diberikan kepada bayi baru lahir untuk mencegah TBC berat, terutama TBC meningitis dan milier.

Merupakan bagian dari imunisasi dasar nasional.

Penemuan Dini dan Skrining Aktif:

Dilakukan pada kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, penderita HIV, penderita diabetes, dan kontak serumah dengan pasien TBC.

Program TOSS TBC (Temukan, Obati Sampai Sembuh) digalakkan oleh pemerintah.

Etika Batuk dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS):

Menutup mulut saat batuk/bersin, menggunakan masker, dan mencuci tangan setelah batuk.

Meningkatkan ventilasi udara di rumah dan tempat kerja.

Nutrisi yang Baik dan Imunitas Tubuh:

Gizi seimbang membantu daya tahan tubuh dalam melawan infeksi TBC.

Pengobatan TBC di Indonesia:

Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Gratis:

Disediakan pemerintah di Puskesmas dan rumah sakit.

Obat harus dikonsumsi rutin selama 6 bulan (bisa lebih lama untuk jenis resisten obat).

Pasien harus patuh dan tidak putus pengobatan agar tidak kambuh atau menjadi resisten.

Jenis Pengobatan:

TBC Sensitif Obat (SO):

6 bulan pengobatan (2 bulan fase intensif + 4 bulan fase lanjutan).

TBC Resisten Obat (RO):

Pengobatan bisa berlangsung 9–20 bulan dengan kombinasi obat yang lebih kuat dan efek samping lebih berat.

Pendampingan Pasien:

Puskesmas biasanya menunjuk PMO (Pengawas Minum Obat), bisa dari keluarga atau kader kesehatan, untuk memastikan pasien minum obat sesuai jadwal.

Program Nasional dan Dukungan Global:

Indonesia menjalankan Strategi Nasional Eliminasi TBC 2030, bekerja sama dengan WHO dan mitra internasional lainnya.

Kehadiran Bill Gate pun menjadi bahan perbincangan serius di media sosial, yang dikaitkan dengan misi bisnis vaksin TBC di Indonesia.

Penulis, pimpinan redaksi Segaris.co

Tags: IndonesiasegarisSegaris.coTBCTuberkulosis
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

Bukan yang pertama, Jika MA setuju apa yang membuat pemakzulan Bupati Gowa bersejarah?

by Ingot Simangunsong
14 Agustus 2026 | 12:07 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong NAMA Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kini berada dalam pusaran proses politik dan hukum...

Read more
Kolom

Adab yang (Sengaja) Dilupakan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 23:15 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong ENTAH disengaja, memang disengaja, atau pura-pura disengaja, kenyataannya memang demikian: adab semakin sering dilupakan....

Read more
Kolom

Kematian Winda Lorenza Gowasa: Polisi Sebut Bunuh Diri, Keluarga Curiga, Komisi III DPR Turun Tangan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 07:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong KEMATIAN Winda Lorenza Gowasa (WL), mantan istri seorang anggota Polri di Medan, kini menjadi...

Read more
Kolom

Dari startup kebanggaan Indonesia menuju Skandal Internasional: Runtuhnya Imperium eFishery dan pelajaran bagi dunia investasi

by Ingot Simangunsong
1 Agustus 2026 | 19:08 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong TIDAK banyak yang menyangka bahwa eFishery, startup yang pernah dielu-elukan sebagai kebanggaan Indonesia di...

Read more
Kolom

Saat penjaga integritas tergoda: Membaca deretan kasus oknum KPK yang memeras dan mengkhianati amanah

by Ingot Simangunsong
1 Agustus 2026 | 13:49 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) lahir dengan satu mandat besar: menjadi benteng terakhir melawan korupsi....

Read more
Kolom

Pergantian Nanik S. Deyang: Murni alasan kesehatan atau momentum pembenahan Badan Gizi Nasional?

by Ingot Simangunsong
23 Juli 2026 | 06:17 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong PERGANTIAN kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto...

Read more
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus