SIMALUNGUN — SEGARIS.CO — ANGGOTA DPRD Provinsi Sumatera Utara [Sumut] Fraksi Partai Gollar Dapil Sumut X Kota Pematangsiantar – Kabupaten Simalungun, Dasa M Sinaga SE menggelar Sosialisasi Peraturan [Sosper] Perundang-undangan tentang Pemajuan Kebudayaan di Provinsi Sumut di halaman Gereja GKPS Huta Saribu Raya, Nagori [Desa] Simbolon Tengkoh, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun, Sabtu [03/05/2025].
Di kegiatan Sosper yang dihadari ratusan warga itu, Dasa Sinaga didampingi Pangulu Nagori Simbolon Tengkoh, John Hendra Sinaga, tokoh pemuda Arif Sitanggang, tokoh pemuda/pendidikan Sudirman Sinaga dan tokoh agama, St Darma Purba.
Pada kesempatan itu, Dasa Sinaga menyampaikan, dalam pemajuan kebudayaan di Sumatera Utara, khususnya di Nagori Simbolon Tengkoh, peranan pemuda sangat diharapkan sekali.
“Cintailah budaya kita, dengan tidak membenci budaya orang lain, keanekaragaman itulah yang membuat kebudayaan kita menjadi indah. Jika ada budaya yang ingin dimajukan di nagori ini, saya akan perjuangkan untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah Kabupaten Simalungun mau pun provinsi,” kata Dasa Sinaga yang juga menyebutkan pengajuannya perlu didukung proposal.
Penyampaian aspirasi
Selesai penyampaian Sosper, konstituen, warga dan simpatisan yang hadir diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi.
R Saragih menyampaikan, perlunya disegerakan perbaikan jalan usaha tani, untuk memperlancar pendistribusian hasil pertanian.
“Masalah jalan usaha tani yang rusak sangat berpengaruh pada soal harga kebutuhan pertanian dan ongkos bawa hasil pertanian. Jadi kami mohon perhatian dari Pak Dasa Sinaga terhadap jalan usaha tani ini, agar beban biaya produksi dan belanja kebutuhan proses tanam, dapat berkurang sehingga penghasilan petani meningkat,” kata R Saragih.
Kemudian, Pangulu Nagori Simbolon Tengkoh, John Hendra Sinaga, menyampaikan aspirasi untuk pengaspalan jalan sepanjang 2,3 kilometer [Km] hingga depan gereja GKPS.
“Harapan dari pemerintah nagori, dapat direalisasikan pengaspalan jalan 2,3 kilometer hingga depan gereja,” kata Pangulu yang juga menjelaskan bahwa praktik Ilegal logging tidak ada karena sudah tidak ada kawasan hutan di Nagori Simbolon Tengkoh.
Pangulu juga menyampaikan, untuk program ketahanan pangan di daerahnya jika dapat dibantu adalah pengadaan hewan ternak babi karena di nagori itu mayoritas Kristen.
Sementara itu, tokoh pemuda/pendidikan Sudirman Sinaga menyampaikan terkait renovasi atas/seng sekolah yang sudah bocor agar proses belajar mengajar tidak terganggu.
“Selain renovasi atas/seng sekolah, dibutuhkan juga seperangkat alat olahraga voli untuk kegiatan pemuda di nagori ini,” kata Sudirman Sinaga.
Dasa Sinaga mengapresiasi apa yang disampaikan warga di acara itu, dengan penjelasan status jalan, yakni jalan nagori, kabupaten, provinsi dan nasional.
“Jika jalan usaha tani dan jalan kabupaten, eksekusinya Pemerintah Kabupaten Simalungun. Disinilah dibutuhkan kerjasama yang baik, agar bersama – sama memperjuangkannya. Apa yang bisa saya lakukan akan saya lakukan, itu adalah komitmen saya,” kata Dasa Sinaga yang menyatakan kesiapannya untuk merealisasikan bantuan seperangkat kelengkapan permain bola voly dan pengadaan atap/seng untuk rehab sekolah. [Ingot Simangunsong/***]







