Segaris.co
Jumat, 6 November 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home KESEHATAN

Dari RADANG TENGGOROKAN ke PEMAKAN DAGING

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
25 Juni 2024 | 12:10 WIB
in KESEHATAN

PEMATANGSIANTAR – SEGARIS.CO – Radang tenggorokan atau faringitis adalah kondisi umum yang sering dialami banyak orang, terutama saat musim dingin atau perubahan cuaca.

Penyebab utama radang tenggorokan adalah infeksi virus atau bakteri. Salah satu bakteri yang dikenal sebagai penyebab radang tenggorokan adalah Streptococcus pyogenes, atau lebih dikenal sebagai bakteri streptokokus Grup A.

Selain menyebabkan radang tenggorokan, bakteri ini juga dikaitkan dengan kondisi medis yang lebih serius, seperti necrotizing fasciitis, yang sering disebut sebagai ‘pemakan daging’.

Streptokokus Grup A dan Radang Tenggorokan

Streptococcus pyogenes adalah bakteri yang dapat menyebabkan berbagai infeksi pada manusia, termasuk radang tenggorokan, demam scarlet, dan impetigo.

Infeksi radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri ini biasanya ditandai dengan gejala seperti sakit tenggorokan yang parah, demam, pembengkakan amandel, dan bintik-bintik putih atau nanah pada amandel.

Diagnosis radang tenggorokan streptokokus biasanya dilakukan melalui tes cepat atau kultur tenggorokan.

Anak perempuan bunuh ayah saat tidur

Kondisi ‘Pemakan Daging’: Necrotizing fasciitis adalah infeksi jaringan lunak yang sangat serius dan langka, yang disebabkan oleh berbagai jenis bakteri, termasuk Streptococcus pyogenes.

Kondisi ini sering disebut sebagai infeksi ‘pemakan daging’ karena bakteri tersebut merusak jaringan tubuh dengan cepat, menyebabkan kematian jaringan (nekrosis).

Gejala awal necrotizing fasciitis bisa mirip dengan infeksi kulit lainnya, seperti pembengkakan, kemerahan, dan nyeri, tetapi berkembang dengan sangat cepat menjadi kondisi yang mengancam jiwa dengan gejala seperti demam tinggi, kelelahan, dan perubahan warna kulit yang signifikan.

Necrotizing fasciitis memerlukan perawatan medis darurat, yang biasanya melibatkan antibiotik intravena dan pembedahan untuk mengangkat jaringan yang mati.

Tingkat kematian akibat necrotizing fasciitis cukup tinggi jika tidak ditangani dengan cepat dan efektif.

Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit ini di berbagai negara:

Negara-negara dengan Sistem Kesehatan Terbatas: Di negara-negara dengan akses terbatas ke perawatan medis dan kebersihan yang buruk, seperti beberapa negara di Afrika dan Asia Selatan, infeksi ini bisa lebih umum dan lebih sulit diobati.

Negara-negara dengan Kepadatan Penduduk Tinggi: Di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, seperti di beberapa kota besar di India dan Cina, penyebaran infeksi bakteri seperti Streptococcus pyogenes bisa lebih cepat.

Negara-negara dengan Cuaca Dingin: Infeksi radang tenggorokan lebih sering terjadi di negara-negara dengan iklim dingin karena bakteri dan virus lebih mudah menyebar di lingkungan tersebut.

Negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara Eropa sering melaporkan kasus radang tenggorokan streptokokus, terutama selama musim dingin.

Negara dengan Tingkat Kesadaran Kesehatan Tinggi: Di negara-negara dengan kesadaran kesehatan yang tinggi, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, ada lebih banyak laporan dan diagnosis kasus necrotizing fasciitis karena sistem kesehatan yang lebih baik dan deteksi dini.

Pencegahan dan Kesadaran

Kesadaran akan bahaya yang ditimbulkan oleh Streptococcus pyogenes sangat penting untuk pencegahan dan pengobatan yang efektif.

Untuk mencegah penyebaran infeksi radang tenggorokan streptokokus, penting untuk menjaga kebersihan pribadi, seperti mencuci tangan secara teratur, menutup mulut saat batuk atau bersin, dan menghindari berbagi peralatan makan atau minum dengan orang lain.

Jika seseorang mengalami gejala radang tenggorokan yang parah atau gejala infeksi kulit yang memburuk dengan cepat, sangat disarankan untuk segera mencari bantuan medis.

Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius dan menyelamatkan nyawa.

Streptococcus pyogenes adalah bakteri yang dapat menyebabkan radang tenggorokan yang umum, namun juga dapat menjadi penyebab infeksi jaringan yang sangat serius dan mengancam jiwa seperti necrotizing fasciitis.

Dengan pemahaman yang baik tentang gejala dan risiko yang terkait dengan infeksi ini, serta tindakan pencegahan yang tepat, kita dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh bakteri ini pada kesehatan manusia. [Ingot Simangunsong/***]

 

 

 

 

ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

KESEHATAN

Berawal dari perjuangan mengobati anak,  Helleria Barasa merintis bisnis MCI One More

by Ingot Simangunsong
18 Oktober 2026 | 23:21 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO -- HELLERIA Barasa, S.S., M.M., guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai mengenal bisnis MCI One More...

Read more
KESEHATAN

Cegah Stunting demi Generasi Emas 2045, Bupati Taput buka Baksos Kesehatan Gigi dan Mulut

by Ingot Simangunsong
31 Juli 2026 | 22:04 WIB
0

‎TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO -- BUPATI Tapanuli Utara, Jonius TP Hutabarat, buka Baksos (Bakti Sosial) kesehatan gigi dan mulut di Gedung...

Read more
KESEHATAN

Rumkit Bhayangkara Polda Aceh raih tiga penghargaan sekaligus atas kinerja keuangan dan pelayanan publik

by Ingot Simangunsong
30 Oktober 2025 | 19:44 WIB
0

BANDA ACEH — SEGARIS.CO -- RUMAH Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Polda Aceh kembali mencatat prestasi gemilang dengan menyabet tiga...

Read more
KESEHATAN

Wabup Samosir hadiri Rakor Nasional percepatan eliminasi TBC di Jakarta

by Ingot Simangunsong
27 Agustus 2025 | 09:57 WIB
0

JAKARTA – SEGARIS.CO -- Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menghadiri Rapat Koordinasi...

Read more
KESEHATAN

Penyakit Moyamoya: kabut di pembuluh otak

by Ingot Simangunsong
27 Mei 2025 | 03:09 WIB
0

PEMATANGSIANTAR -- SEGARIS.CO -- PENYAKIT Moyamoya adalah gangguan langka pada pembuluh darah di otak. Nama "moyamoya" berasal dari bahasa Jepang...

Read more
KESEHATAN

Agnodike simbol perjuangan perempuan dalam dunia medis

by Ingot Simangunsong
31 Maret 2025 | 19:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong BIDAN pertama di dunia tidak diketahui secara pasti karena praktik kebidanan sudah ada sejak zaman kuno,...

Read more

Berita Terbaru

News

HUT ke-15 NasDem di Simalungun, Doa dan persahabatan menguatkan semangat restorasi

5 November 2026 | 15:21 WIB
News

Pemkab Taput gelar pelatihan UMKM , dorong produk lokal tembus pasar ekspor

5 November 2026 | 15:04 WIB
News

Queen Siregar, dari Berastagi ke panggung Nasional: Membawa mahkota, budaya, dan pesan kepedulian lingkungan

5 November 2026 | 14:40 WIB
News

Andri Panggabean laporkan pimpinan jemaat GKPI ke Polres Pematangsiantar atas dugaan pencemaran nama baik

5 November 2026 | 12:30 WIB
Buah Pikir

Don Dasco “Hilang” saat terjadi penghianatan Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden

5 November 2026 | 09:28 WIB
News

Sutrisno Pangaribuan desak Polri ungkap dalang dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden

5 November 2026 | 07:41 WIB
News

Polres Pematangsiantar perkuat pengawasan pangan untuk kendalikan inflasi

5 November 2026 | 07:28 WIB
News

Sutrisno Pangaribuan usulkan Edy Rahmayadi jadi Kepala Staf Kepresidenan

4 November 2026 | 20:05 WIB
News

Sutrisno Pangaribuan desak DPR gunakan hak menyatakan pendapat terkait persyaratan pendidikan Gibran

4 November 2026 | 13:04 WIB
News

Bupati Taput tinjau perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di Tarutung

4 November 2026 | 07:30 WIB
News

Pemkab Taput percepat pembangunan Jogging Track Lapangan Mini Siborongborong

3 November 2026 | 09:08 WIB
News

Kapolres Pematangsiantar silaturahmi ke Mako Denpom

2 November 2026 | 19:23 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus